<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PKS Masih Takut Keluar dari Setgab</title><description>Presiden PKS, Anis Matta mengatakan, usulan keluar dari koalisi masih harus dievaluasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/02/03/339/755789/pks-masih-takut-keluar-dari-setgab</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/02/03/339/755789/pks-masih-takut-keluar-dari-setgab"/><item><title>PKS Masih Takut Keluar dari Setgab</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/02/03/339/755789/pks-masih-takut-keluar-dari-setgab</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/02/03/339/755789/pks-masih-takut-keluar-dari-setgab</guid><pubDate>Minggu 03 Februari 2013 00:04 WIB</pubDate><dc:creator>Fiddy Anggriawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/02/02/339/755789/gMwQpxADCq.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/02/02/339/755789/gMwQpxADCq.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum memutuskan akan keluar atau tidak dari gerbong partai koalisi. Presiden PKS, Anis Matta mengatakan, usulan keluar dari koalisi masih harus dievaluasi.&quot;Itu nanti kita evaluasi, tapi tidak sekarang,&quot; tegasnya di kantor DPP PKS, Jakarta, Sabtu (2/2/2013).Sementara itu, Ketua DPP PKS bidang Kebijakan Publik, Hidayat Nur Wahid mengatakan terasa aneh jika PKS tiba-tiba memutuskan keluar koalisi hanya karena penetapan Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka kasus suap impor daging. &quot;Akan jadi aneh jika kami keluar dari Sekretariat Gabungan (Setgab) setelah peristiwa kemarin. Jadi, kami akan cermati satu atau dua minggu ke depan,&quot; ungkap Hidayat.Dia juga menambahkan, mayoritas suara kader PKS saat ini masih menginginkan terus berada di dalam partai pendukung pemerintahan Presiden SBY.&quot;Suara adalah bagian dari demokratis. Tapi suara atau aspirasi tidak identik dengan keputusan. Itu hanya suara aspirasi yang emosional. Justru banyak suara kader yang ingin tetap koalisi,&quot; tegas anggota Majelis Syuro PKS itu.Ketua Fraksi PKS di DPR ini pun mengaku, harus berfikir rasional untuk keluar dari Setgab.&amp;nbsp; &quot;Kami harus terukur ke depan dalam berpikir. Kalau keluar dari koalisi, justru hanya akan menimbulkan kontroversi baru,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum memutuskan akan keluar atau tidak dari gerbong partai koalisi. Presiden PKS, Anis Matta mengatakan, usulan keluar dari koalisi masih harus dievaluasi.&quot;Itu nanti kita evaluasi, tapi tidak sekarang,&quot; tegasnya di kantor DPP PKS, Jakarta, Sabtu (2/2/2013).Sementara itu, Ketua DPP PKS bidang Kebijakan Publik, Hidayat Nur Wahid mengatakan terasa aneh jika PKS tiba-tiba memutuskan keluar koalisi hanya karena penetapan Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka kasus suap impor daging. &quot;Akan jadi aneh jika kami keluar dari Sekretariat Gabungan (Setgab) setelah peristiwa kemarin. Jadi, kami akan cermati satu atau dua minggu ke depan,&quot; ungkap Hidayat.Dia juga menambahkan, mayoritas suara kader PKS saat ini masih menginginkan terus berada di dalam partai pendukung pemerintahan Presiden SBY.&quot;Suara adalah bagian dari demokratis. Tapi suara atau aspirasi tidak identik dengan keputusan. Itu hanya suara aspirasi yang emosional. Justru banyak suara kader yang ingin tetap koalisi,&quot; tegas anggota Majelis Syuro PKS itu.Ketua Fraksi PKS di DPR ini pun mengaku, harus berfikir rasional untuk keluar dari Setgab.&amp;nbsp; &quot;Kami harus terukur ke depan dalam berpikir. Kalau keluar dari koalisi, justru hanya akan menimbulkan kontroversi baru,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
