<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PM Serbia Dituduh Terlibat Perdagangan Narkoba</title><description>Perdana Menteri Serbia Ivica Davic sedang terseret skandal narkoba. Ia  dituduh memiliki hubungan dengan pemimpin kartel narkoba Serbia,  Rodoljub Radulovic.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/02/04/414/756437/pm-serbia-dituduh-terlibat-perdagangan-narkoba</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/02/04/414/756437/pm-serbia-dituduh-terlibat-perdagangan-narkoba"/><item><title>PM Serbia Dituduh Terlibat Perdagangan Narkoba</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/02/04/414/756437/pm-serbia-dituduh-terlibat-perdagangan-narkoba</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/02/04/414/756437/pm-serbia-dituduh-terlibat-perdagangan-narkoba</guid><pubDate>Senin 04 Februari 2013 16:18 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Dwi Anggoro</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/02/04/414/756437/ciwWHuxm5Q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Orange</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/02/04/414/756437/ciwWHuxm5Q.jpg</image><title>Foto: Orange</title></images><description>BEOGRAD &amp;ndash; Perdana Menteri Serbia Ivica Davic sedang terseret skandal narkoba. Ia dituduh memiliki hubungan dengan pemimpin kartel narkoba Serbia, Rodoljub Radulovic.Radulovic selama ini dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab atas aksi penyelundupan kokain seberat dua ton dari Amerika Latin ke Eropa pada tahun 2009 lalu.Media Serbia melaporkan Davic pernah bertemu dengan Radulovic sebanyak dua kali pada tahun 2008 silam. Davic bertemu dengan gembong narkoba itu ketika ia masih menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri Serbia.Davic pun berkilah dengan menyatakan, kasus tersebut merupakan plot untuk menjatuhkan pemerintahannya. Saat ini Davic juga mendapatkan tekanan untuk membatalkan rencananya untuk masuk menjadi negara anggota Uni Eropa (UE).Kelompok yang menolak rencana menjadi anggota UE itu adalah partai SNS yang merupakan rekan koalisi Davic di pemerintahan. Partai tersebut pun mengancam akan keluar dari koalisi dan memaksakan pemilu lebih awal jika rencana Davic it uterus dilanjutkan.&amp;ldquo;Skandal ini adalah serangan yang ditujukan untuk memecah-belah pemerintah. Ada pihak yang berusaha memanfaatkan keadaan untuk dapat menyelenggarkan pemilu lebih awal,&quot; ujar Davic, seperti dikutip Reuters, Senin (4/2/2013).Seorang penasehat Davic sendiri mengakui bahwa atasannya sempat bertemu dengan Rodoljub. Namun ia menyatakan saat itu Davic tidak mengetahui bahwa Rodoljub adalah seorang gembong Narkoba.</description><content:encoded>BEOGRAD &amp;ndash; Perdana Menteri Serbia Ivica Davic sedang terseret skandal narkoba. Ia dituduh memiliki hubungan dengan pemimpin kartel narkoba Serbia, Rodoljub Radulovic.Radulovic selama ini dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab atas aksi penyelundupan kokain seberat dua ton dari Amerika Latin ke Eropa pada tahun 2009 lalu.Media Serbia melaporkan Davic pernah bertemu dengan Radulovic sebanyak dua kali pada tahun 2008 silam. Davic bertemu dengan gembong narkoba itu ketika ia masih menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri Serbia.Davic pun berkilah dengan menyatakan, kasus tersebut merupakan plot untuk menjatuhkan pemerintahannya. Saat ini Davic juga mendapatkan tekanan untuk membatalkan rencananya untuk masuk menjadi negara anggota Uni Eropa (UE).Kelompok yang menolak rencana menjadi anggota UE itu adalah partai SNS yang merupakan rekan koalisi Davic di pemerintahan. Partai tersebut pun mengancam akan keluar dari koalisi dan memaksakan pemilu lebih awal jika rencana Davic it uterus dilanjutkan.&amp;ldquo;Skandal ini adalah serangan yang ditujukan untuk memecah-belah pemerintah. Ada pihak yang berusaha memanfaatkan keadaan untuk dapat menyelenggarkan pemilu lebih awal,&quot; ujar Davic, seperti dikutip Reuters, Senin (4/2/2013).Seorang penasehat Davic sendiri mengakui bahwa atasannya sempat bertemu dengan Rodoljub. Namun ia menyatakan saat itu Davic tidak mengetahui bahwa Rodoljub adalah seorang gembong Narkoba.</content:encoded></item></channel></rss>
