<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RS Tarakan Bantah Telantarkan Pasien hingga Meninggal</title><description>Pihak Rumah Sakit Tarakan, Jakarta Pusat, membantah bila jajarannya  menelantarkan pasien hingga berakibat merenggangnya nyawa pasien.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/02/20/500/764836/rs-tarakan-bantah-telantarkan-pasien-hingga-meninggal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/02/20/500/764836/rs-tarakan-bantah-telantarkan-pasien-hingga-meninggal"/><item><title>RS Tarakan Bantah Telantarkan Pasien hingga Meninggal</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/02/20/500/764836/rs-tarakan-bantah-telantarkan-pasien-hingga-meninggal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/02/20/500/764836/rs-tarakan-bantah-telantarkan-pasien-hingga-meninggal</guid><pubDate>Rabu 20 Februari 2013 20:00 WIB</pubDate><dc:creator>Angkasa Yudhistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/02/20/500/764836/G50aGKKycu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/02/20/500/764836/G50aGKKycu.jpg</image><title>Foto: Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Pihak Rumah Sakit Tarakan, Jakarta Pusat, membantah bila jajarannya menelantarkan pasien hingga berakibat merenggangnya nyawa pasien.
&amp;nbsp;
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pelayanan RS Tarakan dr. Theryoto terkait dengan meninggalnya Daeng Limpo, anak dari Harkis, seorang warga Grogol, Petamburan, Jakarta Barat.
&amp;nbsp;
&quot;RS Tarakan tidak pernah menelantarkan pasien, kami anggap semuanya itu sama. Tidak ada diskriminasi,&quot; ujarnya saat dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu (20/2/2013).
&amp;nbsp;
Theryoto menjelaskan, Limpo, bocah berusia 8 tahun 11 bulan itu, sudah mendapatkan pelayanan yang baik.  &quot;Anak itu benar meninggal, tetapi kami sudah memberikan penangan medis. Sudah diperiksa di laboratorium juga dan enggak ada masalah juga masalah obat-obatan,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;
Dalam kasus tersebut, selaku orang tua, Herkis mengaku dimintai uang muka oleh pihak RS Tarakan. Terkait hal itu, Theryoto pun membantahnya.
&amp;nbsp;
&quot;RSUD Tarakan tidak pernah meminta uang muka. Keluarga pasien hanya membayar uang ambulan untuk mengantar jenazah ke rumahnya. Ambulan jenazah bukan milik RSUD Tarakan,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pihak Rumah Sakit Tarakan, Jakarta Pusat, membantah bila jajarannya menelantarkan pasien hingga berakibat merenggangnya nyawa pasien.
&amp;nbsp;
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pelayanan RS Tarakan dr. Theryoto terkait dengan meninggalnya Daeng Limpo, anak dari Harkis, seorang warga Grogol, Petamburan, Jakarta Barat.
&amp;nbsp;
&quot;RS Tarakan tidak pernah menelantarkan pasien, kami anggap semuanya itu sama. Tidak ada diskriminasi,&quot; ujarnya saat dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu (20/2/2013).
&amp;nbsp;
Theryoto menjelaskan, Limpo, bocah berusia 8 tahun 11 bulan itu, sudah mendapatkan pelayanan yang baik.  &quot;Anak itu benar meninggal, tetapi kami sudah memberikan penangan medis. Sudah diperiksa di laboratorium juga dan enggak ada masalah juga masalah obat-obatan,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;
Dalam kasus tersebut, selaku orang tua, Herkis mengaku dimintai uang muka oleh pihak RS Tarakan. Terkait hal itu, Theryoto pun membantahnya.
&amp;nbsp;
&quot;RSUD Tarakan tidak pernah meminta uang muka. Keluarga pasien hanya membayar uang ambulan untuk mengantar jenazah ke rumahnya. Ambulan jenazah bukan milik RSUD Tarakan,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
