<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Minim Tokoh Teladan, Penyebab Politikus Korupsi</title><description>Kader partai politik yang terlibat kasus korupsi seakan tidak pernah  ada habisnya. Terbaru, Presiden PKS yang ditetapkan sebagai tersangka kasus suap impor daging.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/02/01/339/755504/minim-tokoh-teladan-penyebab-politikus-korupsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/02/01/339/755504/minim-tokoh-teladan-penyebab-politikus-korupsi"/><item><title>Minim Tokoh Teladan, Penyebab Politikus Korupsi</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/02/01/339/755504/minim-tokoh-teladan-penyebab-politikus-korupsi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/02/01/339/755504/minim-tokoh-teladan-penyebab-politikus-korupsi</guid><pubDate>Jum'at 01 Februari 2013 23:28 WIB</pubDate><dc:creator>Tri Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/02/01/339/755504/Ee9wQhCxgK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/02/01/339/755504/Ee9wQhCxgK.jpg</image><title>Ilustrasi (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kader partai politik yang terlibat kasus korupsi seakan tidak pernah ada habisnya. Terbaru, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq, yang ditetapkan sebagai tersangka kasus suap impor daging.
&amp;nbsp;
Menurut Ketua Tunas Indonesia Raya (Tidar), Aryo Djojohadikusumo, banyaknya politikus yang terlibat kasus korupsi tak lepas dari minimnya tokoh yang bisa dijadikan teladan dalam partai politik.
&amp;nbsp;
&quot;Teladan atau senior politik ditempat lain tidak baik dan memberi contoh tidak baik,&amp;rdquo; kata Aryo saat Rakernas Tidar II di kantor DPP Tidar, Jakarta, Jumat (1/2/2013).
&amp;nbsp;
Dimatanya, kata dia, sosok yang patut dijadikan teladan dan tidak terlibat kasus korupsi hanyalah Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. &amp;ldquo;Di Tidar kita punya (teladan), yaitu Prabowo,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;
Aryo mengatakan, selain tidak adanya tokoh teladan dalam partai politik penyebab politikus terjerumus dalam korupsi yakni sistem perekrutan kader politik yang membuat mentalitas politikus muda tak teruji.
&amp;nbsp;
&quot;Kondisi itu jadi tantangan buat politikus muda di Tidar untuk tidak terjebak lingkaran setan, masuk politik hanya untuk mencari kekayaan pribadi,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
Sementara, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Tidar, Sabam Rajagukguk mengatakan, pada Rakernas II ini, salah satu yang jadi perhatian pengurus yakni mempersiapkan generasi muda yang handal untuk terjun dalam dunia politik.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Tidar percaya celah untuk kejahatan merajalela adalah ketika para pemuda tidak mengambil sikap dan tidak berperan aktif dalam perjuangan pembangunan bangsa,&amp;rdquo; tambahnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kader partai politik yang terlibat kasus korupsi seakan tidak pernah ada habisnya. Terbaru, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq, yang ditetapkan sebagai tersangka kasus suap impor daging.
&amp;nbsp;
Menurut Ketua Tunas Indonesia Raya (Tidar), Aryo Djojohadikusumo, banyaknya politikus yang terlibat kasus korupsi tak lepas dari minimnya tokoh yang bisa dijadikan teladan dalam partai politik.
&amp;nbsp;
&quot;Teladan atau senior politik ditempat lain tidak baik dan memberi contoh tidak baik,&amp;rdquo; kata Aryo saat Rakernas Tidar II di kantor DPP Tidar, Jakarta, Jumat (1/2/2013).
&amp;nbsp;
Dimatanya, kata dia, sosok yang patut dijadikan teladan dan tidak terlibat kasus korupsi hanyalah Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. &amp;ldquo;Di Tidar kita punya (teladan), yaitu Prabowo,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;
Aryo mengatakan, selain tidak adanya tokoh teladan dalam partai politik penyebab politikus terjerumus dalam korupsi yakni sistem perekrutan kader politik yang membuat mentalitas politikus muda tak teruji.
&amp;nbsp;
&quot;Kondisi itu jadi tantangan buat politikus muda di Tidar untuk tidak terjebak lingkaran setan, masuk politik hanya untuk mencari kekayaan pribadi,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
Sementara, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Tidar, Sabam Rajagukguk mengatakan, pada Rakernas II ini, salah satu yang jadi perhatian pengurus yakni mempersiapkan generasi muda yang handal untuk terjun dalam dunia politik.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Tidar percaya celah untuk kejahatan merajalela adalah ketika para pemuda tidak mengambil sikap dan tidak berperan aktif dalam perjuangan pembangunan bangsa,&amp;rdquo; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
