<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anas Tak Percaya Survei karena Tak Rela Lepas Jabatan</title><description>Banyak kalangan menilai Partai Demokrat berada diambang kehancuran menjelang Pemilu 2014.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/02/08/339/758649/anas-tak-percaya-survei-karena-tak-rela-lepas-jabatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/02/08/339/758649/anas-tak-percaya-survei-karena-tak-rela-lepas-jabatan"/><item><title>Anas Tak Percaya Survei karena Tak Rela Lepas Jabatan</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/02/08/339/758649/anas-tak-percaya-survei-karena-tak-rela-lepas-jabatan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/02/08/339/758649/anas-tak-percaya-survei-karena-tak-rela-lepas-jabatan</guid><pubDate>Jum'at 08 Februari 2013 09:12 WIB</pubDate><dc:creator>Misbahol Munir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/02/08/339/758649/5y1w7gBaZO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anas Urbaningrum (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/02/08/339/758649/5y1w7gBaZO.jpg</image><title>Anas Urbaningrum (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Banyak kalangan menilai Partai Demokrat berada diambang kehancuran menjelang Pemilu 2014. Hal itu disebabkan semakin jebloknya perolehan suara partai berlambang bintang mercy dalam survei yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) beberapa hari yang lalu. Namun, Ketua Umum PD Anas Urbaningrum, mengatakan tidak terlalu menghiraukan hasil survei tersebut
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Direktur Eksekutif Constitusional and Electoral Reform Centre Refly Harun mengatakan, seharusnya Anas menjadikan hasil survei sebagai pembelajaran untuk membenahi partainya. Apalagi, survei tersebut dilakukan oleh SMRC, di mana Saiful Mujani merupakan tokoh pelopor dalam dunia survei.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kalau kita bicara survei kita lihat dulu lembaga surveinya, tapi kalau SMRC,  yakni Saiful Mujani merupakan pelopor survei. Terlepas hasil survei itu diterima sebagai pembelajaran atau tidak itu tergantung. Tapi hasil survei ini kan seharusnya dibangun untuk memperbaiki partai sehingga partai makin solid,&quot; ungkap Refly saat berbincang dengan Okezone, Jumat (8/2/2013).
&amp;nbsp;
Bagi Refly, seharusnya Anas sadar dengan hasil survei partainya yang terus merosot. Hal itu tidak lepas karena opini media yang terus menerus menyiarkan kasus dugaan keterlibatan Anas terkait korupsi Hambalang. Sehingga kata dia, opini itu berdampak anjloknya elektabilitas dan citra partai.
&amp;nbsp;
&quot;Yang tidak bisa diterima kan karena pemberitaan yang terus menerus membuat Demokrat anjlok. Itu kan pembelaan diri. Kenapa itu turun, ya karena pemberitaan Anas. Kalau terus begini hingga pemilu, ya akan hancur,&quot; jelas dia.
&amp;nbsp;
Kata dia, desakan agar Anas mengundurkan diri karena pemberitaan tentang keterkaitannya dalam kasus korupsi sangat wajar. Karena para pendiri dan politikus senior tak ingin melihat Demokrat hancur. Namun, kata dia tidak gampang untuk Anas menyerahkan jabatan Ketua Umum PD. Apalagi, untuk menjadi Ketua Umum sudah berjuang mati-matian.
&amp;nbsp;
&quot;Kalau Anas jadi tersangka jelang pemilu, dan statusnya begini-begini ya akan hancur, ya yang paling efektif ya menonaktifkan, tapi yang tampil ke publik bukan dia yang tidak bermasalah. opini itu kan metter off perception. Itu bisa diterima, yang menyebabkan elektabilitas turun karena pemberitaan Ketua Umum,&amp;rdquo; imbuhnya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Sekarang ini, di politik kita ini kan Ketum ini selalu segala-galanya. Di Amerika kan tidak diketahui siapa Ketua Umumnya, publik tidak mengetahui tentang hiruk pikuk pertarungan Ketua Umum dan mengabdi di politik tidak harus jadi ketua. Yang paling berpengaruh itu kan opini publik. Ya Anas kalau ingin menyelamatkan ya mundur, untuk jadi Ketum kan berdarah-darah. Tapi itu fakta membuktikan karena posisi itu akan dibela mati-matiaan. itu buruknya parpol di Indonesia,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Banyak kalangan menilai Partai Demokrat berada diambang kehancuran menjelang Pemilu 2014. Hal itu disebabkan semakin jebloknya perolehan suara partai berlambang bintang mercy dalam survei yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) beberapa hari yang lalu. Namun, Ketua Umum PD Anas Urbaningrum, mengatakan tidak terlalu menghiraukan hasil survei tersebut
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Direktur Eksekutif Constitusional and Electoral Reform Centre Refly Harun mengatakan, seharusnya Anas menjadikan hasil survei sebagai pembelajaran untuk membenahi partainya. Apalagi, survei tersebut dilakukan oleh SMRC, di mana Saiful Mujani merupakan tokoh pelopor dalam dunia survei.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kalau kita bicara survei kita lihat dulu lembaga surveinya, tapi kalau SMRC,  yakni Saiful Mujani merupakan pelopor survei. Terlepas hasil survei itu diterima sebagai pembelajaran atau tidak itu tergantung. Tapi hasil survei ini kan seharusnya dibangun untuk memperbaiki partai sehingga partai makin solid,&quot; ungkap Refly saat berbincang dengan Okezone, Jumat (8/2/2013).
&amp;nbsp;
Bagi Refly, seharusnya Anas sadar dengan hasil survei partainya yang terus merosot. Hal itu tidak lepas karena opini media yang terus menerus menyiarkan kasus dugaan keterlibatan Anas terkait korupsi Hambalang. Sehingga kata dia, opini itu berdampak anjloknya elektabilitas dan citra partai.
&amp;nbsp;
&quot;Yang tidak bisa diterima kan karena pemberitaan yang terus menerus membuat Demokrat anjlok. Itu kan pembelaan diri. Kenapa itu turun, ya karena pemberitaan Anas. Kalau terus begini hingga pemilu, ya akan hancur,&quot; jelas dia.
&amp;nbsp;
Kata dia, desakan agar Anas mengundurkan diri karena pemberitaan tentang keterkaitannya dalam kasus korupsi sangat wajar. Karena para pendiri dan politikus senior tak ingin melihat Demokrat hancur. Namun, kata dia tidak gampang untuk Anas menyerahkan jabatan Ketua Umum PD. Apalagi, untuk menjadi Ketua Umum sudah berjuang mati-matian.
&amp;nbsp;
&quot;Kalau Anas jadi tersangka jelang pemilu, dan statusnya begini-begini ya akan hancur, ya yang paling efektif ya menonaktifkan, tapi yang tampil ke publik bukan dia yang tidak bermasalah. opini itu kan metter off perception. Itu bisa diterima, yang menyebabkan elektabilitas turun karena pemberitaan Ketua Umum,&amp;rdquo; imbuhnya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Sekarang ini, di politik kita ini kan Ketum ini selalu segala-galanya. Di Amerika kan tidak diketahui siapa Ketua Umumnya, publik tidak mengetahui tentang hiruk pikuk pertarungan Ketua Umum dan mengabdi di politik tidak harus jadi ketua. Yang paling berpengaruh itu kan opini publik. Ya Anas kalau ingin menyelamatkan ya mundur, untuk jadi Ketum kan berdarah-darah. Tapi itu fakta membuktikan karena posisi itu akan dibela mati-matiaan. itu buruknya parpol di Indonesia,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
