<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Keluarga Butuh Bantuan Untuk Operasi Fathir</title><description>Fathir Muhammad, korban peluru nyasar, masih dalam keadaan kritis di  ruang ICU RS Wahidin, Makassar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/02/14/340/761446/keluarga-butuh-bantuan-untuk-operasi-fathir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/02/14/340/761446/keluarga-butuh-bantuan-untuk-operasi-fathir"/><item><title>Keluarga Butuh Bantuan Untuk Operasi Fathir</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/02/14/340/761446/keluarga-butuh-bantuan-untuk-operasi-fathir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/02/14/340/761446/keluarga-butuh-bantuan-untuk-operasi-fathir</guid><pubDate>Kamis 14 Februari 2013 02:26 WIB</pubDate><dc:creator>Arpan Rachman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/02/13/340/761446/BNoBFXXvwn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Fathir di RS Wahidin Sudirohusodo (Foto: Arpan Rachman/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/02/13/340/761446/BNoBFXXvwn.jpg</image><title>Fathir di RS Wahidin Sudirohusodo (Foto: Arpan Rachman/Okezone)</title></images><description>MAKASSAR &amp;ndash; Fathir Muhammad, korban peluru nyasar, masih dalam keadaan kritis di ruang ICU RS Wahidin, Makassar.
&amp;nbsp;
Ibu Fathir, Nurhikmah, mengaku resah dengan kondisi anaknya. Alasannya, dia dan suami tidak memiliki uang lagi untuk melakukan operasi pengakatan peluru yang bersarang di kepala Fathir.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Itu habis uang sekitar Rp7 jutaan untuk beli darah, tapi katanya bisa dikasih kembali karena (diganti) Jamkesmas,&amp;rdquo;  kata Nurhikmah, Rabu (13/2/2013).
&amp;nbsp;
Nurkimah berharap ada orang yang dapat meringankan bebannya. &quot;Harapanku mudah-mudahan ada yang bantu anakku mudah-mudahan dioperasi cepat,&amp;rdquo; tambahnya.
&amp;nbsp;
Saat ini, sambung dia, tangan Fathir sudah bisa bergerak jika dielus. &quot;Tapi masih enggak bagus keadaannya,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;
Sebelumnya, Fathir, warga Jalan Baji Gau, Nomor 3f, Kelurahan Baji Mappakasunggu, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, terkena peluru nyasar saat bermain di dalam rumah.
&amp;nbsp;
Wakapolsek Mamajang, AKP Yupensius, mengatakan, pihaknya telah melakukan penyelidikan serta memintai keterangan sejumlah saksi. Pihaknya belum bisa memastikan jenis peluru yang bersarang di kepala korban karena belum berhasil diangkat.</description><content:encoded>MAKASSAR &amp;ndash; Fathir Muhammad, korban peluru nyasar, masih dalam keadaan kritis di ruang ICU RS Wahidin, Makassar.
&amp;nbsp;
Ibu Fathir, Nurhikmah, mengaku resah dengan kondisi anaknya. Alasannya, dia dan suami tidak memiliki uang lagi untuk melakukan operasi pengakatan peluru yang bersarang di kepala Fathir.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Itu habis uang sekitar Rp7 jutaan untuk beli darah, tapi katanya bisa dikasih kembali karena (diganti) Jamkesmas,&amp;rdquo;  kata Nurhikmah, Rabu (13/2/2013).
&amp;nbsp;
Nurkimah berharap ada orang yang dapat meringankan bebannya. &quot;Harapanku mudah-mudahan ada yang bantu anakku mudah-mudahan dioperasi cepat,&amp;rdquo; tambahnya.
&amp;nbsp;
Saat ini, sambung dia, tangan Fathir sudah bisa bergerak jika dielus. &quot;Tapi masih enggak bagus keadaannya,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;
Sebelumnya, Fathir, warga Jalan Baji Gau, Nomor 3f, Kelurahan Baji Mappakasunggu, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, terkena peluru nyasar saat bermain di dalam rumah.
&amp;nbsp;
Wakapolsek Mamajang, AKP Yupensius, mengatakan, pihaknya telah melakukan penyelidikan serta memintai keterangan sejumlah saksi. Pihaknya belum bisa memastikan jenis peluru yang bersarang di kepala korban karena belum berhasil diangkat.</content:encoded></item></channel></rss>
