<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dosen Unair Lolos Seleksi Ajang Stand Up Comedy</title><description>Stand up  comedy merupakan tren dunia komedi yang kembali  naik daun. Apalagi dengan adanya  stasiun TV swasta yang menghelat  kompetisi untuk menjaring bakat para stand up komedian di masyarakat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/02/06/373/757737/dosen-unair-lolos-seleksi-ajang-stand-up-comedy</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/02/06/373/757737/dosen-unair-lolos-seleksi-ajang-stand-up-comedy"/><item><title>Dosen Unair Lolos Seleksi Ajang Stand Up Comedy</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/02/06/373/757737/dosen-unair-lolos-seleksi-ajang-stand-up-comedy</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/02/06/373/757737/dosen-unair-lolos-seleksi-ajang-stand-up-comedy</guid><pubDate>Rabu 06 Februari 2013 16:40 WIB</pubDate><dc:creator>Margaret Puspitarini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/02/06/373/757737/YCpr2VhLIw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto : Dosen Unair Pulung Siswantara/Unair</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/02/06/373/757737/YCpr2VhLIw.jpg</image><title>Foto : Dosen Unair Pulung Siswantara/Unair</title></images><description>JAKARTA - Stand up  comedy merupakan tren dunia komedi yang kembali naik daun. Apalagi dengan adanya  stasiun TV swasta yang menghelat kompetisi untuk menjaring bakat para stand up comedian di masyarakat.Dari ratusan peserta  yang mengikuti audisi, Dosen Departemen Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku  (PKIP) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair) Surabaya  Pulung Siswantara dinyatakan lolos seleksi ke tahap  selanjutnya.
&amp;nbsp;
Pengumuman  keberhasilan Pulung ke babak selanjutnya  diterima melalui akun twitternya. Kelolosan Pulung pun mendatangkan konsekuensi.  &amp;ldquo;Karena lolos, ya saya mulai bolak-balik Jakarta-Surabaya setelah ini,&amp;rdquo; ujar  Pulung, seperti dikutip dari situs Unair, Rabu (6/2/2013).
&amp;nbsp;
Sebelum dipastikan  melaju ke Jakarta, Pulung telah melakukan audisi open mic di depan Raditya Dika dan Indro Warkop saat  audisi Surabaya yang digelar di FEB Unair. &amp;ldquo;Ada 180 peserta yang ikut. Dari  jumlah itu, hanya 10 orang yang mendapatkan Golden Ticket Stand Up termasuk  saya. Kemudian, peserta yang mendapat Golden Ticket di seluruh Indonesia akan  diseleksi lagi untuk bisa tampil di Kompas TV Jakarta. Alhamdulillah saya lolos  lagi,&amp;rdquo; jelasnya.
&amp;nbsp;
Kemampuannya sebagai  seorang komedian tak jarang ditampilkan saat mengajar. Bahkan, para mahasiswa  pun dianggap sebagai latihan sebelum tampil sesungguhnya. &amp;ldquo;Sebelum menjadi  comic, saya mencoba terlebih dahulu di depan kelas, ngajar sambil menyelipkan joke-joke. Eh ternyata mahasiswa banyak yang ketawa,&amp;rdquo; papar  Pulung.
&amp;nbsp;
Menurut Pulung,  mengajar sambil melawak tidak akan membuat kelas menjadi tidak kondusif. Justru  dengan suasana kelas yang fun, lanjutnya, mahasiswa lebih mudah untuk menangkap  materi yang disampaikan. Metode mengajar sambil ngelawak tersebut mendapat  respon positif. Hal ini terbukti dari data evaluasi akhir perkuliahan oleh  mahasiswa (EDOM).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Selain evaluasi yang  memang diberikan oleh pihak fakultas, saya juga mengadakan evaluasi mandiri  tentang metode pembelajaran yang saya gunakan. Dan ternyata dari mahasiswa  banyak yang suka dan merespons positif  sehingga metode tersebut saya pakai sampai sekarang. Kalau responsnya negatif pasti metode tersebut tidak saya  lanjutkan lagi kan,&amp;rdquo; tutur pria kelahiran Jombang, 24 April 1982  tersebut.
&amp;nbsp;
Pulung juga pernah  terjun dalam beberapa kompetisi comic. Beberapa kompetisi pun berhasil dia  taklukan, seperti juara 1 di KomtungTVdotcom dan juara dua di kompetisi Stand Up  Comedy yang diselenggarakan Komedi Kopi. Selain itu, Pulung juga pernah meraih  Juara Harapan 1 di kompetisi Stand Up Comedy yang diselenggarakan oleh  KFC.
&amp;nbsp;
Pria yang pernah  tampil sebagai comic di Darmo Heerlijk Cafe itu mengaku, sebelum terjun dalam  dunia comic dia membekali diri terlebih dahulu dengan banyak membaca buku-buku  stand up comedy dari Amerika Serikat. Materi stand up Pulung pun ternyata tidak  jauh dari bidang yang digeluti, yaitu tentang gaya hidup  sehat.
&amp;nbsp;
Tidak hanya melawak,  materi lawakan yang dibawakan Pulung pun sarat makna untuk terus menjaga  kesehatan. &quot;Selain harus membuat penonton tertawa lepas, saya juga menyisipkan  materi penyuluhan soal kesehatan, seperti materi antirokok dan pentingnya cuci  tangan,&quot; imbuhnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Stand up  comedy merupakan tren dunia komedi yang kembali naik daun. Apalagi dengan adanya  stasiun TV swasta yang menghelat kompetisi untuk menjaring bakat para stand up comedian di masyarakat.Dari ratusan peserta  yang mengikuti audisi, Dosen Departemen Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku  (PKIP) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair) Surabaya  Pulung Siswantara dinyatakan lolos seleksi ke tahap  selanjutnya.
&amp;nbsp;
Pengumuman  keberhasilan Pulung ke babak selanjutnya  diterima melalui akun twitternya. Kelolosan Pulung pun mendatangkan konsekuensi.  &amp;ldquo;Karena lolos, ya saya mulai bolak-balik Jakarta-Surabaya setelah ini,&amp;rdquo; ujar  Pulung, seperti dikutip dari situs Unair, Rabu (6/2/2013).
&amp;nbsp;
Sebelum dipastikan  melaju ke Jakarta, Pulung telah melakukan audisi open mic di depan Raditya Dika dan Indro Warkop saat  audisi Surabaya yang digelar di FEB Unair. &amp;ldquo;Ada 180 peserta yang ikut. Dari  jumlah itu, hanya 10 orang yang mendapatkan Golden Ticket Stand Up termasuk  saya. Kemudian, peserta yang mendapat Golden Ticket di seluruh Indonesia akan  diseleksi lagi untuk bisa tampil di Kompas TV Jakarta. Alhamdulillah saya lolos  lagi,&amp;rdquo; jelasnya.
&amp;nbsp;
Kemampuannya sebagai  seorang komedian tak jarang ditampilkan saat mengajar. Bahkan, para mahasiswa  pun dianggap sebagai latihan sebelum tampil sesungguhnya. &amp;ldquo;Sebelum menjadi  comic, saya mencoba terlebih dahulu di depan kelas, ngajar sambil menyelipkan joke-joke. Eh ternyata mahasiswa banyak yang ketawa,&amp;rdquo; papar  Pulung.
&amp;nbsp;
Menurut Pulung,  mengajar sambil melawak tidak akan membuat kelas menjadi tidak kondusif. Justru  dengan suasana kelas yang fun, lanjutnya, mahasiswa lebih mudah untuk menangkap  materi yang disampaikan. Metode mengajar sambil ngelawak tersebut mendapat  respon positif. Hal ini terbukti dari data evaluasi akhir perkuliahan oleh  mahasiswa (EDOM).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Selain evaluasi yang  memang diberikan oleh pihak fakultas, saya juga mengadakan evaluasi mandiri  tentang metode pembelajaran yang saya gunakan. Dan ternyata dari mahasiswa  banyak yang suka dan merespons positif  sehingga metode tersebut saya pakai sampai sekarang. Kalau responsnya negatif pasti metode tersebut tidak saya  lanjutkan lagi kan,&amp;rdquo; tutur pria kelahiran Jombang, 24 April 1982  tersebut.
&amp;nbsp;
Pulung juga pernah  terjun dalam beberapa kompetisi comic. Beberapa kompetisi pun berhasil dia  taklukan, seperti juara 1 di KomtungTVdotcom dan juara dua di kompetisi Stand Up  Comedy yang diselenggarakan Komedi Kopi. Selain itu, Pulung juga pernah meraih  Juara Harapan 1 di kompetisi Stand Up Comedy yang diselenggarakan oleh  KFC.
&amp;nbsp;
Pria yang pernah  tampil sebagai comic di Darmo Heerlijk Cafe itu mengaku, sebelum terjun dalam  dunia comic dia membekali diri terlebih dahulu dengan banyak membaca buku-buku  stand up comedy dari Amerika Serikat. Materi stand up Pulung pun ternyata tidak  jauh dari bidang yang digeluti, yaitu tentang gaya hidup  sehat.
&amp;nbsp;
Tidak hanya melawak,  materi lawakan yang dibawakan Pulung pun sarat makna untuk terus menjaga  kesehatan. &quot;Selain harus membuat penonton tertawa lepas, saya juga menyisipkan  materi penyuluhan soal kesehatan, seperti materi antirokok dan pentingnya cuci  tangan,&quot; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
