<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ngaguar Tapak Siliwangi Gegerkan Kota Bandung</title><description>Derap langkah pasukan  Siliwangi dan sejumlah elemen lain dengan  berseragam dan bersenjatakan lengkap, menggegerkan kota Bandung, Minggu   pagi (10/2/2012).</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/02/11/526/759659/ngaguar-tapak-siliwangi-gegerkan-kota-bandung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/02/11/526/759659/ngaguar-tapak-siliwangi-gegerkan-kota-bandung"/><item><title>Ngaguar Tapak Siliwangi Gegerkan Kota Bandung</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/02/11/526/759659/ngaguar-tapak-siliwangi-gegerkan-kota-bandung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/02/11/526/759659/ngaguar-tapak-siliwangi-gegerkan-kota-bandung</guid><pubDate>Senin 11 Februari 2013 01:55 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/02/11/526/759659/bNBQrVnhph.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto:Ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/02/11/526/759659/bNBQrVnhph.jpg</image><title>Foto:Ist</title></images><description>BANDUNG &amp;ndash; Derap langkah pasukan  Siliwangi dan sejumlah elemen lain dengan berseragam dan bersenjatakan lengkap, menggegerkan kota Bandung, Minggu  pagi (10/2/2012). Bak di era 1948 silam, mereka nampak siap menghadang laju  pasukan Belanda yang akan memasuki kota Bandung.
&amp;nbsp;
Namun  parade ratusan pasukan di sepanjang jalur Car Free Day kota kembang itu, tentu bukan untuk berperang dalam artian sesungguhnya. Ternyata itu hanya sekadar aksi defile/parade atraktif,  yang dipersembahkan sejumlah komunitas penggiat sejarah hingga  anggota-anggota TNI Kodam III Siliwangi.
&amp;nbsp;
Sesampainya  rombongan pasukan Siliwangi di depan balai kota, warga disajikan aksi teatrikal kolosal penghadangan tentara  Belanda, yang memang bermaksud menguasai wilayah Bandung. Baku tembak seru nan  sengit, memakan korban di kedua belah pihak.
&amp;nbsp;
Tetapi  tetap saja, &amp;ldquo;Maung&amp;rdquo; Siliwangi digdaya meski Paris van Java &amp;ldquo;memerah&amp;rdquo; dengan darah para pejuang. Disaksikan perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung dan  terutama para legiun veteran Siliwangi, inilah reka ulang yang bisa disuguhkan,  demi membangun kembali rasa nasionalisme warga kota Bandung dan segenap insan manusia Indonesia.
&amp;nbsp;
Diprakarsai  komunitas penggiat sejarah Historia van Bandoeng dan jajaran pengelola Museum Mandala Wangsit, serta diramaikan berbagai komunitas penggiat sejarah dari Ibukota Jakarta dan kota Pahlawan,  Surabaya, pawai ini bermaksud mengajak warga kota Bandung dan sekitarnya, untuk  mengenal lebih jauh sejarah kotanya sendiri.
&amp;nbsp;
Rombongan  pun membawa para legiun veteran ke Museum Mandala Wangsit di bilangan Jalan Lembong, untuk disuguhkan &amp;ldquo;ramah-tamah&amp;rdquo; dan memberi &amp;ldquo;wejangan&amp;rdquo; untuk para generasi muda kota Bandung secara khusus dan Indonesia secara keseluruhan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami  punya dua hal penting saat berjuang dulu. Cinta dan keberanian. Cinta pada negeri dan berani mengorbankan nyawa  kami demi mempertahankan kemerdekaan. Hari ini terjadi karena masa lalu dan Hari  ini juga titik awal membangun masa depan,&amp;rdquo; ujar H. Sudirman, perwakilan Legiun Veteran Bandung, Minggu, 10/2/2013).
&amp;nbsp;
Dalam  kesempatan ini, Kabintal (Kepala Pembinaan Mental) Kodam III Siliwangi, Kolonel Hendro Martono, berharap event  pawai yang bikin geger ini, juga menumbuhkan kecintaan warga Bandung yang selama  ini masih minim, terhadap Museum Mandala Wangsit, museum yang punya sejarah unik  di kota kembang tersebut.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Semoga  event ini, museum ini bisa lebih besar lagi dan dikenal masyarakat. Ini museum kebanggaan kita, namun  kondisinya memprihatinkan di beberapa bagian gedung. Bisa dilihat sendiri, ada  bagian atap yang mau roboh. Semoga masyarakat dan pemerintah kota bisa lebih peduli terhadap sejarah kita,&amp;rdquo; tutur Kol. Hendro Martono.</description><content:encoded>BANDUNG &amp;ndash; Derap langkah pasukan  Siliwangi dan sejumlah elemen lain dengan berseragam dan bersenjatakan lengkap, menggegerkan kota Bandung, Minggu  pagi (10/2/2012). Bak di era 1948 silam, mereka nampak siap menghadang laju  pasukan Belanda yang akan memasuki kota Bandung.
&amp;nbsp;
Namun  parade ratusan pasukan di sepanjang jalur Car Free Day kota kembang itu, tentu bukan untuk berperang dalam artian sesungguhnya. Ternyata itu hanya sekadar aksi defile/parade atraktif,  yang dipersembahkan sejumlah komunitas penggiat sejarah hingga  anggota-anggota TNI Kodam III Siliwangi.
&amp;nbsp;
Sesampainya  rombongan pasukan Siliwangi di depan balai kota, warga disajikan aksi teatrikal kolosal penghadangan tentara  Belanda, yang memang bermaksud menguasai wilayah Bandung. Baku tembak seru nan  sengit, memakan korban di kedua belah pihak.
&amp;nbsp;
Tetapi  tetap saja, &amp;ldquo;Maung&amp;rdquo; Siliwangi digdaya meski Paris van Java &amp;ldquo;memerah&amp;rdquo; dengan darah para pejuang. Disaksikan perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung dan  terutama para legiun veteran Siliwangi, inilah reka ulang yang bisa disuguhkan,  demi membangun kembali rasa nasionalisme warga kota Bandung dan segenap insan manusia Indonesia.
&amp;nbsp;
Diprakarsai  komunitas penggiat sejarah Historia van Bandoeng dan jajaran pengelola Museum Mandala Wangsit, serta diramaikan berbagai komunitas penggiat sejarah dari Ibukota Jakarta dan kota Pahlawan,  Surabaya, pawai ini bermaksud mengajak warga kota Bandung dan sekitarnya, untuk  mengenal lebih jauh sejarah kotanya sendiri.
&amp;nbsp;
Rombongan  pun membawa para legiun veteran ke Museum Mandala Wangsit di bilangan Jalan Lembong, untuk disuguhkan &amp;ldquo;ramah-tamah&amp;rdquo; dan memberi &amp;ldquo;wejangan&amp;rdquo; untuk para generasi muda kota Bandung secara khusus dan Indonesia secara keseluruhan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami  punya dua hal penting saat berjuang dulu. Cinta dan keberanian. Cinta pada negeri dan berani mengorbankan nyawa  kami demi mempertahankan kemerdekaan. Hari ini terjadi karena masa lalu dan Hari  ini juga titik awal membangun masa depan,&amp;rdquo; ujar H. Sudirman, perwakilan Legiun Veteran Bandung, Minggu, 10/2/2013).
&amp;nbsp;
Dalam  kesempatan ini, Kabintal (Kepala Pembinaan Mental) Kodam III Siliwangi, Kolonel Hendro Martono, berharap event  pawai yang bikin geger ini, juga menumbuhkan kecintaan warga Bandung yang selama  ini masih minim, terhadap Museum Mandala Wangsit, museum yang punya sejarah unik  di kota kembang tersebut.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Semoga  event ini, museum ini bisa lebih besar lagi dan dikenal masyarakat. Ini museum kebanggaan kita, namun  kondisinya memprihatinkan di beberapa bagian gedung. Bisa dilihat sendiri, ada  bagian atap yang mau roboh. Semoga masyarakat dan pemerintah kota bisa lebih peduli terhadap sejarah kita,&amp;rdquo; tutur Kol. Hendro Martono.</content:encoded></item></channel></rss>
