<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Ayam Kampus&quot; Fenomena yang Tak Terjamah Pendidik   </title><description>Baru-baru  ini KPK menangkap perantara  suap PT Indoguna  Utama dalam hal impor daging sapi, Ahmad Fathanah di Hotel Le  Meridien saat bersama seorang mahasiswi. Hal ini menjadi bukti nyata keberadaan ayam kampus di universitas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/02/01/373/755123/ayam-kampus-fenomena-yang-tak-terjamah-pendidik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/02/01/373/755123/ayam-kampus-fenomena-yang-tak-terjamah-pendidik"/><item><title>&quot;Ayam Kampus&quot; Fenomena yang Tak Terjamah Pendidik   </title><link>https://news.okezone.com/read/2013/02/01/373/755123/ayam-kampus-fenomena-yang-tak-terjamah-pendidik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/02/01/373/755123/ayam-kampus-fenomena-yang-tak-terjamah-pendidik</guid><pubDate>Jum'at 01 Februari 2013 13:00 WIB</pubDate><dc:creator>Margaret Puspitarini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/02/01/373/755123/OKqAOgUsNj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi : foxbusiness.com</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/02/01/373/755123/OKqAOgUsNj.jpg</image><title>Ilustrasi : foxbusiness.com</title></images><description>JAKARTA - Baru-baru  ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap perantara suap PT Indoguna  Utama dalam hal impor daging sapi, Ahmad Fathanah. Dalam penangkapan di Hotel Le  Meridien itu, Ahmad tengah bersama mahasiswi Universitas Prof. Dr. Moestopo  (Beragama) atau UPDM (B), Maharani Suciono.
&amp;nbsp;
Keberadaan Maharani  di hotel tersebut menjadi bukti nyata keberadaan ayam kampus di perguruan  tinggi. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Islam Indonesia (UII)  Yogyakarta Bachnas pun tidak menampik adanya fenomena tersebut di kalangan  kampus.
&amp;nbsp;
&quot;Ini sebetulnya  fenomena kampus dengan luar kampus. Fenomena kehidupan masyarakat karena kami  tidak bisa 100 persen mengawasi mahasiswa,&quot; ujar Bachnas ketika berbincang  dengan Okezone, Jumat (1/2/2013).
&amp;nbsp;
Dia mengakui,  keterbatasan pihak kampus untuk selalu mengawasi tindakan dan perilaku mahasiswa  secara 100 persen bukan tidak mungkin mengakibatkan adanya pelanggaran yang  dilakukan segelentir mahasiswa. Namun, lanjutnya, pihak kampus selalu berupaya  menekan angka pelanggaran tersebut.
&amp;nbsp;
&quot;Kalau ada satu atau  dua mahasiswa yang mungkin melakukan tindakan di luar aturan hukum itu bisa  saja, karena kami tidak mungkin untuk mengawasinya satu per satu. Tapi, kami  selalu berupaya menekan jumlah persentase pelanggaran tersebut,&quot;  jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Baru-baru  ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap perantara suap PT Indoguna  Utama dalam hal impor daging sapi, Ahmad Fathanah. Dalam penangkapan di Hotel Le  Meridien itu, Ahmad tengah bersama mahasiswi Universitas Prof. Dr. Moestopo  (Beragama) atau UPDM (B), Maharani Suciono.
&amp;nbsp;
Keberadaan Maharani  di hotel tersebut menjadi bukti nyata keberadaan ayam kampus di perguruan  tinggi. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Islam Indonesia (UII)  Yogyakarta Bachnas pun tidak menampik adanya fenomena tersebut di kalangan  kampus.
&amp;nbsp;
&quot;Ini sebetulnya  fenomena kampus dengan luar kampus. Fenomena kehidupan masyarakat karena kami  tidak bisa 100 persen mengawasi mahasiswa,&quot; ujar Bachnas ketika berbincang  dengan Okezone, Jumat (1/2/2013).
&amp;nbsp;
Dia mengakui,  keterbatasan pihak kampus untuk selalu mengawasi tindakan dan perilaku mahasiswa  secara 100 persen bukan tidak mungkin mengakibatkan adanya pelanggaran yang  dilakukan segelentir mahasiswa. Namun, lanjutnya, pihak kampus selalu berupaya  menekan angka pelanggaran tersebut.
&amp;nbsp;
&quot;Kalau ada satu atau  dua mahasiswa yang mungkin melakukan tindakan di luar aturan hukum itu bisa  saja, karena kami tidak mungkin untuk mengawasinya satu per satu. Tapi, kami  selalu berupaya menekan jumlah persentase pelanggaran tersebut,&quot;  jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
