<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Guyonan Jusuf Kalla Soal KAHMI</title><description>Ketua Majelis Etik Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jusuf  Kalla (JK) mengatakan, telah terjadi kesalahpahaman soal tren partai  Islam yang dianggap mengecil saat ini.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/02/05/337/757322/ini-guyonan-jusuf-kalla-soal-kahmi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/02/05/337/757322/ini-guyonan-jusuf-kalla-soal-kahmi"/><item><title>Ini Guyonan Jusuf Kalla Soal KAHMI</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/02/05/337/757322/ini-guyonan-jusuf-kalla-soal-kahmi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/02/05/337/757322/ini-guyonan-jusuf-kalla-soal-kahmi</guid><pubDate>Selasa 05 Februari 2013 23:32 WIB</pubDate><dc:creator>Fiddy Anggriawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/02/05/337/757322/HSAdfAG9xd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jusuf Kalla (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/02/05/337/757322/HSAdfAG9xd.jpg</image><title>Jusuf Kalla (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA -&amp;nbsp; Ketua Majelis Etik Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jusuf Kalla (JK) mengatakan, telah terjadi kesalahpahaman soal tren partai Islam yang dianggap mengecil saat ini.&quot;Salah kalau pengamat itu mengatakan partai Islam mengecil. Semau partai sekarang sudah sangat Islami, semua partai juga sudah sangat nasional,&quot; ungkap JK dalam acara pelantikan Majelis Nasional KAHMI di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (5/2/2013) malam. Mantan Ketua Umum Golkar ini menganggap, partai Islam dan partai nasionalis tidak memiliki banyak perbedaan. &quot;Apa bedanya misalkan kalau Partai Golkar itu dipimpin saya dan Akbar Tandjung, apa bedanya dengan PPP. Kalau Partai Demokrat Ketua Umumnya Anas, apa bedanya dengan PAN?&quot; canda JK disambut tawa hadirin.Perlu diketahui, beberapa hasil survei memperlihatkan popularitas dan elektabilitas partai politik berhaluan Islam terus turun. Survei teranyar dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyebutkan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) adalah partai berasas Islam yang mendapat suara terbanyak bila pemilu digelar hari ini dengan perolehan 5,6 persen. Kemudian Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendapatkan 4,1 persen. Sedangkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang kini dikaitkan dengan dugaan suap impor daging sapi saat survei hanya mendapatkan dukungan 2,7 persen untuk PKS. Sementara itu, Partai Amanat Nasional (PAN), juga tak mendapatkan dukungan yakni hanya 1,5 persen dari 1.220 responden.</description><content:encoded>JAKARTA -&amp;nbsp; Ketua Majelis Etik Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jusuf Kalla (JK) mengatakan, telah terjadi kesalahpahaman soal tren partai Islam yang dianggap mengecil saat ini.&quot;Salah kalau pengamat itu mengatakan partai Islam mengecil. Semau partai sekarang sudah sangat Islami, semua partai juga sudah sangat nasional,&quot; ungkap JK dalam acara pelantikan Majelis Nasional KAHMI di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (5/2/2013) malam. Mantan Ketua Umum Golkar ini menganggap, partai Islam dan partai nasionalis tidak memiliki banyak perbedaan. &quot;Apa bedanya misalkan kalau Partai Golkar itu dipimpin saya dan Akbar Tandjung, apa bedanya dengan PPP. Kalau Partai Demokrat Ketua Umumnya Anas, apa bedanya dengan PAN?&quot; canda JK disambut tawa hadirin.Perlu diketahui, beberapa hasil survei memperlihatkan popularitas dan elektabilitas partai politik berhaluan Islam terus turun. Survei teranyar dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyebutkan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) adalah partai berasas Islam yang mendapat suara terbanyak bila pemilu digelar hari ini dengan perolehan 5,6 persen. Kemudian Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendapatkan 4,1 persen. Sedangkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang kini dikaitkan dengan dugaan suap impor daging sapi saat survei hanya mendapatkan dukungan 2,7 persen untuk PKS. Sementara itu, Partai Amanat Nasional (PAN), juga tak mendapatkan dukungan yakni hanya 1,5 persen dari 1.220 responden.</content:encoded></item></channel></rss>
