<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Kawal Sengketa Laut China Selatan</title><description>Indonesia berkomitmen untuk terus  mengawal jalannya penanganan  sengketa Laut China Selatan secara damai. Hal  tersebut merupakan bagian  dari kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas di  kawasan Asia  Pasifik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/01/04/411/741388/ri-kawal-sengketa-laut-china-selatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/01/04/411/741388/ri-kawal-sengketa-laut-china-selatan"/><item><title>RI Kawal Sengketa Laut China Selatan</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/01/04/411/741388/ri-kawal-sengketa-laut-china-selatan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/01/04/411/741388/ri-kawal-sengketa-laut-china-selatan</guid><pubDate>Jum'at 04 Januari 2013 15:02 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Dwi Anggoro</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/01/04/411/741388/sEte2tHrPa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto : Perairan Laut China Selatan (IST)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/01/04/411/741388/sEte2tHrPa.jpg</image><title>Foto : Perairan Laut China Selatan (IST)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia berkomitmen untuk terus  mengawal jalannya penanganan sengketa Laut China Selatan secara damai. Hal  tersebut merupakan bagian dari kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas di  kawasan Asia Pasifik.
&amp;nbsp;
Sebelumnya pada 2012 lalu, Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa  melakukan manuver diplomasi selama 36 jam non-stop untuk meredakan ketegangan  yang terjadi di Laut China Selatan. Tahun itu Indonesia juga sempat dipusingkan  oleh ulah Kamboja yang menghalangi terbentuknya pernyataan bersama antara  negara-negara ASEAN terkait sengketa tersebut.
&amp;nbsp;
Buntunya penyelesaian konflik juga dikhawatirkan terjadi  pada tahun ini. Saat ini keketuaan ASEAN dipegang oleh Brunei sedangkan Sekretaris Jenderal ASEAN akan  dijabat oleh Le Luong Minh dari Vietnam, keduanya adalah negara yang  memiliki klaim di Laut China Selatan.
&amp;nbsp;
Kedua negara tersebut ditakutkan menggunakan posisinya  di ASEAN untuk memenuhi kepentingannya di Laut China Selatan. Namun Marty  menyatakan hal tersebut tidak akan mengganggu penyelesaian damai karena November  lalu China telah menyepakati deklarasi  penyelesaian damai dengan ASEAN.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;&amp;ldquo;Pada tahun 2013, Indonesia akan berupaya membangun momentum  pelaksanaan penyelesaian damai yang telah disepakati negara-negara ASEAN dan  China,&amp;rdquo; ujar Marty dalam  pidato tahunannya di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (4/1/2013.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Namun penyelesaian damai di Laut China Selatan tetap  memerlukan kesedian semua pihak untuk mengedepankan kepentingan bersama serta  menghormati hukum internasional dan hukum laut  internasional,&quot; paparnya
&amp;nbsp;
Laut China Selatan sendiri dipersengketakan oleh  China dengan 4 negara anggota  ASEAN, yakni Vietnam,  Malaysia, Brunei  dan Filipina. China  menyatakan Laut China Selatan adalah bagian wilayahnya berdasarkan catatan  sejarah masa Kekaisaran China.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia berkomitmen untuk terus  mengawal jalannya penanganan sengketa Laut China Selatan secara damai. Hal  tersebut merupakan bagian dari kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas di  kawasan Asia Pasifik.
&amp;nbsp;
Sebelumnya pada 2012 lalu, Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa  melakukan manuver diplomasi selama 36 jam non-stop untuk meredakan ketegangan  yang terjadi di Laut China Selatan. Tahun itu Indonesia juga sempat dipusingkan  oleh ulah Kamboja yang menghalangi terbentuknya pernyataan bersama antara  negara-negara ASEAN terkait sengketa tersebut.
&amp;nbsp;
Buntunya penyelesaian konflik juga dikhawatirkan terjadi  pada tahun ini. Saat ini keketuaan ASEAN dipegang oleh Brunei sedangkan Sekretaris Jenderal ASEAN akan  dijabat oleh Le Luong Minh dari Vietnam, keduanya adalah negara yang  memiliki klaim di Laut China Selatan.
&amp;nbsp;
Kedua negara tersebut ditakutkan menggunakan posisinya  di ASEAN untuk memenuhi kepentingannya di Laut China Selatan. Namun Marty  menyatakan hal tersebut tidak akan mengganggu penyelesaian damai karena November  lalu China telah menyepakati deklarasi  penyelesaian damai dengan ASEAN.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;&amp;ldquo;Pada tahun 2013, Indonesia akan berupaya membangun momentum  pelaksanaan penyelesaian damai yang telah disepakati negara-negara ASEAN dan  China,&amp;rdquo; ujar Marty dalam  pidato tahunannya di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (4/1/2013.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Namun penyelesaian damai di Laut China Selatan tetap  memerlukan kesedian semua pihak untuk mengedepankan kepentingan bersama serta  menghormati hukum internasional dan hukum laut  internasional,&quot; paparnya
&amp;nbsp;
Laut China Selatan sendiri dipersengketakan oleh  China dengan 4 negara anggota  ASEAN, yakni Vietnam,  Malaysia, Brunei  dan Filipina. China  menyatakan Laut China Selatan adalah bagian wilayahnya berdasarkan catatan  sejarah masa Kekaisaran China.</content:encoded></item></channel></rss>
