<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pendekatan Kultural Bisa Redam Bara Papua</title><description>Permasalahan di Papua tak kunjung terselesaikan. Bahkan beberapa waktu  lalu, aksi kekerasan di Papua kembali terjadi dan memakan korban jiwa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/02/25/337/766841/pendekatan-kultural-bisa-redam-bara-papua</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/02/25/337/766841/pendekatan-kultural-bisa-redam-bara-papua"/><item><title>Pendekatan Kultural Bisa Redam Bara Papua</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/02/25/337/766841/pendekatan-kultural-bisa-redam-bara-papua</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/02/25/337/766841/pendekatan-kultural-bisa-redam-bara-papua</guid><pubDate>Senin 25 Februari 2013 00:45 WIB</pubDate><dc:creator>K. Yudha Wirakusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/02/25/337/766841/K0N0l0paTe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/02/25/337/766841/K0N0l0paTe.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Permasalahan di Papua tak kunjung terselesaikan. Bahkan beberapa waktu lalu, aksi kekerasan di Papua kembali terjadi dan memakan korban jiwa.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Aktivis Majelis Kedaulatan Republik Indonesia (MKRI) menilai, kehidupan sosial yang tidak merata diperoleh masyarakat Papua merupakan akar dari masalah yang selama ini terjadi di bumi cendrawasih.
&amp;nbsp;
Hal itu ditambah pendekatan yang dilakukan pemerintah tidak tepat sasaran.  &quot;Karena pendekatan yang dilakukan justru represif,&quot; ujar anggota Presidium MKRI, Razman Arif Nasution melalui pesan elektroniknya, Minggu (24/2/2013).
&amp;nbsp;
Pada peristiwa penembakan di Tinggi Nambut, Puncak Jaya, dan di Sinak, korban jiwa jatuh sebanyak 12 orang.  Delapan orang merupakan anggota TNI, dan empat masyarakat sipil.
&amp;nbsp;
Razman menyarankan agar  pemerintah harus menggunakan pendekatan kultural, dimana upaya itu diyakininya merupakan cara yang lebih ampuh untuk menyelesaikan masalah di Papua.
&amp;nbsp;
&quot;Mestinya harus dilakukan pendekatan cultural karena dengan itu upaya menjaga stabilitas jauh lebih baik,&quot; tandas Razman didukung Ketua MKRI Pusat, Ratna Sarumpaet dan Sekretaris MKRI Pusat, Adhie Massardi.
&amp;nbsp;
Sebelumnya diberitakan, akibat baku tembak di Tingginambut dan Sinak, Puncak Jaya, Papua pada Kamis, 21 Februari lalu, 12 orang meninggal dunia. Delapan anggota TNI dan 4 warga sipil.
&amp;nbsp;
Selain korban meninggal dunia, lima lainnya mengalami luka tembak. Empat warga sipil dan satu anggota TNI.
&amp;nbsp;
&quot;Untuk korban yang ada di Tingginambut, informasi terakhir sudah dievakuasi ke Jayapura, sementara untuk yang di Sinak masih menunggu informasi yang lebih lanjut,&quot; kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Agus Rianto, Jumat 22 Februari lalu.</description><content:encoded>JAKARTA - Permasalahan di Papua tak kunjung terselesaikan. Bahkan beberapa waktu lalu, aksi kekerasan di Papua kembali terjadi dan memakan korban jiwa.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Aktivis Majelis Kedaulatan Republik Indonesia (MKRI) menilai, kehidupan sosial yang tidak merata diperoleh masyarakat Papua merupakan akar dari masalah yang selama ini terjadi di bumi cendrawasih.
&amp;nbsp;
Hal itu ditambah pendekatan yang dilakukan pemerintah tidak tepat sasaran.  &quot;Karena pendekatan yang dilakukan justru represif,&quot; ujar anggota Presidium MKRI, Razman Arif Nasution melalui pesan elektroniknya, Minggu (24/2/2013).
&amp;nbsp;
Pada peristiwa penembakan di Tinggi Nambut, Puncak Jaya, dan di Sinak, korban jiwa jatuh sebanyak 12 orang.  Delapan orang merupakan anggota TNI, dan empat masyarakat sipil.
&amp;nbsp;
Razman menyarankan agar  pemerintah harus menggunakan pendekatan kultural, dimana upaya itu diyakininya merupakan cara yang lebih ampuh untuk menyelesaikan masalah di Papua.
&amp;nbsp;
&quot;Mestinya harus dilakukan pendekatan cultural karena dengan itu upaya menjaga stabilitas jauh lebih baik,&quot; tandas Razman didukung Ketua MKRI Pusat, Ratna Sarumpaet dan Sekretaris MKRI Pusat, Adhie Massardi.
&amp;nbsp;
Sebelumnya diberitakan, akibat baku tembak di Tingginambut dan Sinak, Puncak Jaya, Papua pada Kamis, 21 Februari lalu, 12 orang meninggal dunia. Delapan anggota TNI dan 4 warga sipil.
&amp;nbsp;
Selain korban meninggal dunia, lima lainnya mengalami luka tembak. Empat warga sipil dan satu anggota TNI.
&amp;nbsp;
&quot;Untuk korban yang ada di Tingginambut, informasi terakhir sudah dievakuasi ke Jayapura, sementara untuk yang di Sinak masih menunggu informasi yang lebih lanjut,&quot; kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Agus Rianto, Jumat 22 Februari lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
