<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNPB Belum Punya Penanganan Bencana Nuklir</title><description>Kepala BNPB, Syamsul Maarif,  mengakui hingga saat ini Indonesia masih belum memiliki formula dalam  melakukan penanganan bencana yang bersumber dari tenaga nuklir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/02/05/337/756959/bnpb-belum-punya-penanganan-bencana-nuklir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/02/05/337/756959/bnpb-belum-punya-penanganan-bencana-nuklir"/><item><title>BNPB Belum Punya Penanganan Bencana Nuklir</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/02/05/337/756959/bnpb-belum-punya-penanganan-bencana-nuklir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/02/05/337/756959/bnpb-belum-punya-penanganan-bencana-nuklir</guid><pubDate>Selasa 05 Februari 2013 14:03 WIB</pubDate><dc:creator>Angkasa Yudhistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/02/05/337/756959/2PtmaVBTL7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/02/05/337/756959/2PtmaVBTL7.jpg</image><title>Ilustrasi (ist)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Syamsul Maarif, mengakui hingga saat ini Indonesia masih belum memiliki formula dalam melakukan penanganan bencana yang bersumber dari tenaga nuklir.
&amp;nbsp;
&quot;Nuklir dan atom, ini perlu dibicarakan lebih serius, kira-kira kalau ini terjadi bencana di pusat industri yang menggunakan atom, kita masih sangat lemah untuk mengantisipasinya,&quot; kata Syamsul, di Jakarta, Selasa (5/1/2013).
&amp;nbsp;
Untuk itu, Syamsul mengatakan pihaknya akan menggandeng Badan Pengawasan Tenaga Nuklir dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), untuk dapat mengantisipasi bila bencana nuklir benar terjadi di Indonesia.
&amp;nbsp;
&quot;Kami terus mempelajari dari beberapa ahli nuklir. Dan untuk semua perlengkapan dan peralatannya itu kita usahakan produk dalam negeri,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;
Untuk diketahui, saat ini Indonesia memiliki mempunyai dua Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yakni, di Batan di Bandung dengan daya mencapai 60 MW dan di Serpong dengan daya 2 MW. Namun, dua PLTN tersebut belum digunakan secara konvensional.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Syamsul Maarif, mengakui hingga saat ini Indonesia masih belum memiliki formula dalam melakukan penanganan bencana yang bersumber dari tenaga nuklir.
&amp;nbsp;
&quot;Nuklir dan atom, ini perlu dibicarakan lebih serius, kira-kira kalau ini terjadi bencana di pusat industri yang menggunakan atom, kita masih sangat lemah untuk mengantisipasinya,&quot; kata Syamsul, di Jakarta, Selasa (5/1/2013).
&amp;nbsp;
Untuk itu, Syamsul mengatakan pihaknya akan menggandeng Badan Pengawasan Tenaga Nuklir dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), untuk dapat mengantisipasi bila bencana nuklir benar terjadi di Indonesia.
&amp;nbsp;
&quot;Kami terus mempelajari dari beberapa ahli nuklir. Dan untuk semua perlengkapan dan peralatannya itu kita usahakan produk dalam negeri,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;
Untuk diketahui, saat ini Indonesia memiliki mempunyai dua Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yakni, di Batan di Bandung dengan daya mencapai 60 MW dan di Serpong dengan daya 2 MW. Namun, dua PLTN tersebut belum digunakan secara konvensional.</content:encoded></item></channel></rss>
