<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jadi Warga Sipil, Pembunuh Bin Laden Miskin Mendadak</title><description>Tentara elit AS yang membunuh pimpinan al-Qaeda, Osama  Bin  Laden, pada 2011 lalu kini hidup melarat. Pria yang tidak disebut  namanya itu  kini menganggur dan terjerat masalah keuangan karena tidak  bisa beradaptasi  dengan kehidupan sipil.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/02/12/414/760739/jadi-warga-sipil-pembunuh-bin-laden-miskin-mendadak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/02/12/414/760739/jadi-warga-sipil-pembunuh-bin-laden-miskin-mendadak"/><item><title>Jadi Warga Sipil, Pembunuh Bin Laden Miskin Mendadak</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/02/12/414/760739/jadi-warga-sipil-pembunuh-bin-laden-miskin-mendadak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/02/12/414/760739/jadi-warga-sipil-pembunuh-bin-laden-miskin-mendadak</guid><pubDate>Selasa 12 Februari 2013 21:03 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Dwi Anggoro</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/02/12/414/760739/fLtntTsYBX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto : Osama bin Laden (outdoorlife)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/02/12/414/760739/fLtntTsYBX.jpg</image><title>Foto : Osama bin Laden (outdoorlife)</title></images><description>WASHINGTON &amp;ndash;  Tentara elit Amerika Serikat (AS) yang membunuh pimpinan al-Qaeda, Osama Bin  Laden, pada 2011 lalu kini hidup melarat. Pria yang tidak disebut namanya itu  kini menganggur dan terjerat masalah keuangan karena tidak bisa beradaptasi  dengan kehidupan sipil.
&amp;nbsp;
Osama bin Laden terbunuh dalam sebuah operasi rahasia  yang dilakukan oleh pasukan elit milik AS. Bin Laden dibunuh di tempat  persembunyiannya di Kota Abbottabad, Pakistan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya menembaknya dua kali di dahinya. Saat itu ada  senapan AK-47 di dekatnya, saya menganggap kondisi itu mengancam dan memutuskan  untuk langsung menembaknya,&amp;rdquo; ujar pria tersebut dalam kesaksiannya di majalah  Esquire.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ia langsung mati setelah saya tembak, tubuhnya tidak  bergerak dan lidahnya menjulur keluar,&amp;rdquo; lanjutnya seperti dikutip AFP, Selasa  (12/2/2013).
&amp;nbsp;
Walaupun bisa dianggap sebagah pahlawan, sang penembak  bin Laden itu ternyata tidak mendapatkan jaminan kesejahteraan dari pemerintah  AS. Hal itu karena ia hanya bergabung dengan militer hanya selama 16 tahun,  sedangkan untuk mendapatkan pensiun, tentara AS harus setidak-setidaknya memiliki  masa bakti selama 20 tahun.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ia telah berjasa sangat banyak bagi bangsa ini, namun  kini pemerintah menelantarkannya begitu saja,&amp;rdquo; sebut istri dari pria  itu.
&amp;nbsp;
Pemerintah AS sendiri sebenarnya melarang mantan tentara  mereka untuk berbicara dengan media tanpa izin. Kementerian Pertahanan AS pun  menyatakan akan memeriksa apakah kesaksian dalam majalah Esquire itu membocorkan rahasia  negara.
&amp;nbsp;
Kesaksian tersebut merupakan yang kedua kalinya  dikeluarkan oleh anggota pasukan elit yang ikut dalam operasi penyerbuan tempat  persembunyian Osama bin Laden. Tahun lalu salah satu tentara yang ikut dalam  peristiwa itu, Matt Bissonette, mengeluarkan kesaksian dalam bukunya yang  berjudul No Easy  Day.</description><content:encoded>WASHINGTON &amp;ndash;  Tentara elit Amerika Serikat (AS) yang membunuh pimpinan al-Qaeda, Osama Bin  Laden, pada 2011 lalu kini hidup melarat. Pria yang tidak disebut namanya itu  kini menganggur dan terjerat masalah keuangan karena tidak bisa beradaptasi  dengan kehidupan sipil.
&amp;nbsp;
Osama bin Laden terbunuh dalam sebuah operasi rahasia  yang dilakukan oleh pasukan elit milik AS. Bin Laden dibunuh di tempat  persembunyiannya di Kota Abbottabad, Pakistan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya menembaknya dua kali di dahinya. Saat itu ada  senapan AK-47 di dekatnya, saya menganggap kondisi itu mengancam dan memutuskan  untuk langsung menembaknya,&amp;rdquo; ujar pria tersebut dalam kesaksiannya di majalah  Esquire.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ia langsung mati setelah saya tembak, tubuhnya tidak  bergerak dan lidahnya menjulur keluar,&amp;rdquo; lanjutnya seperti dikutip AFP, Selasa  (12/2/2013).
&amp;nbsp;
Walaupun bisa dianggap sebagah pahlawan, sang penembak  bin Laden itu ternyata tidak mendapatkan jaminan kesejahteraan dari pemerintah  AS. Hal itu karena ia hanya bergabung dengan militer hanya selama 16 tahun,  sedangkan untuk mendapatkan pensiun, tentara AS harus setidak-setidaknya memiliki  masa bakti selama 20 tahun.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ia telah berjasa sangat banyak bagi bangsa ini, namun  kini pemerintah menelantarkannya begitu saja,&amp;rdquo; sebut istri dari pria  itu.
&amp;nbsp;
Pemerintah AS sendiri sebenarnya melarang mantan tentara  mereka untuk berbicara dengan media tanpa izin. Kementerian Pertahanan AS pun  menyatakan akan memeriksa apakah kesaksian dalam majalah Esquire itu membocorkan rahasia  negara.
&amp;nbsp;
Kesaksian tersebut merupakan yang kedua kalinya  dikeluarkan oleh anggota pasukan elit yang ikut dalam operasi penyerbuan tempat  persembunyian Osama bin Laden. Tahun lalu salah satu tentara yang ikut dalam  peristiwa itu, Matt Bissonette, mengeluarkan kesaksian dalam bukunya yang  berjudul No Easy  Day.</content:encoded></item></channel></rss>
