<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Mesir Hentikan Penyelidikan Makar Oposisi</title><description>Pemerintah Mesir menghentikan penyelidikan aksi makar yang dituduhkan  kepada pemimpin oposisi di negara itu. Penghentian tersebut bertujuan  agar pihak oposisi mau menjalani proses rekonsiliasi dengan pemerintah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/12/31/412/739529/pemerintah-mesir-hentikan-penyelidikan-makar-oposisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/12/31/412/739529/pemerintah-mesir-hentikan-penyelidikan-makar-oposisi"/><item><title>Pemerintah Mesir Hentikan Penyelidikan Makar Oposisi</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/12/31/412/739529/pemerintah-mesir-hentikan-penyelidikan-makar-oposisi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/12/31/412/739529/pemerintah-mesir-hentikan-penyelidikan-makar-oposisi</guid><pubDate>Senin 31 Desember 2012 15:42 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Dwi Anggoro</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/12/31/412/739529/ieUXQyfNpE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Mesir Mohammed Morsi (Foto: Guardian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/12/31/412/739529/ieUXQyfNpE.jpg</image><title>Presiden Mesir Mohammed Morsi (Foto: Guardian)</title></images><description>KAIRO &amp;ndash; Pemerintah Mesir menghentikan penyelidikan aksi makar yang dituduhkan kepada pemimpin oposisi di negara itu. Penghentian tersebut bertujuan agar pihak oposisi mau menjalani proses rekonsiliasi dengan pemerintah.Pekan lalu Kejaksaan Mesir mengumumkan mereka mengadakan penyelidikan terhadap pemimpin oposisi Mesir yang terdiri dari Mohammad el-Baradei, Amr Moussa dan Hamdeen Sabahi. Para tokoh tersebut dituduh mengajak warga Mesir untuk menjatuhkan Presidin Mohamed Morsi. Demikian diberitakan Irish Times, Senin (31/12/2012).Saat ini warga Mesir terbelah dua akibat diresmikannnya konstitusi baru untuk negara itu yang dianggap kontroversial. Aliansi oposisi yang dibentuk oleh kelompok sekuler dan minoritas di Mesir menyebut konstitusi tersebut proses pembuatannya terlalu didominasi oleh kelompok Ikhwanul Muslimin yang saat ini menguasai Mesir dan tidak menjamin hak-hak yang dimiliki warga.Dalam protes yang dilakukan kelompok oposisi di depan Istana Kepresidenan awal bulan ini. Para pemrotes meneriakkan seruan yang meminta Morsi untuk mundur dari jabatannya. Sebelumnya, Morsi juga dikecam karena sempat mengeluarkan dekrit yang membuatnya kebal terhadap hukum.Dalam pidatonya, Morsi menyatakan, proses rekonsiliasi sangat penting artinya untuk memperbaiki kondisi ekonomi negara itu yang buruk. Buruknya kondisi ekonomi Mesir memicu terjadinya gerakan Arab Spring yang berhasil menjatuhkan Presiden Mesir saat itu, Hosni Mubarak.Namun dijatuhkannya Mubarak tidak membuat kondisi di Mesir langsung menjadi lebih baik. Dimana kelompok-kelompok yang ada di Mesir saling bersaing untuk memperebutkan kekuasaan. Selain harus menghadapi aliansi oposisi yang dibentuk kelompok sekuler, Morsi dan kelompok Ikhwanul Muslimin yang mendukungnya juga harus menghadapi tentangan dari kelompok Salafi yang menganut ajaran Islam ultra konservatif. Kelompok Salafi menganggap Ikhwanul Muslimin kurang tegas dalam menjalankan syariah Islam di Mesir.</description><content:encoded>KAIRO &amp;ndash; Pemerintah Mesir menghentikan penyelidikan aksi makar yang dituduhkan kepada pemimpin oposisi di negara itu. Penghentian tersebut bertujuan agar pihak oposisi mau menjalani proses rekonsiliasi dengan pemerintah.Pekan lalu Kejaksaan Mesir mengumumkan mereka mengadakan penyelidikan terhadap pemimpin oposisi Mesir yang terdiri dari Mohammad el-Baradei, Amr Moussa dan Hamdeen Sabahi. Para tokoh tersebut dituduh mengajak warga Mesir untuk menjatuhkan Presidin Mohamed Morsi. Demikian diberitakan Irish Times, Senin (31/12/2012).Saat ini warga Mesir terbelah dua akibat diresmikannnya konstitusi baru untuk negara itu yang dianggap kontroversial. Aliansi oposisi yang dibentuk oleh kelompok sekuler dan minoritas di Mesir menyebut konstitusi tersebut proses pembuatannya terlalu didominasi oleh kelompok Ikhwanul Muslimin yang saat ini menguasai Mesir dan tidak menjamin hak-hak yang dimiliki warga.Dalam protes yang dilakukan kelompok oposisi di depan Istana Kepresidenan awal bulan ini. Para pemrotes meneriakkan seruan yang meminta Morsi untuk mundur dari jabatannya. Sebelumnya, Morsi juga dikecam karena sempat mengeluarkan dekrit yang membuatnya kebal terhadap hukum.Dalam pidatonya, Morsi menyatakan, proses rekonsiliasi sangat penting artinya untuk memperbaiki kondisi ekonomi negara itu yang buruk. Buruknya kondisi ekonomi Mesir memicu terjadinya gerakan Arab Spring yang berhasil menjatuhkan Presiden Mesir saat itu, Hosni Mubarak.Namun dijatuhkannya Mubarak tidak membuat kondisi di Mesir langsung menjadi lebih baik. Dimana kelompok-kelompok yang ada di Mesir saling bersaing untuk memperebutkan kekuasaan. Selain harus menghadapi aliansi oposisi yang dibentuk kelompok sekuler, Morsi dan kelompok Ikhwanul Muslimin yang mendukungnya juga harus menghadapi tentangan dari kelompok Salafi yang menganut ajaran Islam ultra konservatif. Kelompok Salafi menganggap Ikhwanul Muslimin kurang tegas dalam menjalankan syariah Islam di Mesir.</content:encoded></item></channel></rss>
