<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bayi Meninggal 5 Hari di Kandungan, Kondisi Sang Ibu Membaik</title><description>Kondisi seoorang ibu di Bone, Sulsel, yang janinnya meninggal lima hari dalam kandungan, membaik. Dia dioperasi pada Kamis siang kemarin.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/01/04/340/741202/bayi-meninggal-5-hari-di-kandungan-kondisi-sang-ibu-membaik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/01/04/340/741202/bayi-meninggal-5-hari-di-kandungan-kondisi-sang-ibu-membaik"/><item><title>Bayi Meninggal 5 Hari di Kandungan, Kondisi Sang Ibu Membaik</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/01/04/340/741202/bayi-meninggal-5-hari-di-kandungan-kondisi-sang-ibu-membaik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/01/04/340/741202/bayi-meninggal-5-hari-di-kandungan-kondisi-sang-ibu-membaik</guid><pubDate>Jum'at 04 Januari 2013 10:09 WIB</pubDate><dc:creator>Andi Ilham</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/01/04/340/741202/4pWR4yfnbX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jumridah di RS Tenriawaru (Dok: Bulan Sri Indra Maya/Sindo TV)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/01/04/340/741202/4pWR4yfnbX.jpg</image><title>Jumridah di RS Tenriawaru (Dok: Bulan Sri Indra Maya/Sindo TV)</title></images><description>BONE - Pihak RSUD Tenriawaru, Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, telah melakukan operasi Caesar terhadap Jumridah pada Kamis, 3 Januari 2013 siang. Bayi laki-laki di dalam janin tidak bisa diselamatkan.Humas RSUD Tenriawaru, Ramly, mengungkapkan, sang ibu, warga Desa Congko, Kecamatan Barebbo, Bone, kini dalam kondisi sehat.&amp;ldquo;Setelah dioperasi Caesar, ibunya langsung dirawat di ruang ICU untuk perawatan kesehatannya,&amp;rdquo; kata Ramly.Dijelaskan pula, pasien saat kali pertama masuk rumah sakit sudah diperiksa oleh dokter ahli kandungan bernama Muskamal. Dokter saat itu sudah merekomendasikan agar dilakukan operasi karena kandungan sudah tidak bergerak. Namun, Jumridah menolak dioperasi. Dokter pun memberi obat perangsang (induksi) selama dua hingga tiga hari untuk kelancaran persalinan.&amp;ldquo;Tidak benar kalau pasien ditelantarkan, karena dokternya langsung memeriksanya saat pasien masuk. Bahkan, ada asisten dokter yang setiap hari di rumah sakit,&amp;rdquo; tegasnya.Dia menambahkan, kandungan di perut Jumridah diketahui sudah tidak bergerak dua atau tiga hari sebelum masuk ke rumah sakit atau saat Jumridah memeriksakan kandungannya ke bidan. Karena mengetahui ada yang tidak beres dengan kandungannya, bidan pun merujuk Jumridah ke RSUD Tenriawaru.</description><content:encoded>BONE - Pihak RSUD Tenriawaru, Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, telah melakukan operasi Caesar terhadap Jumridah pada Kamis, 3 Januari 2013 siang. Bayi laki-laki di dalam janin tidak bisa diselamatkan.Humas RSUD Tenriawaru, Ramly, mengungkapkan, sang ibu, warga Desa Congko, Kecamatan Barebbo, Bone, kini dalam kondisi sehat.&amp;ldquo;Setelah dioperasi Caesar, ibunya langsung dirawat di ruang ICU untuk perawatan kesehatannya,&amp;rdquo; kata Ramly.Dijelaskan pula, pasien saat kali pertama masuk rumah sakit sudah diperiksa oleh dokter ahli kandungan bernama Muskamal. Dokter saat itu sudah merekomendasikan agar dilakukan operasi karena kandungan sudah tidak bergerak. Namun, Jumridah menolak dioperasi. Dokter pun memberi obat perangsang (induksi) selama dua hingga tiga hari untuk kelancaran persalinan.&amp;ldquo;Tidak benar kalau pasien ditelantarkan, karena dokternya langsung memeriksanya saat pasien masuk. Bahkan, ada asisten dokter yang setiap hari di rumah sakit,&amp;rdquo; tegasnya.Dia menambahkan, kandungan di perut Jumridah diketahui sudah tidak bergerak dua atau tiga hari sebelum masuk ke rumah sakit atau saat Jumridah memeriksakan kandungannya ke bidan. Karena mengetahui ada yang tidak beres dengan kandungannya, bidan pun merujuk Jumridah ke RSUD Tenriawaru.</content:encoded></item></channel></rss>
