<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ramadhan Pohan: KPK Perkeruh Partai Demokrat</title><description>Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Ramadhan Pohan, mengatakan setahun terakhir partainya dibombardir isu-isu korupsi. Dia juga menuding Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut ambil bagian memperkeruh suasana.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/02/04/339/756048/ramadhan-pohan-kpk-perkeruh-partai-demokrat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/02/04/339/756048/ramadhan-pohan-kpk-perkeruh-partai-demokrat"/><item><title>Ramadhan Pohan: KPK Perkeruh Partai Demokrat</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/02/04/339/756048/ramadhan-pohan-kpk-perkeruh-partai-demokrat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/02/04/339/756048/ramadhan-pohan-kpk-perkeruh-partai-demokrat</guid><pubDate>Senin 04 Februari 2013 06:28 WIB</pubDate><dc:creator>Mustholih</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/02/04/339/756048/Cqw2DO5Bhs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Sekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/02/04/339/756048/Cqw2DO5Bhs.jpg</image><title>Wakil Sekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA- Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Ramadhan Pohan, mengatakan setahun terakhir partainya dibombardir isu-isu korupsi. Dia juga menuding Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut ambil bagian memperkeruh suasana.&quot;KPK memperparah situasi, terus bikin menggantung. Terus statemen pimpinan KPK bikin tambah bingung, kacau,&quot; kata Ramadhan dalam pesan singkat kepada Okezone, Minggu 3 Februari malam.
Meski kader partai berlambang bintang mercy itu banyak berurusan dengan KPK, namun Ramadhan menegaskan kader partai lain lebih banyak yang tersangkut kasus korupsi.&quot;Parpol lain kadernya jauh lebih banyak yang kena dan terlibat, sepi saja di media. Kami jadi korban. Dibilang pusing, ya pusing banget,&quot; keluh Ramadhan.Partai Demokrat seperti tidak kunjung reda dirundung perkara korupsi yang melibatkan kader-kadernya. Di mulai dari kasus suap Wisma Atlet yang menjungkalkan Muhammad Nazaruddin dari kursi bendahara umum partai, Angelina Sondakh kemudian menyusul dalam perkara penerimaan suap pembahasan anggaran proyek di Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.  Tamparan keras terus berlanjut setelah kader yang menjadi Menpora, Andi Mallarangeng, ditetapkan sebagai tersangka korupsi proyek pembangunan sport center Hambalang, Jawa Barat. Selain itu, sang ketua umum partai, Anas Urbaningrum, juga diduga terlibat pada &amp;nbsp;proyek yang sama.   Seperti diketahui, Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Jero Wacik, mendadak mendesak Anas turun dari kursi ketua umum. Jero meminta Anas berjiwa besar untuk meletakkan jabatannya demi menyelamatkan Demokrat.&quot;Kalau dia (Anas) mau mundur ya bagus. Capek kita soalnya. Daripada partai hancur,&quot; kata Jero saat menggelar jumpa pers di kediamannya, Bintaro, Banten.&amp;nbsp;
Desakan itu muncul karena popularitas dan elektabilitas Partai Demokrat terus merosot. Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mencatat bahwa Partai Demokrat hanya memperoleh delapan persen suara, di bawah Partai Golkar dan PDI Perjuangan.&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA- Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Ramadhan Pohan, mengatakan setahun terakhir partainya dibombardir isu-isu korupsi. Dia juga menuding Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut ambil bagian memperkeruh suasana.&quot;KPK memperparah situasi, terus bikin menggantung. Terus statemen pimpinan KPK bikin tambah bingung, kacau,&quot; kata Ramadhan dalam pesan singkat kepada Okezone, Minggu 3 Februari malam.
Meski kader partai berlambang bintang mercy itu banyak berurusan dengan KPK, namun Ramadhan menegaskan kader partai lain lebih banyak yang tersangkut kasus korupsi.&quot;Parpol lain kadernya jauh lebih banyak yang kena dan terlibat, sepi saja di media. Kami jadi korban. Dibilang pusing, ya pusing banget,&quot; keluh Ramadhan.Partai Demokrat seperti tidak kunjung reda dirundung perkara korupsi yang melibatkan kader-kadernya. Di mulai dari kasus suap Wisma Atlet yang menjungkalkan Muhammad Nazaruddin dari kursi bendahara umum partai, Angelina Sondakh kemudian menyusul dalam perkara penerimaan suap pembahasan anggaran proyek di Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.  Tamparan keras terus berlanjut setelah kader yang menjadi Menpora, Andi Mallarangeng, ditetapkan sebagai tersangka korupsi proyek pembangunan sport center Hambalang, Jawa Barat. Selain itu, sang ketua umum partai, Anas Urbaningrum, juga diduga terlibat pada &amp;nbsp;proyek yang sama.   Seperti diketahui, Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Jero Wacik, mendadak mendesak Anas turun dari kursi ketua umum. Jero meminta Anas berjiwa besar untuk meletakkan jabatannya demi menyelamatkan Demokrat.&quot;Kalau dia (Anas) mau mundur ya bagus. Capek kita soalnya. Daripada partai hancur,&quot; kata Jero saat menggelar jumpa pers di kediamannya, Bintaro, Banten.&amp;nbsp;
Desakan itu muncul karena popularitas dan elektabilitas Partai Demokrat terus merosot. Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mencatat bahwa Partai Demokrat hanya memperoleh delapan persen suara, di bawah Partai Golkar dan PDI Perjuangan.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
