<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dibully Teman, Siswa Lakukan Penembakan </title><description>Pemuda berusia 16 tahun melakukani penmbakan di SMU Taft Union di negara   bagian California, AS. Aksi itu menyebabkan beberapa  siswa sekolah  tersebut mengalami luka-luka.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/01/11/414/744691/dibully-teman-siswa-lakukan-penembakan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/01/11/414/744691/dibully-teman-siswa-lakukan-penembakan"/><item><title>Dibully Teman, Siswa Lakukan Penembakan </title><link>https://news.okezone.com/read/2013/01/11/414/744691/dibully-teman-siswa-lakukan-penembakan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/01/11/414/744691/dibully-teman-siswa-lakukan-penembakan</guid><pubDate>Jum'at 11 Januari 2013 12:56 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Dwi Anggoro</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/01/11/414/744691/hGCurwvKGW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto : Penembakan California (reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/01/11/414/744691/hGCurwvKGW.jpg</image><title>Foto : Penembakan California (reuters)</title></images><description>KERN COUNTY &amp;ndash;  Pemuda berusia 16 tahun melakukani penmbakan di SMU Taft Union di negara  bagian California, AS. Aksi itu menyebabkan beberapa  siswa sekolah tersebut mengalami luka-luka.
&amp;nbsp;
Walaupun menimbulkan korban luka-luka, tidak ada kabar  bahwa aksi tersebut menimbulkan korban jiwa. Pihak sekolah berhasil membujuk  pemuda yang belum diketahui identitasnya itu untuk menghentikan aksinya dan  menyerahkan senjata api yang ia gunakan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Menurut informasi yang telah kami kumpulkan, pelaku  melakukan penembakan sebagai balasan atas aksi bullying yang seringkali  didapatnya di sekolah tersebut, para korban yang ditembaknya kami duga telah  direncanakan sebelumnya,&amp;rdquo; ujar Ray Pruitt, Juru Bicara  Kepolisiasan Kern County,  kota tempat aksi  tersebut terjadi.
&amp;nbsp;
Diterangkan pihak kepolisian, pemuda tersebut memasuki  sebuah kelas yang dipenuhi oleh siswa. Ia kemudian memanggil nama salah satu  murid dan kemudian menembaknya. Ia mencoba untuk menembak murid lainnya namun  tembakannya meleset.
&amp;nbsp;
Aksi pemuda tersebut menimbulkan kepanikan dalam kelas,  sekira dua murid mengalami luka-luka karena berusaha melarikan diri dari kelas  tersebut, seperti diberitakan Reuters, Jumat  (11/1/2013).
&amp;nbsp;
Salah satu guru dan seorang petugas sekolah kemudian berusaha  menenangkan pemuda tersebut. Walaupun sempat terluka karena dipukul dengan  gagang senapan namun sang guru akhirnya berhasil membujuk pemuda itu untuk  menghentikan aksinya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kedua orang tersebut melakukan hal yang sangat heroik,  mereka tetap bisa tenang menghadapi seseorang yang memegang senapan dan baru  saja menggunakannya untuk menembak orang,&amp;rdquo; ujar Danny Youngblood, Kepala  kepolisian Kern  County.
&amp;nbsp;
Polisi menduga pemuda itu mendapatkan senjata api dari  kakaknya. Hal tersebut serupa dengan tragedi penembakan di Connnecticut dimana  pelaku penembakan massal mendapatkan senapan dari anggota keluarganya  sendiri.</description><content:encoded>KERN COUNTY &amp;ndash;  Pemuda berusia 16 tahun melakukani penmbakan di SMU Taft Union di negara  bagian California, AS. Aksi itu menyebabkan beberapa  siswa sekolah tersebut mengalami luka-luka.
&amp;nbsp;
Walaupun menimbulkan korban luka-luka, tidak ada kabar  bahwa aksi tersebut menimbulkan korban jiwa. Pihak sekolah berhasil membujuk  pemuda yang belum diketahui identitasnya itu untuk menghentikan aksinya dan  menyerahkan senjata api yang ia gunakan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Menurut informasi yang telah kami kumpulkan, pelaku  melakukan penembakan sebagai balasan atas aksi bullying yang seringkali  didapatnya di sekolah tersebut, para korban yang ditembaknya kami duga telah  direncanakan sebelumnya,&amp;rdquo; ujar Ray Pruitt, Juru Bicara  Kepolisiasan Kern County,  kota tempat aksi  tersebut terjadi.
&amp;nbsp;
Diterangkan pihak kepolisian, pemuda tersebut memasuki  sebuah kelas yang dipenuhi oleh siswa. Ia kemudian memanggil nama salah satu  murid dan kemudian menembaknya. Ia mencoba untuk menembak murid lainnya namun  tembakannya meleset.
&amp;nbsp;
Aksi pemuda tersebut menimbulkan kepanikan dalam kelas,  sekira dua murid mengalami luka-luka karena berusaha melarikan diri dari kelas  tersebut, seperti diberitakan Reuters, Jumat  (11/1/2013).
&amp;nbsp;
Salah satu guru dan seorang petugas sekolah kemudian berusaha  menenangkan pemuda tersebut. Walaupun sempat terluka karena dipukul dengan  gagang senapan namun sang guru akhirnya berhasil membujuk pemuda itu untuk  menghentikan aksinya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kedua orang tersebut melakukan hal yang sangat heroik,  mereka tetap bisa tenang menghadapi seseorang yang memegang senapan dan baru  saja menggunakannya untuk menembak orang,&amp;rdquo; ujar Danny Youngblood, Kepala  kepolisian Kern  County.
&amp;nbsp;
Polisi menduga pemuda itu mendapatkan senjata api dari  kakaknya. Hal tersebut serupa dengan tragedi penembakan di Connnecticut dimana  pelaku penembakan massal mendapatkan senapan dari anggota keluarganya  sendiri.</content:encoded></item></channel></rss>
