<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ditinggal PBB, Timor Leste masih Rawan Kekerasan</title><description>Sekira1600 pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di  Timor  Leste telah habis masa tugasnya dan mulai kembali ke negaranya   masing-masing. Namun kondisi keamanan di Timor Leste dinilai  masih  rawan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/12/28/411/738516/ditinggal-pbb-timor-leste-masih-rawan-kekerasan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/12/28/411/738516/ditinggal-pbb-timor-leste-masih-rawan-kekerasan"/><item><title>Ditinggal PBB, Timor Leste masih Rawan Kekerasan</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/12/28/411/738516/ditinggal-pbb-timor-leste-masih-rawan-kekerasan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/12/28/411/738516/ditinggal-pbb-timor-leste-masih-rawan-kekerasan</guid><pubDate>Jum'at 28 Desember 2012 20:04 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Dwi Anggoro</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/12/28/411/738516/BCUUKIvi4J.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto : Simpatisan Fretilin di Timor Leste (AFP) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/12/28/411/738516/BCUUKIvi4J.jpg</image><title>Foto : Simpatisan Fretilin di Timor Leste (AFP) </title></images><description>DILI &amp;ndash; Sekira1600 pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di  Timor Leste telah habis masa tugasnya dan mulai kembali ke negaranya  masing-masing. Namun kondisi keamanan di Timor Leste dinilai  masih rawan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Timor Leste masih berada dalam kondisi yang rawan,  suatu kesalahan dapat terjadi sewaktu-waktu dan menyebabkan masalah yang  serius di negara itu,&amp;rdquo; ujar pengamat politik dari Australian National  University,  George Quinn, seperti dikutip AFP, Jumat (28/12/2012).
&amp;nbsp;
Negara yang sempat dipimpin Jose Ramos Horta itu dilaporkan masih menghadapi banyak  masalah-masalah sosial seperti kelaparan, tingkat pengangguran yang tinggi dan  minimnya fasilitas kesehatan. Meski dunia internasional telah mengguyur Timor  Leste dengan dana bantuan dengan jumlah yang besar, sebagian warga negara  tersebut masih hidup di bawah garis kemiskinan.
&amp;nbsp;
Sekira 40 persen warga Timor Leste tercatat tidak memiliki  pekerjaan, sedangkan 45 persen anak-anak di Timor Leste kekurangan gizi. Timor Leste pun dianggap sebagai salah satu negara dengan  kualitas hidup terburuk di dunia.
&amp;nbsp;
Quinn menambahkan pula, masalah-masalah tersebut dapat memicu  terjadinya aksi kekerasan di bekas provinsi Indonesia itu dan berpotensi merusak  perdamaian yang ada di Timor Leste.
&amp;nbsp;
Walaupun begitu, Pemerintah Timor Leste menyambut  baik berakhirnya misi perdamaian PBB tersebut, mereka menganggap saat ini Timor  Leste telah dapat menjaga kondisi keamanannnya sendiri tanpa perlu bantuan dari  pihak asing.
&amp;nbsp;
Perdana Menteri Timor Leste,Xanana Gusmao menyatakan,  negaranya akan menjadi negara yang sejahtera pada tahun 2030 mendatang  apabila pendapatan minyak bumi dari wilayah Celah Timor telah masuk ke kas  pemerintah.
&amp;nbsp;
Namun banyak pihak mengkritik pemerintah karena  menganggap pemerintah Timor Leste tidak adil dalam membagikan pendapatan dari  hasil minyak buminya. Kebanyakan dana tersebut lebih banyak digunakan untuk  pembangunan di kota-kota sedangkan wilayah pedesaan di Timor Leste hanya  mendapatkan sedikit bagian dana.</description><content:encoded>DILI &amp;ndash; Sekira1600 pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di  Timor Leste telah habis masa tugasnya dan mulai kembali ke negaranya  masing-masing. Namun kondisi keamanan di Timor Leste dinilai  masih rawan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Timor Leste masih berada dalam kondisi yang rawan,  suatu kesalahan dapat terjadi sewaktu-waktu dan menyebabkan masalah yang  serius di negara itu,&amp;rdquo; ujar pengamat politik dari Australian National  University,  George Quinn, seperti dikutip AFP, Jumat (28/12/2012).
&amp;nbsp;
Negara yang sempat dipimpin Jose Ramos Horta itu dilaporkan masih menghadapi banyak  masalah-masalah sosial seperti kelaparan, tingkat pengangguran yang tinggi dan  minimnya fasilitas kesehatan. Meski dunia internasional telah mengguyur Timor  Leste dengan dana bantuan dengan jumlah yang besar, sebagian warga negara  tersebut masih hidup di bawah garis kemiskinan.
&amp;nbsp;
Sekira 40 persen warga Timor Leste tercatat tidak memiliki  pekerjaan, sedangkan 45 persen anak-anak di Timor Leste kekurangan gizi. Timor Leste pun dianggap sebagai salah satu negara dengan  kualitas hidup terburuk di dunia.
&amp;nbsp;
Quinn menambahkan pula, masalah-masalah tersebut dapat memicu  terjadinya aksi kekerasan di bekas provinsi Indonesia itu dan berpotensi merusak  perdamaian yang ada di Timor Leste.
&amp;nbsp;
Walaupun begitu, Pemerintah Timor Leste menyambut  baik berakhirnya misi perdamaian PBB tersebut, mereka menganggap saat ini Timor  Leste telah dapat menjaga kondisi keamanannnya sendiri tanpa perlu bantuan dari  pihak asing.
&amp;nbsp;
Perdana Menteri Timor Leste,Xanana Gusmao menyatakan,  negaranya akan menjadi negara yang sejahtera pada tahun 2030 mendatang  apabila pendapatan minyak bumi dari wilayah Celah Timor telah masuk ke kas  pemerintah.
&amp;nbsp;
Namun banyak pihak mengkritik pemerintah karena  menganggap pemerintah Timor Leste tidak adil dalam membagikan pendapatan dari  hasil minyak buminya. Kebanyakan dana tersebut lebih banyak digunakan untuk  pembangunan di kota-kota sedangkan wilayah pedesaan di Timor Leste hanya  mendapatkan sedikit bagian dana.</content:encoded></item></channel></rss>
