<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ribuan Warga Buleleng Ngamuk, Tebangi Pohon untuk Blokir Jalan</title><description>Ribuan warga memblokir jalan Singaraja-Gilimanuk dengan batang pohon. Pemblokiran dilakukan terkait sengketa tanah makam.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/01/29/340/753413/ribuan-warga-buleleng-ngamuk-tebangi-pohon-untuk-blokir-jalan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/01/29/340/753413/ribuan-warga-buleleng-ngamuk-tebangi-pohon-untuk-blokir-jalan"/><item><title>Ribuan Warga Buleleng Ngamuk, Tebangi Pohon untuk Blokir Jalan</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/01/29/340/753413/ribuan-warga-buleleng-ngamuk-tebangi-pohon-untuk-blokir-jalan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/01/29/340/753413/ribuan-warga-buleleng-ngamuk-tebangi-pohon-untuk-blokir-jalan</guid><pubDate>Selasa 29 Januari 2013 16:08 WIB</pubDate><dc:creator>Rohmat</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>DENPASAR - Ribuan warga Desa Temukus, Kabupaten Buleleng, Bali, mengamuk usai sidang di Pengadilan Negeri (PN) Singaraja. Mereka menebangi pohon dan memblokir jalan utama Singaraja-Gilimanuk hingga jalur tersebut lumpuh total selama lebih dari tiga jam.&amp;nbsp;Amuk massa terjadi sekira pukul 12.30 Wita. Kemarahan warga dipicu sengketa tanah makam seluas 6.000 meter persegi yang merupakan tanah adat. Tanah tersebut diklaim milik penggugat, Made Sueca.Gugatan pertama Sueca semula dicabut, namun belakangan didaftarkan kembali dan disidangkan di PN Singaraja.&amp;ldquo;Tadi, sidang pertama penggugat tidak hadir,&amp;rdquo; kata Gede Harja Astawa, kuasa hukum warga Temukus saat dihubungi melalui telefon.Astawa bersama warga sedianya hendak menyampaikan aspirasi ke Koalisi Masyarakat untuk Pilgub Bali di Denpasar. Namun di tengah, mereka langsung balik ke Singaraja.&amp;ldquo;Kami mendapat telefon warga mengamuk memblokir jalan dan menebang pohon,&amp;rdquo; imbuh Astawa.Dikatakan Astawa, ribuan warga yang masih berpakaian adat mengamuk lantaran kecewa makam tersebut diklaim warga luar desa mereka yang diduga dibekingi investor.Kemarahan warga baru segera mereda setelah Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, datang ke lokasi. Petugas Dalmas Polres Buleleng hingga sore ini  masih disiagakan di lokasi.Kapolres Buleleng, AKBP Beny Arjanto, meminta warga untuk membuka akses jalan yang diblokir. Pemblokiran tersebut menyebabkan kemacatan hingga lima kilometer.</description><content:encoded>DENPASAR - Ribuan warga Desa Temukus, Kabupaten Buleleng, Bali, mengamuk usai sidang di Pengadilan Negeri (PN) Singaraja. Mereka menebangi pohon dan memblokir jalan utama Singaraja-Gilimanuk hingga jalur tersebut lumpuh total selama lebih dari tiga jam.&amp;nbsp;Amuk massa terjadi sekira pukul 12.30 Wita. Kemarahan warga dipicu sengketa tanah makam seluas 6.000 meter persegi yang merupakan tanah adat. Tanah tersebut diklaim milik penggugat, Made Sueca.Gugatan pertama Sueca semula dicabut, namun belakangan didaftarkan kembali dan disidangkan di PN Singaraja.&amp;ldquo;Tadi, sidang pertama penggugat tidak hadir,&amp;rdquo; kata Gede Harja Astawa, kuasa hukum warga Temukus saat dihubungi melalui telefon.Astawa bersama warga sedianya hendak menyampaikan aspirasi ke Koalisi Masyarakat untuk Pilgub Bali di Denpasar. Namun di tengah, mereka langsung balik ke Singaraja.&amp;ldquo;Kami mendapat telefon warga mengamuk memblokir jalan dan menebang pohon,&amp;rdquo; imbuh Astawa.Dikatakan Astawa, ribuan warga yang masih berpakaian adat mengamuk lantaran kecewa makam tersebut diklaim warga luar desa mereka yang diduga dibekingi investor.Kemarahan warga baru segera mereda setelah Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, datang ke lokasi. Petugas Dalmas Polres Buleleng hingga sore ini  masih disiagakan di lokasi.Kapolres Buleleng, AKBP Beny Arjanto, meminta warga untuk membuka akses jalan yang diblokir. Pemblokiran tersebut menyebabkan kemacatan hingga lima kilometer.</content:encoded></item></channel></rss>
