<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Nak&quot;, Puisi dari Pramugari untuk Bayi yang Lahir di Merpati</title><description>Kepergian Annisa Laila Juwita Merpati, bayi yang melahirkan di penerbangan  Merpati, meninggalkan duka para pramugari. Sebuah puisi pun didedikasikan untuk Annisa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/01/10/340/744286/nak-puisi-dari-pramugari-untuk-bayi-yang-lahir-di-merpati</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/01/10/340/744286/nak-puisi-dari-pramugari-untuk-bayi-yang-lahir-di-merpati"/><item><title>&quot;Nak&quot;, Puisi dari Pramugari untuk Bayi yang Lahir di Merpati</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/01/10/340/744286/nak-puisi-dari-pramugari-untuk-bayi-yang-lahir-di-merpati</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/01/10/340/744286/nak-puisi-dari-pramugari-untuk-bayi-yang-lahir-di-merpati</guid><pubDate>Kamis 10 Januari 2013 16:43 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/01/10/340/744286/IwsEes6Fdn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kru pesawat Merpati yang membantu persalinan Harmani (Dok: Sherly Juwita)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/01/10/340/744286/IwsEes6Fdn.jpg</image><title>Kru pesawat Merpati yang membantu persalinan Harmani (Dok: Sherly Juwita)</title></images><description>JAKARTA - Annisa Laila Juwita Merpati, bayi yang melahirkan di penerbangan Merpati, MZ 845, Timika, Papua, menuju Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu, 6 Januari malam, sudah tenang di sisi Allah SWT.&amp;nbsp;Annisa meninggal dunia pada Selasa, 8 Januari malam setelah mendapat perawatan di RS di Makassar.Kepergian Annisa tentu meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, namun bagi para pramugrari Merpati yang membantu persalinan sang ibu, Harmani.Berikut puisi berjudul &amp;ldquo;Nak&amp;rdquo; yang dipersembahkan seorang pramugrari Merpati, Sherly Juwita, untuk almarhumah Annisa, seperti diterima Okezone, Kamis (10/1/2013).Di ketinggian 32.000 kaki kita bertemuSentuhan lembut dari kulit berumur detikLemah, tak berdayaIsak pertamamu nak, begitu halus ..........Kudekap dirimu dengan dekapan hangatBerharap terganti pelukan ibumuKujaga dirimu dengan sepenuh jiwakuberharap cinta dan doa kami bisa menghangatkan tubuhmuLihat Nak........ ......Menangislah nak...........Tunjukkan pada kami, doa dan usaha kami tidak sia sia Nak.............Kau beri kami kegembiraan dalam keharuanKau menggeliat, menangis, matamu terbukaLihat, di atas ketinggian 32.000 kaki..........Semua orang disini menyelimutimu dengan doaMenghangatkanmu dengan cinta kasihKami sebut Annisa Laila Juwita Sari MerpatiPrasasti bagi kamiBerharap pengikat silaturrahmi Namun....................Kini kau telah pergi,  jauh,Jauh lebih tinggi dari sekedar 32.000 kakiMenghadap Sang PenciptaSelamat jalan nak............28 jam kehidupanmu memberi banyak bagi kamiKau bawakan kami, makna cinta kasih dan ketulusanTidurlah nak...........Tidurlah dengan damaiTidurlah dalam dekapan Sang Maha RahiimBunda sayang kamu.........</description><content:encoded>JAKARTA - Annisa Laila Juwita Merpati, bayi yang melahirkan di penerbangan Merpati, MZ 845, Timika, Papua, menuju Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu, 6 Januari malam, sudah tenang di sisi Allah SWT.&amp;nbsp;Annisa meninggal dunia pada Selasa, 8 Januari malam setelah mendapat perawatan di RS di Makassar.Kepergian Annisa tentu meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, namun bagi para pramugrari Merpati yang membantu persalinan sang ibu, Harmani.Berikut puisi berjudul &amp;ldquo;Nak&amp;rdquo; yang dipersembahkan seorang pramugrari Merpati, Sherly Juwita, untuk almarhumah Annisa, seperti diterima Okezone, Kamis (10/1/2013).Di ketinggian 32.000 kaki kita bertemuSentuhan lembut dari kulit berumur detikLemah, tak berdayaIsak pertamamu nak, begitu halus ..........Kudekap dirimu dengan dekapan hangatBerharap terganti pelukan ibumuKujaga dirimu dengan sepenuh jiwakuberharap cinta dan doa kami bisa menghangatkan tubuhmuLihat Nak........ ......Menangislah nak...........Tunjukkan pada kami, doa dan usaha kami tidak sia sia Nak.............Kau beri kami kegembiraan dalam keharuanKau menggeliat, menangis, matamu terbukaLihat, di atas ketinggian 32.000 kaki..........Semua orang disini menyelimutimu dengan doaMenghangatkanmu dengan cinta kasihKami sebut Annisa Laila Juwita Sari MerpatiPrasasti bagi kamiBerharap pengikat silaturrahmi Namun....................Kini kau telah pergi,  jauh,Jauh lebih tinggi dari sekedar 32.000 kakiMenghadap Sang PenciptaSelamat jalan nak............28 jam kehidupanmu memberi banyak bagi kamiKau bawakan kami, makna cinta kasih dan ketulusanTidurlah nak...........Tidurlah dengan damaiTidurlah dalam dekapan Sang Maha RahiimBunda sayang kamu.........</content:encoded></item></channel></rss>
