<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perempuan Dilarang Ngangkang Naik Motor, Din Tersenyum</title><description>Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din  Syamsudin hanya tersenyum saat dimintai komentarnya mengenai larangan  naik sepeda motor dengan posisi ngangkang bagi perempuan di Lhoukseumawe, Aceh.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/01/03/340/740997/perempuan-dilarang-ngangkang-naik-motor-din-tersenyum</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/01/03/340/740997/perempuan-dilarang-ngangkang-naik-motor-din-tersenyum"/><item><title>Perempuan Dilarang Ngangkang Naik Motor, Din Tersenyum</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/01/03/340/740997/perempuan-dilarang-ngangkang-naik-motor-din-tersenyum</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/01/03/340/740997/perempuan-dilarang-ngangkang-naik-motor-din-tersenyum</guid><pubDate>Kamis 03 Januari 2013 17:42 WIB</pubDate><dc:creator>Prabowo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/01/03/340/740997/QHMh6DNnQg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Din Syamsuddin (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/01/03/340/740997/QHMh6DNnQg.jpg</image><title>Din Syamsuddin (foto: Okezone)</title></images><description>YOGYAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din  Syamsudin hanya tersenyum saat dimintai komentarnya mengenai larangan  naik sepeda motor dengan posisi ngangkang bagi perempuan di Lhoukseumawe, Aceh. Alasannya, karena tidak sesuai dengan syariat Islam.Din  sendiri mengaku tidak mengetahui adanya larangan itu. Dia justru  menyarankan agar mempertanyakan langsung alasan pelarangan kepada  pimpinan Muhammadiyah di Aceh. &quot;Silahkan tanyakan ke pimpinan  Muhammadiyah di Aceh. Mereka yang lebih tau. Itu persoalan adat istiadat  sepertinya, tetapi saya enggak tau masalah larangan itu,&quot; katanya di PP  Muhammadiyah, Jalan Cik Ditiro, Yogyakarta, Kamis (3/1/2013).Secara umum, kata Din, naik motor dalam posisi ngangkang harus dilihat dari situasi dan kondisinya terlebih dahulu. Jika posisi  ngangkang itu untuk memamerkan tubuh, maka hal itu tidak etis. Tetapi,  jika posisi itu karena membawa suatu barang sehingga menyebabkan si  pengendara harus melebarkan kakinya, maka tidak masalah.&amp;nbsp;&quot;Kalau memamerkan tubuh ya tidak etis. Masak naik motor ngangkang dilarang?&quot; katanya dengan nada tanya.Din  mengaku tidak begitu mengetahui kasus-kasus kecil yang terjadi di  Indonesia. Tetapi, dia berharap, kasus-kasus besar seperti Century  diselesaikan dengan tuntas oleh pemimpin negeri ini.</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din  Syamsudin hanya tersenyum saat dimintai komentarnya mengenai larangan  naik sepeda motor dengan posisi ngangkang bagi perempuan di Lhoukseumawe, Aceh. Alasannya, karena tidak sesuai dengan syariat Islam.Din  sendiri mengaku tidak mengetahui adanya larangan itu. Dia justru  menyarankan agar mempertanyakan langsung alasan pelarangan kepada  pimpinan Muhammadiyah di Aceh. &quot;Silahkan tanyakan ke pimpinan  Muhammadiyah di Aceh. Mereka yang lebih tau. Itu persoalan adat istiadat  sepertinya, tetapi saya enggak tau masalah larangan itu,&quot; katanya di PP  Muhammadiyah, Jalan Cik Ditiro, Yogyakarta, Kamis (3/1/2013).Secara umum, kata Din, naik motor dalam posisi ngangkang harus dilihat dari situasi dan kondisinya terlebih dahulu. Jika posisi  ngangkang itu untuk memamerkan tubuh, maka hal itu tidak etis. Tetapi,  jika posisi itu karena membawa suatu barang sehingga menyebabkan si  pengendara harus melebarkan kakinya, maka tidak masalah.&amp;nbsp;&quot;Kalau memamerkan tubuh ya tidak etis. Masak naik motor ngangkang dilarang?&quot; katanya dengan nada tanya.Din  mengaku tidak begitu mengetahui kasus-kasus kecil yang terjadi di  Indonesia. Tetapi, dia berharap, kasus-kasus besar seperti Century  diselesaikan dengan tuntas oleh pemimpin negeri ini.</content:encoded></item></channel></rss>
