<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kodam II Sriwijaya: Jangan Sampai Seperti Kasus di Purwakarta</title><description>Kepala Penerangan Kodam II Sriwijaya, Letkol Arm Jauhari Agus Suraji,  meminta aparat Kepolisian untuk tegas dan menindak anggotanya yang  melakukan penembakan terhadap anggota Batalyon Armed 76/15 Martapura, Pratu Heru Oktavianus.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/01/28/340/752976/kodam-ii-sriwijaya-jangan-sampai-seperti-kasus-di-purwakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/01/28/340/752976/kodam-ii-sriwijaya-jangan-sampai-seperti-kasus-di-purwakarta"/><item><title>Kodam II Sriwijaya: Jangan Sampai Seperti Kasus di Purwakarta</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/01/28/340/752976/kodam-ii-sriwijaya-jangan-sampai-seperti-kasus-di-purwakarta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/01/28/340/752976/kodam-ii-sriwijaya-jangan-sampai-seperti-kasus-di-purwakarta</guid><pubDate>Senin 28 Januari 2013 18:57 WIB</pubDate><dc:creator>Deddy Pranata</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/01/28/340/752976/5Fpj1y6i5r.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi penembakan (Foto: Agung M/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/01/28/340/752976/5Fpj1y6i5r.jpg</image><title>Ilustrasi penembakan (Foto: Agung M/okezone)</title></images><description>PALEMBANG- Kepala Penerangan Kodam II Sriwijaya, Letkol Arm Jauhari Agus Suraji, meminta aparat Kepolisian untuk tegas dan menindak anggotanya yang melakukan penembakan terhadap anggota Batalyon Armed 76/15 Tarik Martapura, Kabupaten Oku Timur, Pratu Heru Oktavianus.&amp;ldquo;Kami tidak ingin peristiwa ini terjadi seperti kasus di Purwakarta lalu,&amp;rdquo; kata Agus Suraji saat di wawancarai wartawan di Mabes Kodam II Sriwijaya, Palembang, Senin (28/1/2013).Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Nugroho Widyotomo, menyayangkan aksi penembakan yang dilakukan anggota Polres Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Brigadir BW. Pangdam menilai, BW begitu mudah melepaskan tembakan.&amp;ldquo;Kita tunggu saja bagaimana hasil rekonstruksi nanti untuk lebih jelasnya. Pastinya kami akan selesaikan ini secara hukum,&quot; tuturnya.Atas penembakan tersebut, lanjut Nugroho, TNI telah menerapkan siaga I khususnya di wilayah Baturaja dan Martapura.Sebelumnya, bentrok fisik antara anggota Polri dan TNI terjadi di Purwakarta, Jawa Barat, pada 14 November 2006 lalu. Bentrok yang diduga akibat &amp;ldquo;lihat-lihat&amp;rdquo; itu berujung pengeroyokan. Dalam insiden tersebut, empat orang terluka.</description><content:encoded>PALEMBANG- Kepala Penerangan Kodam II Sriwijaya, Letkol Arm Jauhari Agus Suraji, meminta aparat Kepolisian untuk tegas dan menindak anggotanya yang melakukan penembakan terhadap anggota Batalyon Armed 76/15 Tarik Martapura, Kabupaten Oku Timur, Pratu Heru Oktavianus.&amp;ldquo;Kami tidak ingin peristiwa ini terjadi seperti kasus di Purwakarta lalu,&amp;rdquo; kata Agus Suraji saat di wawancarai wartawan di Mabes Kodam II Sriwijaya, Palembang, Senin (28/1/2013).Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Nugroho Widyotomo, menyayangkan aksi penembakan yang dilakukan anggota Polres Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Brigadir BW. Pangdam menilai, BW begitu mudah melepaskan tembakan.&amp;ldquo;Kita tunggu saja bagaimana hasil rekonstruksi nanti untuk lebih jelasnya. Pastinya kami akan selesaikan ini secara hukum,&quot; tuturnya.Atas penembakan tersebut, lanjut Nugroho, TNI telah menerapkan siaga I khususnya di wilayah Baturaja dan Martapura.Sebelumnya, bentrok fisik antara anggota Polri dan TNI terjadi di Purwakarta, Jawa Barat, pada 14 November 2006 lalu. Bentrok yang diduga akibat &amp;ldquo;lihat-lihat&amp;rdquo; itu berujung pengeroyokan. Dalam insiden tersebut, empat orang terluka.</content:encoded></item></channel></rss>
