<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Thailand Perpanjang Waktu Penampungan Etnis Rohingya</title><description>Pemerintah Thailand bersedia untuk memperpanjang menampung warga  etnis Rohingya hingga enam bulan ke depan. Perpanjangan waktu  penampungan dilakukan bersamaan dengan negosiasi yang dilakukan oleh  Thailand dengan Myanmar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/01/26/411/751982/thailand-perpanjang-waktu-penampungan-etnis-rohingya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/01/26/411/751982/thailand-perpanjang-waktu-penampungan-etnis-rohingya"/><item><title>Thailand Perpanjang Waktu Penampungan Etnis Rohingya</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/01/26/411/751982/thailand-perpanjang-waktu-penampungan-etnis-rohingya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/01/26/411/751982/thailand-perpanjang-waktu-penampungan-etnis-rohingya</guid><pubDate>Sabtu 26 Januari 2013 11:46 WIB</pubDate><dc:creator>Fajar Nugraha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/01/26/411/751982/NPDZCU0smf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengungsi Rohingya (Foto: AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/01/26/411/751982/NPDZCU0smf.jpg</image><title>Pengungsi Rohingya (Foto: AP)</title></images><description> 
BANGKOK - Pemerintah Thailand bersedia untuk memperpanjang menampung warga etnis Rohingya hingga enam bulan ke depan. Perpanjangan waktu penampungan dilakukan bersamaan dengan negosiasi yang dilakukan oleh Thailand dengan Myanmar, tempat asal etnis Rohingya.
&amp;nbsp;
Keputusan itu diperoleh setelah berlangsungnya pembicaraan antara Kementerian Luar Negeri Thailand dan Myanmar, bersama dengan lembaga kemanusiaan lainnya. Sebelumnya, banyak lembaga kemanusiaan yang mendesak agar Thailand tidak mengembalikan pengungsi itu ke Myanmar.
&amp;nbsp;
Tetapi keputusan terakhir masih berada di tangan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra, yang mendorong rencana penampungan pengungsi etnis Rohingya. Berdasarkan data yang ada, sekira 1.390 warga etnis Rohingya berada di Thailand, yang sebagian besar berdomisili di wilayah Provinsi Songkhla yang berbatasan dengan Myanmar.
&amp;nbsp;
Selama menampung pengungsi Rohingya, Pemerintah Thailand menyisihkan dana sebesar 12 juta Baht atau sekira Rp3,8 miliar (Rp322 per Baht) untuk pengeluaran sehari-hari dari pengungsi.
&amp;nbsp;
Thailand pun mengupayakan bantuan dari lembaga internasional seperi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), organisasi migran internasional dan Komite Internasional Palang Merah. Thailand juga akan melakukan terhadap negara ketiga, yang bersedia untuk memberikan rumah baru bagi para pengungsi etnis Rohingya.
&amp;nbsp;
Tetapi Menteri Luar Negeri Thailand Surapong Tovichakchaikul mengatakan, &quot;tidak tertutup kemungkinan jika para pengungsi ini akan dikembalikan ke Myanmar&quot;. &quot;Pembahasan mengenai kepulangan para pengungsi ini kemungkinan akan dibahas oleh kedua pemerintahan,&quot; turut Surapong, seperti dikutip AFP, Sabtu (26/1/2013).
&amp;nbsp;
Negeri Gajah Putih juga akan membawa isu ini kepada Organisasi Konferensi Islam (OKI), yang akan melakukan kunjungan ke wilayah selatan Thailand. Pembicaraan juga direncanakan dengan Duta Besar Inggris untuk Thailand, demi mencari solusi dari masalah ini mengingat Myanmar dahulunya adalah koloni Inggris.</description><content:encoded> 
BANGKOK - Pemerintah Thailand bersedia untuk memperpanjang menampung warga etnis Rohingya hingga enam bulan ke depan. Perpanjangan waktu penampungan dilakukan bersamaan dengan negosiasi yang dilakukan oleh Thailand dengan Myanmar, tempat asal etnis Rohingya.
&amp;nbsp;
Keputusan itu diperoleh setelah berlangsungnya pembicaraan antara Kementerian Luar Negeri Thailand dan Myanmar, bersama dengan lembaga kemanusiaan lainnya. Sebelumnya, banyak lembaga kemanusiaan yang mendesak agar Thailand tidak mengembalikan pengungsi itu ke Myanmar.
&amp;nbsp;
Tetapi keputusan terakhir masih berada di tangan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra, yang mendorong rencana penampungan pengungsi etnis Rohingya. Berdasarkan data yang ada, sekira 1.390 warga etnis Rohingya berada di Thailand, yang sebagian besar berdomisili di wilayah Provinsi Songkhla yang berbatasan dengan Myanmar.
&amp;nbsp;
Selama menampung pengungsi Rohingya, Pemerintah Thailand menyisihkan dana sebesar 12 juta Baht atau sekira Rp3,8 miliar (Rp322 per Baht) untuk pengeluaran sehari-hari dari pengungsi.
&amp;nbsp;
Thailand pun mengupayakan bantuan dari lembaga internasional seperi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), organisasi migran internasional dan Komite Internasional Palang Merah. Thailand juga akan melakukan terhadap negara ketiga, yang bersedia untuk memberikan rumah baru bagi para pengungsi etnis Rohingya.
&amp;nbsp;
Tetapi Menteri Luar Negeri Thailand Surapong Tovichakchaikul mengatakan, &quot;tidak tertutup kemungkinan jika para pengungsi ini akan dikembalikan ke Myanmar&quot;. &quot;Pembahasan mengenai kepulangan para pengungsi ini kemungkinan akan dibahas oleh kedua pemerintahan,&quot; turut Surapong, seperti dikutip AFP, Sabtu (26/1/2013).
&amp;nbsp;
Negeri Gajah Putih juga akan membawa isu ini kepada Organisasi Konferensi Islam (OKI), yang akan melakukan kunjungan ke wilayah selatan Thailand. Pembicaraan juga direncanakan dengan Duta Besar Inggris untuk Thailand, demi mencari solusi dari masalah ini mengingat Myanmar dahulunya adalah koloni Inggris.</content:encoded></item></channel></rss>
