<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hujan 1 Jam, Ratusan Rumah di Kompleks Pemda Agam Banjir</title><description>Pertama kali sejak 27 tahun, perumahan Pemda Kabupaten Agam kebanjiran. Warga pun menuding pembangunan jalan bypass sebagai salah satu penyebab banjir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/01/25/340/751407/hujan-1-jam-ratusan-rumah-di-kompleks-pemda-agam-banjir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/01/25/340/751407/hujan-1-jam-ratusan-rumah-di-kompleks-pemda-agam-banjir"/><item><title>Hujan 1 Jam, Ratusan Rumah di Kompleks Pemda Agam Banjir</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/01/25/340/751407/hujan-1-jam-ratusan-rumah-di-kompleks-pemda-agam-banjir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/01/25/340/751407/hujan-1-jam-ratusan-rumah-di-kompleks-pemda-agam-banjir</guid><pubDate>Jum'at 25 Januari 2013 08:18 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Sikumbang</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/01/25/340/751407/U3VcrlCJxT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir di perumahan Pemda Agam, Sumbar (Dok: Wahyu Sikumbang/Sindo TV)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/01/25/340/751407/U3VcrlCJxT.jpg</image><title>Banjir di perumahan Pemda Agam, Sumbar (Dok: Wahyu Sikumbang/Sindo TV)</title></images><description>AGAM - Ratusan rumah di Perumahan Pemda Kabupaten Agam, di Kelurahan Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang, terendam air. Meski ketinggian air di dalam rumah mencapai 20 hingga 80 sentimeter, warga masih enggan mengungsi. Banjir kali ini merupakan yang terparah dalam kurun waktu 27 tahun terakhir.Rosma, warga perumahan Pemda Kabupaten Agam, mengatakan, banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi selama kurang dari satu jam pada Kamis, 24 Januari 2013 malam. Perumahan tersebut berada di perbatasan Agam dan Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.&amp;rdquo;Dapur basah semua, di mana mau tidur. Kasur basah semua terendam. Duduk saja di rumah susah, kursi basah terendam,&amp;rdquo; keluh Rosma, Jumat (25/1/2013).Sementara itu, Fitri, seorang warga lainnya, menyebutkan, selain hujan deras, banjir juga disebabkan aliran air dari kantor Balai Kota Bukittinggi serta aliran air dari Bukit Lurah. Posisi dua tempat itu lebih tinggi dari perumahan.Selain itu, lanjut Fitri, proyek jalan bypass yang menutup saluran air di pinggir jalan juga menjadi penyebab banjir.&amp;rdquo;Padahal hujan deras tidak lama. Kalau sampai seharian hujan, ini bisa banjir seperti di Jakarta. Sebelumnya tidak pernah, sudah 27 tahun kami tinggal di sini belum pernah banjir seperti ini,&amp;rdquo; jelasnya.Fitri berharap, Pemkab Agam dan Pemkot Bukittinggi segera mengatasi penyumbatan selokan, sehingga kejadian yang sama tidak terulang. Apalagi hujan masih terus turun hingga beberapa bulan mendatang.</description><content:encoded>AGAM - Ratusan rumah di Perumahan Pemda Kabupaten Agam, di Kelurahan Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang, terendam air. Meski ketinggian air di dalam rumah mencapai 20 hingga 80 sentimeter, warga masih enggan mengungsi. Banjir kali ini merupakan yang terparah dalam kurun waktu 27 tahun terakhir.Rosma, warga perumahan Pemda Kabupaten Agam, mengatakan, banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi selama kurang dari satu jam pada Kamis, 24 Januari 2013 malam. Perumahan tersebut berada di perbatasan Agam dan Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.&amp;rdquo;Dapur basah semua, di mana mau tidur. Kasur basah semua terendam. Duduk saja di rumah susah, kursi basah terendam,&amp;rdquo; keluh Rosma, Jumat (25/1/2013).Sementara itu, Fitri, seorang warga lainnya, menyebutkan, selain hujan deras, banjir juga disebabkan aliran air dari kantor Balai Kota Bukittinggi serta aliran air dari Bukit Lurah. Posisi dua tempat itu lebih tinggi dari perumahan.Selain itu, lanjut Fitri, proyek jalan bypass yang menutup saluran air di pinggir jalan juga menjadi penyebab banjir.&amp;rdquo;Padahal hujan deras tidak lama. Kalau sampai seharian hujan, ini bisa banjir seperti di Jakarta. Sebelumnya tidak pernah, sudah 27 tahun kami tinggal di sini belum pernah banjir seperti ini,&amp;rdquo; jelasnya.Fitri berharap, Pemkab Agam dan Pemkot Bukittinggi segera mengatasi penyumbatan selokan, sehingga kejadian yang sama tidak terulang. Apalagi hujan masih terus turun hingga beberapa bulan mendatang.</content:encoded></item></channel></rss>
