<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polri: Maluku Sudah Kondusif!</title><description>Mabes Polri menegaskan  situasi pascabentrok di Maluku berangsur kondusif. Meski demikian,  penjagaan di wilayah tersebut terus dilakukan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/12/31/337/739553/polri-maluku-sudah-kondusif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/12/31/337/739553/polri-maluku-sudah-kondusif"/><item><title>Polri: Maluku Sudah Kondusif!</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/12/31/337/739553/polri-maluku-sudah-kondusif</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/12/31/337/739553/polri-maluku-sudah-kondusif</guid><pubDate>Senin 31 Desember 2012 20:02 WIB</pubDate><dc:creator>Bagus Santosa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/12/31/337/739553/YXlWvHnLAT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/12/31/337/739553/YXlWvHnLAT.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Mabes Polri menegaskan  situasi pascabentrok di Maluku berangsur kondusif. Meski demikian,  penjagaan di wilayah tersebut terus dilakukan.&quot;Kita tegaskan  kembali suasana di sekitar kejadian sudah kondusif dan lebih baik. Kita  masih tetap lakukan penjagaan di lokasi kejadian, di sekitar pemukiman  dan perbatasan. Selain Polri juga ada TNI dan komponen masyarakat,&quot; kata  Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Agus Riyanto di Mabes Polri,  Jakarta, Senin (31/12/2012).Agus mengimbau, kepada seluruh  masyarakat khususnya warga Maluku, agar tidak mudah terprovokasi guna  mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Kata dia, ada aparat terkait  yang bisa diajak berkomunikasi menanggapi isu-isu yang belum tentu pasti  kebenarannya.&quot;Kita harap masyarakat agar tidak mudah terprovokasi atau memprovokasi terkait hal yang belum jelas,&quot; katanya.Tambahnya, bentrokan antara Desa Hualoy dan Desa Sepa, Maluku berakibat pada lima orang tewas dan delapan lainnya luka-luka.Diberitakan  sebelumnya, delapan orang tewas akibat bentrok dua kelompok warga Desa  Sepa dan Hualoy. Bentrok terjadi setelah iring-iringan&amp;nbsp;warga Desa Sepa,  Kabupaten Maluku Tengah, yang baru menghadiri pelantikan Raja (Kepala  Desa) Kamariang, pulang melewati Desa Hualoy dan dicegat warga setempat.Warga  Hualoy marah karena saat menghadiri&amp;nbsp;pelantikan Raja Kamariang pada  Jumat, 28 Desember lalu ada salah satu di antara mereka yang dipukul.Tidak  terima warga Desa Sepa dihajar warga Hualoy, warga Kamariang langsung  menyerang Desa Hualoy hingga terjadi bentrokan lebih besar antara dua  desa yang bertetangga itu. Bentrokan fisik terjadi dengan menggunakan  senjata tajam pada Sabtu, 29 Desember.</description><content:encoded>JAKARTA - Mabes Polri menegaskan  situasi pascabentrok di Maluku berangsur kondusif. Meski demikian,  penjagaan di wilayah tersebut terus dilakukan.&quot;Kita tegaskan  kembali suasana di sekitar kejadian sudah kondusif dan lebih baik. Kita  masih tetap lakukan penjagaan di lokasi kejadian, di sekitar pemukiman  dan perbatasan. Selain Polri juga ada TNI dan komponen masyarakat,&quot; kata  Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Agus Riyanto di Mabes Polri,  Jakarta, Senin (31/12/2012).Agus mengimbau, kepada seluruh  masyarakat khususnya warga Maluku, agar tidak mudah terprovokasi guna  mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Kata dia, ada aparat terkait  yang bisa diajak berkomunikasi menanggapi isu-isu yang belum tentu pasti  kebenarannya.&quot;Kita harap masyarakat agar tidak mudah terprovokasi atau memprovokasi terkait hal yang belum jelas,&quot; katanya.Tambahnya, bentrokan antara Desa Hualoy dan Desa Sepa, Maluku berakibat pada lima orang tewas dan delapan lainnya luka-luka.Diberitakan  sebelumnya, delapan orang tewas akibat bentrok dua kelompok warga Desa  Sepa dan Hualoy. Bentrok terjadi setelah iring-iringan&amp;nbsp;warga Desa Sepa,  Kabupaten Maluku Tengah, yang baru menghadiri pelantikan Raja (Kepala  Desa) Kamariang, pulang melewati Desa Hualoy dan dicegat warga setempat.Warga  Hualoy marah karena saat menghadiri&amp;nbsp;pelantikan Raja Kamariang pada  Jumat, 28 Desember lalu ada salah satu di antara mereka yang dipukul.Tidak  terima warga Desa Sepa dihajar warga Hualoy, warga Kamariang langsung  menyerang Desa Hualoy hingga terjadi bentrokan lebih besar antara dua  desa yang bertetangga itu. Bentrokan fisik terjadi dengan menggunakan  senjata tajam pada Sabtu, 29 Desember.</content:encoded></item></channel></rss>
