<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Konflik Sektarian Kembali Memanas di Irlandia Utara</title><description>Konflik kembali terjadi antara warga Katolik dan Protestan di Irlandia  Utara.  Konflik &amp;nbsp;tersebut dipicu oleh keputusan pemerintah lokal  Irlandia Utara yang  ingin membatasi waktu pengibaran bendera Inggris  Raya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/01/10/414/744135/konflik-sektarian-kembali-memanas-di-irlandia-utara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/01/10/414/744135/konflik-sektarian-kembali-memanas-di-irlandia-utara"/><item><title>Konflik Sektarian Kembali Memanas di Irlandia Utara</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/01/10/414/744135/konflik-sektarian-kembali-memanas-di-irlandia-utara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/01/10/414/744135/konflik-sektarian-kembali-memanas-di-irlandia-utara</guid><pubDate>Kamis 10 Januari 2013 14:24 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Dwi Anggoro</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/01/10/414/744135/estCyKKL9i.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto : Bentrokan di Irlandia Utara (AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/01/10/414/744135/estCyKKL9i.jpg</image><title>Foto : Bentrokan di Irlandia Utara (AP)</title></images><description>BELFAST &amp;ndash;Konflik kembali terjadi antara warga Katolik dan Protestan di Irlandia Utara.  Konflik &amp;nbsp;tersebut dipicu oleh keputusan pemerintah lokal Irlandia Utara yang  ingin membatasi waktu pengibaran bendera Inggris Raya.
&amp;nbsp;
Saat ini pemerintahan di Irlandia Utara dikuasai warga Katolik yang ingin memisahkan diri dari Inggris Raya.  Sedangkan warga Protestan menginginkan Irlandia Utara tetap menjadi bagian  wilayah dari Inggris Raya.
&amp;nbsp;
Kebijakan tersebut dikeluarkan oleh pemerintah Irlandia  Utara sejak bulan lalu, namun pelaksanaannya baru dilakukan Rabu (9/1/2013)  kemarin ketika bendera Inggris Raya di Balai Kota mulai satu per satu  diturunkan.
&amp;nbsp;
Keputusan untuk membatasi waktu pengibaran bendera  Inggris Raya tersebut dianggap sebagai bentuk provokasi warga Katolik kepada  wargaProtestan. Para warga Protestan pun  melakukan kerusuhan sosial selama sebulan kebelakang sebagai bentuk protes,  seperti diberitakan Associated  Press, Kamis (10/1/2013).
&amp;nbsp;
Pihak kepolisian Irlandia Utara menyebutkan sekitar 66  warga terluka akibat aksi kerusuhan tersebut. Polisi juga telah menangkap  sekitar 100 orang yang dituduh ikut serta dalam aksi  kerusuhan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Pembatasan Pengibaran bendera merupakan titik baliknya,  semua frustasi yang dimiliki oleh kelompok Protestan akhirnya berubah menjadi  kemarahan karena kebijakan tersebut,&amp;rdquo; ujar Mike Nesbitt, tokoh Protestan Irlandia Utara.
&amp;nbsp;
Irlandia Utara sendiri menjadi wilayah Inggris Raya pada  tahun 1922 silam. Inggris saat itu merancang Irlandia Utara sebagai wilayah yang  mayoritas penduduknya beragama Protestan, namun saat ini kondisi berbalik dan warga Katolik pun berhasil menguasai  pemerintahan.</description><content:encoded>BELFAST &amp;ndash;Konflik kembali terjadi antara warga Katolik dan Protestan di Irlandia Utara.  Konflik &amp;nbsp;tersebut dipicu oleh keputusan pemerintah lokal Irlandia Utara yang  ingin membatasi waktu pengibaran bendera Inggris Raya.
&amp;nbsp;
Saat ini pemerintahan di Irlandia Utara dikuasai warga Katolik yang ingin memisahkan diri dari Inggris Raya.  Sedangkan warga Protestan menginginkan Irlandia Utara tetap menjadi bagian  wilayah dari Inggris Raya.
&amp;nbsp;
Kebijakan tersebut dikeluarkan oleh pemerintah Irlandia  Utara sejak bulan lalu, namun pelaksanaannya baru dilakukan Rabu (9/1/2013)  kemarin ketika bendera Inggris Raya di Balai Kota mulai satu per satu  diturunkan.
&amp;nbsp;
Keputusan untuk membatasi waktu pengibaran bendera  Inggris Raya tersebut dianggap sebagai bentuk provokasi warga Katolik kepada  wargaProtestan. Para warga Protestan pun  melakukan kerusuhan sosial selama sebulan kebelakang sebagai bentuk protes,  seperti diberitakan Associated  Press, Kamis (10/1/2013).
&amp;nbsp;
Pihak kepolisian Irlandia Utara menyebutkan sekitar 66  warga terluka akibat aksi kerusuhan tersebut. Polisi juga telah menangkap  sekitar 100 orang yang dituduh ikut serta dalam aksi  kerusuhan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Pembatasan Pengibaran bendera merupakan titik baliknya,  semua frustasi yang dimiliki oleh kelompok Protestan akhirnya berubah menjadi  kemarahan karena kebijakan tersebut,&amp;rdquo; ujar Mike Nesbitt, tokoh Protestan Irlandia Utara.
&amp;nbsp;
Irlandia Utara sendiri menjadi wilayah Inggris Raya pada  tahun 1922 silam. Inggris saat itu merancang Irlandia Utara sebagai wilayah yang  mayoritas penduduknya beragama Protestan, namun saat ini kondisi berbalik dan warga Katolik pun berhasil menguasai  pemerintahan.</content:encoded></item></channel></rss>
