<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Formappi: Kinerja Anggota DPR 90 Persen Buruk</title><description>Anggapan itu muncul karena tugas wakil rakyat mengesahkan undang-undang meleset dari target.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/01/18/339/748432/formappi-kinerja-anggota-dpr-90-persen-buruk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/01/18/339/748432/formappi-kinerja-anggota-dpr-90-persen-buruk"/><item><title>Formappi: Kinerja Anggota DPR 90 Persen Buruk</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/01/18/339/748432/formappi-kinerja-anggota-dpr-90-persen-buruk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/01/18/339/748432/formappi-kinerja-anggota-dpr-90-persen-buruk</guid><pubDate>Jum'at 18 Januari 2013 20:06 WIB</pubDate><dc:creator>Fiddy Anggriawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/01/18/339/748432/Ik3EvhYgtR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/01/18/339/748432/Ik3EvhYgtR.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menuding kinerja anggota DPR 90 persen buruk. Anggapan itu muncul karena tugas wakil rakyat mengesahkan undang-undang meleset dari target.&quot;Ini menjukan 90 persen legislasi yang meleset dari target yang di buat, serta menunjukan kinerja yang tidak pernah meningkat. Saya menduga jangan-jangan memang mereka tidak punya kemampuan untuk itu,&quot; kata peneliti Formapi, Lucius Karus saat dihubungi wartawan, Jumat (18/1/2013).Lucius menambahkan, kinerja anggota dewan selama tiga tahun ini tidak berjalan maskimal. Banyak kasus korupsi yang menimpa anggota dewan dan produk undang-undang yang dibatalkan Mahkamah Konsitusi (MK), memperlihatkan betapa mandulnya fungsi legislasi.&quot;Saya kira kehadiran itu sangat penting sebagai salah satu indikator layak atau tidak layaknya dipilih dan ukuran sebagai politisi busuk,&quot; tegasnya.Para wakil rakyat yang seharusnya menyampaikan aspirasi dan agrumentasi dari konstituen, tapi nyatanya kerap tidak hadir. Rasanya, tambah dia, tidak pantas mendapatkan gaji yang merupakan uang rakyat.&quot;Tapi akhirnya yang penting bagaimana memanggil publik untuk melakukan evaluasi dan membuka kenyataan kualitas DPR, serta memvonis lebih awal agar masyarakat bisa memilih yang tepat,&quot; simpulnya.Anggota dewan, kata dia, tidak akan peduli soal kegagalannya selama menjabat. &quot;Tapi saya lihat ini bukan cuma faktor kepentingan saja yang mempengaruhi kinerja rendah, tapi ketika tiga tahun ini saya duga memang mereka tidak punya kapasitas sebagai anggota DPR,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menuding kinerja anggota DPR 90 persen buruk. Anggapan itu muncul karena tugas wakil rakyat mengesahkan undang-undang meleset dari target.&quot;Ini menjukan 90 persen legislasi yang meleset dari target yang di buat, serta menunjukan kinerja yang tidak pernah meningkat. Saya menduga jangan-jangan memang mereka tidak punya kemampuan untuk itu,&quot; kata peneliti Formapi, Lucius Karus saat dihubungi wartawan, Jumat (18/1/2013).Lucius menambahkan, kinerja anggota dewan selama tiga tahun ini tidak berjalan maskimal. Banyak kasus korupsi yang menimpa anggota dewan dan produk undang-undang yang dibatalkan Mahkamah Konsitusi (MK), memperlihatkan betapa mandulnya fungsi legislasi.&quot;Saya kira kehadiran itu sangat penting sebagai salah satu indikator layak atau tidak layaknya dipilih dan ukuran sebagai politisi busuk,&quot; tegasnya.Para wakil rakyat yang seharusnya menyampaikan aspirasi dan agrumentasi dari konstituen, tapi nyatanya kerap tidak hadir. Rasanya, tambah dia, tidak pantas mendapatkan gaji yang merupakan uang rakyat.&quot;Tapi akhirnya yang penting bagaimana memanggil publik untuk melakukan evaluasi dan membuka kenyataan kualitas DPR, serta memvonis lebih awal agar masyarakat bisa memilih yang tepat,&quot; simpulnya.Anggota dewan, kata dia, tidak akan peduli soal kegagalannya selama menjabat. &quot;Tapi saya lihat ini bukan cuma faktor kepentingan saja yang mempengaruhi kinerja rendah, tapi ketika tiga tahun ini saya duga memang mereka tidak punya kapasitas sebagai anggota DPR,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
