<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dirjen Bimas Hindu: Kerusuhan Sumbawa Tak Terkait Agama</title><description>Direktur Jenderal Bimas Hindu, Kementerian Agama (Kemenag), Ida Bagus  Gde Yudha Triguna mengatakan, aksi kekerasan kelompok di beberapa  daerah, bukan mengatasnamakan agama.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/02/08/337/759033/dirjen-bimas-hindu-kerusuhan-sumbawa-tak-terkait-agama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/02/08/337/759033/dirjen-bimas-hindu-kerusuhan-sumbawa-tak-terkait-agama"/><item><title>Dirjen Bimas Hindu: Kerusuhan Sumbawa Tak Terkait Agama</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/02/08/337/759033/dirjen-bimas-hindu-kerusuhan-sumbawa-tak-terkait-agama</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/02/08/337/759033/dirjen-bimas-hindu-kerusuhan-sumbawa-tak-terkait-agama</guid><pubDate>Jum'at 08 Februari 2013 18:00 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/02/08/337/759033/Ig8h2ek8Tv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/02/08/337/759033/Ig8h2ek8Tv.jpg</image><title>Ilustrasi (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Direktur Jenderal Bimas Hindu, Kementerian Agama (Kemenag), Ida Bagus Gde Yudha Triguna mengatakan, aksi kekerasan kelompok di beberapa daerah, bukan mengatasnamakan agama. Menurutnya, dalam kurun waktu 2012_2013 sedikitnya&amp;nbsp; 11 Pura dirusak massa dengan tingkat kerusakan rata-rata mencapai 85 persen.&quot;Itu kejadian pada kurun waktu 2012-2013 ini. Seringnya umat Hindu secara bergotong royong melakukan perbaikan Pura itu,&quot; kata Ida Bagus Gde Yudha Triguna di&amp;nbsp; Jakarta, Jumat (8/1/2013).Lebih lanjut dia mengungkapkan,&amp;nbsp; kekerasan pada kelompok umat Hindu itu terjadi pada dua wilayah, yakni Lampung dan Nusa Tenggara Barat (NTB). &quot;Kalau di NTB hanya satu Pura yang dirusak. Sama seperti di Lampung, tempat ibadah umat Hindu di NTB itu juga dibakar massa,&quot; tandasnya.Menurutnya, pemicu kekerasan itu lebih pada kekecewaan sepihak saja.Tidak ada keterlibatan unsur agama dalam konflik sosial yang terjadi atas peristiwa tersebut. &quot;Enggak ada unsur agama dalam kekerasan. Itu murni kerusuhan sosial saja. Makanya kami pun tak perlu ikut terlibat,&quot; jelasnya.Dia menambahkan, masyarakat Hindu di Indonesia sangat memahami permasalahan tersebut. Mereka juga memperbaiki kerusakan yang terjadi pada tempat ibadah secara gotong royong. &amp;ldquo;Sebagian yang rusak sudah diperbaiki. Memang tak cepat untuk perbaikan. Ada berapa bagian yang butuh ketelitian tinggi,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Jenderal Bimas Hindu, Kementerian Agama (Kemenag), Ida Bagus Gde Yudha Triguna mengatakan, aksi kekerasan kelompok di beberapa daerah, bukan mengatasnamakan agama. Menurutnya, dalam kurun waktu 2012_2013 sedikitnya&amp;nbsp; 11 Pura dirusak massa dengan tingkat kerusakan rata-rata mencapai 85 persen.&quot;Itu kejadian pada kurun waktu 2012-2013 ini. Seringnya umat Hindu secara bergotong royong melakukan perbaikan Pura itu,&quot; kata Ida Bagus Gde Yudha Triguna di&amp;nbsp; Jakarta, Jumat (8/1/2013).Lebih lanjut dia mengungkapkan,&amp;nbsp; kekerasan pada kelompok umat Hindu itu terjadi pada dua wilayah, yakni Lampung dan Nusa Tenggara Barat (NTB). &quot;Kalau di NTB hanya satu Pura yang dirusak. Sama seperti di Lampung, tempat ibadah umat Hindu di NTB itu juga dibakar massa,&quot; tandasnya.Menurutnya, pemicu kekerasan itu lebih pada kekecewaan sepihak saja.Tidak ada keterlibatan unsur agama dalam konflik sosial yang terjadi atas peristiwa tersebut. &quot;Enggak ada unsur agama dalam kekerasan. Itu murni kerusuhan sosial saja. Makanya kami pun tak perlu ikut terlibat,&quot; jelasnya.Dia menambahkan, masyarakat Hindu di Indonesia sangat memahami permasalahan tersebut. Mereka juga memperbaiki kerusakan yang terjadi pada tempat ibadah secara gotong royong. &amp;ldquo;Sebagian yang rusak sudah diperbaiki. Memang tak cepat untuk perbaikan. Ada berapa bagian yang butuh ketelitian tinggi,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
