<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengamat: Mundur dari Demokrat, Anas Gentle</title><description>Anas Urbaningrum telah resmi mengundurkan diri dari kursi Ketua Umum Partai Demokrat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/02/24/339/766580/pengamat-mundur-dari-demokrat-anas-gentle</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/02/24/339/766580/pengamat-mundur-dari-demokrat-anas-gentle"/><item><title>Pengamat: Mundur dari Demokrat, Anas Gentle</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/02/24/339/766580/pengamat-mundur-dari-demokrat-anas-gentle</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/02/24/339/766580/pengamat-mundur-dari-demokrat-anas-gentle</guid><pubDate>Minggu 24 Februari 2013 06:02 WIB</pubDate><dc:creator>Rizka Diputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/02/23/339/766580/MeMvJXvSxR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anas Urbaningrum (Foto: Dede Kurniawan/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/02/23/339/766580/MeMvJXvSxR.jpg</image><title>Anas Urbaningrum (Foto: Dede Kurniawan/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Anas Urbaningrum telah resmi mengundurkan diri dari kursi Ketua Umum Partai Demokrat. Mundurnya Anas diyakini tidak serta merta akan menyelesaikan prahara ditubuh internal partai berwarna biru ini.&quot;Masalah penetapan Anas sebagai tersangka seolah dipaksakan. Manuver hukum atau politik yang terjadi? Kondisi itulah yang membuat Anas mundur menyusul penetapan statusnya oleh KPK,&quot; ujar pengamat politik LIPI, Siti Zuhro kepada Okezone, di Jakarta, Sabtu (23/2/2013) malam.Menurut Siti, penyampaian pengunduran diri Anas secara terbuka melalui media massa tentu akan berdampak pada citra Partai Demokrat yang tengah dirundung masalah internal kadernya.&quot;Ini dilakukan secara terbuka untuk seluruh masyarakat Indonesia tentu akan ada dampaknya. Semua saling kait mengait dan utuh,&quot; imbuh Siti.Meski demikian, langkah yang diambil mantan Ketua PB HMI itu patut diapresiasi karena telah berani mundur demi perbaikan partai tempatnya bernaung, sebagaimana yang termaktub dalam Pakta Integritas yang juga telah ia teken.&quot;Anas itu politisi, SBY juga politisi. Sehingga, dia (Anas) gentle untuk mundur. Apapun keputusannya ya harus dihormati,&quot; tutupnya. Anas sebelumnya telah menyatakan resmi mundur dari kursi Ketua  Umum Partai Demokrat.  Keputusan itu diambil sebagai buntut status  tersangka yang ditetapkan  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait  dugaan korupsi pembangunan  sport center Hambalang.</description><content:encoded>JAKARTA - Anas Urbaningrum telah resmi mengundurkan diri dari kursi Ketua Umum Partai Demokrat. Mundurnya Anas diyakini tidak serta merta akan menyelesaikan prahara ditubuh internal partai berwarna biru ini.&quot;Masalah penetapan Anas sebagai tersangka seolah dipaksakan. Manuver hukum atau politik yang terjadi? Kondisi itulah yang membuat Anas mundur menyusul penetapan statusnya oleh KPK,&quot; ujar pengamat politik LIPI, Siti Zuhro kepada Okezone, di Jakarta, Sabtu (23/2/2013) malam.Menurut Siti, penyampaian pengunduran diri Anas secara terbuka melalui media massa tentu akan berdampak pada citra Partai Demokrat yang tengah dirundung masalah internal kadernya.&quot;Ini dilakukan secara terbuka untuk seluruh masyarakat Indonesia tentu akan ada dampaknya. Semua saling kait mengait dan utuh,&quot; imbuh Siti.Meski demikian, langkah yang diambil mantan Ketua PB HMI itu patut diapresiasi karena telah berani mundur demi perbaikan partai tempatnya bernaung, sebagaimana yang termaktub dalam Pakta Integritas yang juga telah ia teken.&quot;Anas itu politisi, SBY juga politisi. Sehingga, dia (Anas) gentle untuk mundur. Apapun keputusannya ya harus dihormati,&quot; tutupnya. Anas sebelumnya telah menyatakan resmi mundur dari kursi Ketua  Umum Partai Demokrat.  Keputusan itu diambil sebagai buntut status  tersangka yang ditetapkan  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait  dugaan korupsi pembangunan  sport center Hambalang.</content:encoded></item></channel></rss>
