<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Simpati Mengalir untuk Siswi SD yang Melahirkan di Bali</title><description>Simpati untuk J, siswi kelas VI SD di Bangli, Bali, terus mengalir. J melahirkan bayinya secara prematur. Bayi perempuannya meninggal delapan jam setelah proses persalinan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/02/05/340/756859/simpati-mengalir-untuk-siswi-sd-yang-melahirkan-di-bali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/02/05/340/756859/simpati-mengalir-untuk-siswi-sd-yang-melahirkan-di-bali"/><item><title>Simpati Mengalir untuk Siswi SD yang Melahirkan di Bali</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/02/05/340/756859/simpati-mengalir-untuk-siswi-sd-yang-melahirkan-di-bali</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/02/05/340/756859/simpati-mengalir-untuk-siswi-sd-yang-melahirkan-di-bali</guid><pubDate>Selasa 05 Februari 2013 11:59 WIB</pubDate><dc:creator>Rohmat</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>DENPASAR - Nasib tragis yang menimpa J (13), siswi kelas VI SD di Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, Bali, mengundang simpati berbagai kalangan. J terpaksa menikah dini dengan pria beranak dua setelah diketahui hamil enam bulan.
&amp;nbsp;
J melahirkan bayinya secara prematur di RSUD Bangli. Namun, karena terlalu prematur dan beratnya 600 gram, bayi tersebut hanya bertahan delapan jam dan meninggal dunia pagi tadi.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami tengah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membantu memulihkan korban yang kehilangan bayinya saat melahirkan,&amp;ldquo; ujar Agung Bintang, Camat Tembuku, saat dihubungi Okezone melalui sambungan telefone, Selasa (5/2/2012).
&amp;nbsp;
Selain itu, karena korban tidak mungkin kembali lagi ke sekolah, pihaknya juga akan memfasilitasi agar J bisa melanjutkan pendidikan di jalur kejar paket. Selain itu, J akan mendapat bekal keterampilan.
&amp;nbsp;
Hingga kini, J masih menjalani perawatan di RSUD Bangli untuk pemulihan. Beberapa pejabat sudah menjenguk ke rumah sakit untuk memberikan dukungan moral kepada bocah yang terpaksa menikah dini dengan pria beranak dua itu.</description><content:encoded>DENPASAR - Nasib tragis yang menimpa J (13), siswi kelas VI SD di Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, Bali, mengundang simpati berbagai kalangan. J terpaksa menikah dini dengan pria beranak dua setelah diketahui hamil enam bulan.
&amp;nbsp;
J melahirkan bayinya secara prematur di RSUD Bangli. Namun, karena terlalu prematur dan beratnya 600 gram, bayi tersebut hanya bertahan delapan jam dan meninggal dunia pagi tadi.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami tengah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membantu memulihkan korban yang kehilangan bayinya saat melahirkan,&amp;ldquo; ujar Agung Bintang, Camat Tembuku, saat dihubungi Okezone melalui sambungan telefone, Selasa (5/2/2012).
&amp;nbsp;
Selain itu, karena korban tidak mungkin kembali lagi ke sekolah, pihaknya juga akan memfasilitasi agar J bisa melanjutkan pendidikan di jalur kejar paket. Selain itu, J akan mendapat bekal keterampilan.
&amp;nbsp;
Hingga kini, J masih menjalani perawatan di RSUD Bangli untuk pemulihan. Beberapa pejabat sudah menjenguk ke rumah sakit untuk memberikan dukungan moral kepada bocah yang terpaksa menikah dini dengan pria beranak dua itu.</content:encoded></item></channel></rss>
