<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sjafrie Sjamsoeddin Siap Tindak Anak Buahnya yang Korup</title><description>Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan siap  menindak tegas, jika ada oknum di Kementrian Pertahanan (Kemenhan) yang  melakukan korupsi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/02/11/339/759809/sjafrie-sjamsoeddin-siap-tindak-anak-buahnya-yang-korup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/02/11/339/759809/sjafrie-sjamsoeddin-siap-tindak-anak-buahnya-yang-korup"/><item><title>Sjafrie Sjamsoeddin Siap Tindak Anak Buahnya yang Korup</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/02/11/339/759809/sjafrie-sjamsoeddin-siap-tindak-anak-buahnya-yang-korup</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/02/11/339/759809/sjafrie-sjamsoeddin-siap-tindak-anak-buahnya-yang-korup</guid><pubDate>Senin 11 Februari 2013 11:52 WIB</pubDate><dc:creator>Fiddy Anggriawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/02/11/339/759809/ERETIYGxHw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sjafrie Sjamsoeddin (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/02/11/339/759809/ERETIYGxHw.jpg</image><title>Sjafrie Sjamsoeddin (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan siap menindak tegas, jika ada oknum di Kementrian Pertahanan (Kemenhan) yang melakukan korupsi.
&amp;nbsp;
&quot;Sebagai institusi pemerintah, Kemenhan bekerja secara akuntabel, transparan, proporsional dan paling penting secara profesional,&quot; ujarnya di Jakarta, Senin (11/2/2013).
&amp;nbsp;
Hal ini sekaligus menanggapi adanya survei dari Transparency International yang berpusat di Inggris. Dimana dinyatakan Indonesia mendapatkan nilai buruk dalam indeks korupsi di sektor pertahanan (Government Defense Anti Corruption Index).
&amp;nbsp;
Namun, Sjafrie tidak terlalu ambil pusing dengan hasil survei itu. &quot;Kita mengabaikan yang sifatnya sensasional dan spekulatif. Jadi, hindarkan hal-hal itu terhadap kami. Tidak ada persoalan karakter assassination yang berlaku dalam prosedur penggunaan anggaran,&quot; terangnya saat ditemui di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (11/2/2013).
&amp;nbsp;
Pengawalan terhadap pengawakan anggaran di Kemenhan dan TNI, lanjut Sjafrie, menjadi poin utama untuk mengawasi penggunaan anggaran dari upaya-upaya korupsi.
&amp;nbsp;
&quot;Kalau ada pengawakan yang keliru dan punya implikasi hukum, maka kita tidak segan-segan mengambil tindakan hukum,&quot; jelas Letnan Jenderal (Purn) tersebut.
&amp;nbsp;
Menurutnya, ada tiga tingkatan dalam melakukan parameter penggunaan anggaran. &quot;Pertama, kita beritahu, kedua, kita tegur dan yang ketiga kita beri sanksi pertama sanksi administrasi dan hukum. Silahkan kita buktikan bersama,&quot; simpulnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan siap menindak tegas, jika ada oknum di Kementrian Pertahanan (Kemenhan) yang melakukan korupsi.
&amp;nbsp;
&quot;Sebagai institusi pemerintah, Kemenhan bekerja secara akuntabel, transparan, proporsional dan paling penting secara profesional,&quot; ujarnya di Jakarta, Senin (11/2/2013).
&amp;nbsp;
Hal ini sekaligus menanggapi adanya survei dari Transparency International yang berpusat di Inggris. Dimana dinyatakan Indonesia mendapatkan nilai buruk dalam indeks korupsi di sektor pertahanan (Government Defense Anti Corruption Index).
&amp;nbsp;
Namun, Sjafrie tidak terlalu ambil pusing dengan hasil survei itu. &quot;Kita mengabaikan yang sifatnya sensasional dan spekulatif. Jadi, hindarkan hal-hal itu terhadap kami. Tidak ada persoalan karakter assassination yang berlaku dalam prosedur penggunaan anggaran,&quot; terangnya saat ditemui di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (11/2/2013).
&amp;nbsp;
Pengawalan terhadap pengawakan anggaran di Kemenhan dan TNI, lanjut Sjafrie, menjadi poin utama untuk mengawasi penggunaan anggaran dari upaya-upaya korupsi.
&amp;nbsp;
&quot;Kalau ada pengawakan yang keliru dan punya implikasi hukum, maka kita tidak segan-segan mengambil tindakan hukum,&quot; jelas Letnan Jenderal (Purn) tersebut.
&amp;nbsp;
Menurutnya, ada tiga tingkatan dalam melakukan parameter penggunaan anggaran. &quot;Pertama, kita beritahu, kedua, kita tegur dan yang ketiga kita beri sanksi pertama sanksi administrasi dan hukum. Silahkan kita buktikan bersama,&quot; simpulnya.</content:encoded></item></channel></rss>
