<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ditunggu, Hibah Pemerintah untuk Rumah Demokrasi</title><description>Keberadaan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di pelbagai daerah di  Sulawesi Selatan (Sulsel) yang belum seluruhnya menjadi milik KPU  sendiri, melainkan masih berstatus pinjam-pakai dan sewa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/01/05/340/741677/ditunggu-hibah-pemerintah-untuk-rumah-demokrasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/01/05/340/741677/ditunggu-hibah-pemerintah-untuk-rumah-demokrasi"/><item><title>Ditunggu, Hibah Pemerintah untuk Rumah Demokrasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/01/05/340/741677/ditunggu-hibah-pemerintah-untuk-rumah-demokrasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/01/05/340/741677/ditunggu-hibah-pemerintah-untuk-rumah-demokrasi</guid><pubDate>Sabtu 05 Januari 2013 06:02 WIB</pubDate><dc:creator>Arpan Rachman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/01/05/340/741677/8VE12xzKZd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pasangan Cagub dalam Pilgub Sulawesi Selatan (foto: Arpan Rachman/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/01/05/340/741677/8VE12xzKZd.jpg</image><title>Pasangan Cagub dalam Pilgub Sulawesi Selatan (foto: Arpan Rachman/Okezone)</title></images><description>MAKASSAR &amp;ndash; Keberadaan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di pelbagai daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang belum seluruhnya menjadi milik KPU sendiri, melainkan masih berstatus pinjam-pakai dan sewa, mengundang tanggapan Ketua KPU, Husni Kamil Manik. &amp;nbsp;Menurut Husni, sudah semestinya kantor KPU menjadi bagian dari hibah yang selayaknya diberikan pemerintah setempat. Adanya kantor dengan status kepemilikan yang tetap tentu akan membuat KPU semakin berwibawa dan mandiri.&amp;nbsp;Berbicara di hadapan tiga pasangan Calon Gubernur (Cagub) dan Wakil Gubernur (Cawagub) Sulsel usai penandatanganan prasasti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) damai di Kantor KPU Sulsel, Jumat (4/1/2013), Husni mengemukakan, sesuai komitmen KPU dengan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI bahwa semakin hari KPU dan Bawaslu akan semakin profesional dan mandiri. &amp;nbsp;&amp;ldquo;Salah satu wujud kemandirian itu kita ingin punya kantor tetap dan itu merupakan bagian dari hibah pemerintah. Jadi, siapapun yang menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur nanti bisa mendorong agar semua Kantor KPU di seluruh Sulsel, sudah dikelola secara mandiri oleh KPU,&amp;rdquo; kata Husni. &amp;nbsp;Provinsi Sulsel sendiri memiliki KPU di 24 kabupaten-kota. Pada 22 Januari mendatang, pesta demokrasi Pilkada Gubernur Sulsel akan dikompetisikan dengan menampilkan tiga pasangan kontestan, yakni Ilham Arief Sirajuddin berpasangan Abdul Aziz Qahhar Muzakkar, petahana Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang, dan Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir Pasiringi. &amp;nbsp;&amp;ldquo;Apa yang nanti akan diresmikan (Gubernur terpilih) merupakan bagian (dari) bagaimana rumahnya KPU rumahnya demokrasi dikelola sendiri oleh KPU, sehingga tidak khawatir sebentar-sebentar sudah pindah, sebentar-sebentar sudah menyewa, sebentar-sebentar sudah harus tergusur,&amp;rdquo; Husni memungkas pesannya.</description><content:encoded>MAKASSAR &amp;ndash; Keberadaan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di pelbagai daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang belum seluruhnya menjadi milik KPU sendiri, melainkan masih berstatus pinjam-pakai dan sewa, mengundang tanggapan Ketua KPU, Husni Kamil Manik. &amp;nbsp;Menurut Husni, sudah semestinya kantor KPU menjadi bagian dari hibah yang selayaknya diberikan pemerintah setempat. Adanya kantor dengan status kepemilikan yang tetap tentu akan membuat KPU semakin berwibawa dan mandiri.&amp;nbsp;Berbicara di hadapan tiga pasangan Calon Gubernur (Cagub) dan Wakil Gubernur (Cawagub) Sulsel usai penandatanganan prasasti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) damai di Kantor KPU Sulsel, Jumat (4/1/2013), Husni mengemukakan, sesuai komitmen KPU dengan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI bahwa semakin hari KPU dan Bawaslu akan semakin profesional dan mandiri. &amp;nbsp;&amp;ldquo;Salah satu wujud kemandirian itu kita ingin punya kantor tetap dan itu merupakan bagian dari hibah pemerintah. Jadi, siapapun yang menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur nanti bisa mendorong agar semua Kantor KPU di seluruh Sulsel, sudah dikelola secara mandiri oleh KPU,&amp;rdquo; kata Husni. &amp;nbsp;Provinsi Sulsel sendiri memiliki KPU di 24 kabupaten-kota. Pada 22 Januari mendatang, pesta demokrasi Pilkada Gubernur Sulsel akan dikompetisikan dengan menampilkan tiga pasangan kontestan, yakni Ilham Arief Sirajuddin berpasangan Abdul Aziz Qahhar Muzakkar, petahana Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang, dan Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir Pasiringi. &amp;nbsp;&amp;ldquo;Apa yang nanti akan diresmikan (Gubernur terpilih) merupakan bagian (dari) bagaimana rumahnya KPU rumahnya demokrasi dikelola sendiri oleh KPU, sehingga tidak khawatir sebentar-sebentar sudah pindah, sebentar-sebentar sudah menyewa, sebentar-sebentar sudah harus tergusur,&amp;rdquo; Husni memungkas pesannya.</content:encoded></item></channel></rss>
