<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Curhat ke Polisi, Suami Ini Temukan Sang Istri di Lokalisasi</title><description>Sorang suami melaporkan istrinya yang dibawa kabur seorang lelaki yang diduga germo ke lokalisasi Sintai, Tanjung Uncang, Batam.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/01/29/340/753323/curhat-ke-polisi-suami-ini-temukan-sang-istri-di-lokalisasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/01/29/340/753323/curhat-ke-polisi-suami-ini-temukan-sang-istri-di-lokalisasi"/><item><title>Curhat ke Polisi, Suami Ini Temukan Sang Istri di Lokalisasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/01/29/340/753323/curhat-ke-polisi-suami-ini-temukan-sang-istri-di-lokalisasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/01/29/340/753323/curhat-ke-polisi-suami-ini-temukan-sang-istri-di-lokalisasi</guid><pubDate>Selasa 29 Januari 2013 14:10 WIB</pubDate><dc:creator>Gusti Yennosa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/01/29/340/753323/ydM5DzubeY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi prostitusi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/01/29/340/753323/ydM5DzubeY.jpg</image><title>Ilustrasi prostitusi</title></images><description>BATAM- Sorang suami melaporkan istrinya yang dibawa kabur seorang lelaki yang diduga germo ke lokalisasi Sintai, Tanjung Uncang, Batam.Dengan menuntun dua anaknya yang masih kecil, Heriansyah warga perumahan Air Raja Blok D no 1 Tanjung Pinang mendatangi unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Barelang, Selasa (29/1/2013) siang.Dengan wajah kusut, Heryansah menceritakan jika istrinya, Salkha, dijual ke lokalisasi Sintai di Tanjung Uncang, Batam.&quot;Saya mendapat kabar kalau istri saya di Sintai Batam. Saat saya datangi, saya dan anak saya, R (4), menemukan Salkha sedang bersama lelaki di dalam kamar. Kami pun syok melihat hal tersebut,&quot; kata Heriansyah.Diceritakan Heriansyah bahwa pada Juli lalu, dia sempat bertengkar dengan istrinya gara-gara gaji. Saat itu istrinya marah karena gaji ke-13 tidak diserahkan kepadanya. &quot;Sejak saat itu hubungan kami kurang baik. Dia marah karena berpikiran saya menghabiskan gaji ke-13 itu, padahal gaji itu saya gunakan untuk kebutuhan keluarga. Gaji pokok yang saya terima perbulannya sekira Rp1,7 juta,&quot; ungkap pegawai Dinas Perhubungan Tanjung Pinang.Pada pertengahan Desember 2012, Salkha mengirimkan SMS yang mengatakan bahwa dirinya pergi dan tak usah dicari. Namun pada 25 Januari, Heryansah&amp;nbsp; mendapat kabar dari temannya jika istrinya ada dilokalisasi Sintai.&quot;Bersama anak anak saya berangkat ke Batam dan menemukan istri saya di lokalisasi tersebut,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>BATAM- Sorang suami melaporkan istrinya yang dibawa kabur seorang lelaki yang diduga germo ke lokalisasi Sintai, Tanjung Uncang, Batam.Dengan menuntun dua anaknya yang masih kecil, Heriansyah warga perumahan Air Raja Blok D no 1 Tanjung Pinang mendatangi unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Barelang, Selasa (29/1/2013) siang.Dengan wajah kusut, Heryansah menceritakan jika istrinya, Salkha, dijual ke lokalisasi Sintai di Tanjung Uncang, Batam.&quot;Saya mendapat kabar kalau istri saya di Sintai Batam. Saat saya datangi, saya dan anak saya, R (4), menemukan Salkha sedang bersama lelaki di dalam kamar. Kami pun syok melihat hal tersebut,&quot; kata Heriansyah.Diceritakan Heriansyah bahwa pada Juli lalu, dia sempat bertengkar dengan istrinya gara-gara gaji. Saat itu istrinya marah karena gaji ke-13 tidak diserahkan kepadanya. &quot;Sejak saat itu hubungan kami kurang baik. Dia marah karena berpikiran saya menghabiskan gaji ke-13 itu, padahal gaji itu saya gunakan untuk kebutuhan keluarga. Gaji pokok yang saya terima perbulannya sekira Rp1,7 juta,&quot; ungkap pegawai Dinas Perhubungan Tanjung Pinang.Pada pertengahan Desember 2012, Salkha mengirimkan SMS yang mengatakan bahwa dirinya pergi dan tak usah dicari. Namun pada 25 Januari, Heryansah&amp;nbsp; mendapat kabar dari temannya jika istrinya ada dilokalisasi Sintai.&quot;Bersama anak anak saya berangkat ke Batam dan menemukan istri saya di lokalisasi tersebut,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
