<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perlu Paradigma Baru Atasi Konflik Papua</title><description>Komisi I DPR telah merampungkan rapat koordinasi dengan TNI dan Badan  Intelijen Nasional (BIN) untuk menyikapi munculnya kericuhan di Papua  yang menewaskan delapan prajurit TNI dan empat warga sipil beberapa  waktu lalu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/02/26/337/767708/perlu-paradigma-baru-atasi-konflik-papua</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/02/26/337/767708/perlu-paradigma-baru-atasi-konflik-papua"/><item><title>Perlu Paradigma Baru Atasi Konflik Papua</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/02/26/337/767708/perlu-paradigma-baru-atasi-konflik-papua</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/02/26/337/767708/perlu-paradigma-baru-atasi-konflik-papua</guid><pubDate>Selasa 26 Februari 2013 12:33 WIB</pubDate><dc:creator>Tegar Arief Fadly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/02/26/337/767708/BUXLIT6pzc.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/02/26/337/767708/BUXLIT6pzc.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Komisi I DPR telah merampungkan rapat koordinasi dengan TNI dan Badan Intelijen Nasional (BIN) untuk menyikapi munculnya kericuhan di Papua yang menewaskan delapan prajurit TNI dan empat warga sipil beberapa waktu lalu.
&amp;nbsp;
Dalam rapat koordinasi tersebut, BIN mengaku peristiwa itu muncul lantaran lemahnya koordinasi dari institusi-institusi terkait dalam penanganan konflik di Papua, yakni Polri, TNI, dan BIN sendiri.
&amp;nbsp;
&quot;Dalam menyelesaikan masalah di Papua, masih parsial, sesuai dengan desain masing-masing institusi. Jadi ke depan kata harus menyanyikan lagu (cara) yang sama untuk menyelesaikan masalah Papua,&quot; kata anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (26/2/2013).
&amp;nbsp;
Tantowi menjelaskan, ada pergeseran isu yang muncul dalam serentetan peristiwa di Papua. Dulu banyaknya konflik atau penembakan selalu dikaitkan dengan kurangnya kesejahteraan masyarakat Papua.
&amp;nbsp;
Namun sekarang, berbagai konflik itu mengusung isu kemerdekaan Papua, yang tentu sangat tidak disetujui oleh seluruh komponen masyarakat Indonesia. &quot;Di sini dibutuhkan suatu pradigma baru dalam menyelesaikan konflik ini,&quot; sambung politikus Partai Golkar itu.
&amp;nbsp;
Oleh sebab itu, yang harus dilakukan adalah menggelar dialog secara terbuka antara pemerintah pusat dengan para pemangku jabatan yang ada di Papua, untuk merumuskan strategi pengamanan lebih kondusif.
&amp;nbsp;
Termasuk juga membahas isu tentang keinginan sebagian masyarakat Papua untuk memerdekakan diri dari Indonesia. &quot;Harus duduk sama-sama antara pemangku kepentingan dan DPR. Kita kan sudah bentuk Panja Papua. Ini kan mitra yang strategis untuk merumuskan paradigma baru tadi itu,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi I DPR telah merampungkan rapat koordinasi dengan TNI dan Badan Intelijen Nasional (BIN) untuk menyikapi munculnya kericuhan di Papua yang menewaskan delapan prajurit TNI dan empat warga sipil beberapa waktu lalu.
&amp;nbsp;
Dalam rapat koordinasi tersebut, BIN mengaku peristiwa itu muncul lantaran lemahnya koordinasi dari institusi-institusi terkait dalam penanganan konflik di Papua, yakni Polri, TNI, dan BIN sendiri.
&amp;nbsp;
&quot;Dalam menyelesaikan masalah di Papua, masih parsial, sesuai dengan desain masing-masing institusi. Jadi ke depan kata harus menyanyikan lagu (cara) yang sama untuk menyelesaikan masalah Papua,&quot; kata anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (26/2/2013).
&amp;nbsp;
Tantowi menjelaskan, ada pergeseran isu yang muncul dalam serentetan peristiwa di Papua. Dulu banyaknya konflik atau penembakan selalu dikaitkan dengan kurangnya kesejahteraan masyarakat Papua.
&amp;nbsp;
Namun sekarang, berbagai konflik itu mengusung isu kemerdekaan Papua, yang tentu sangat tidak disetujui oleh seluruh komponen masyarakat Indonesia. &quot;Di sini dibutuhkan suatu pradigma baru dalam menyelesaikan konflik ini,&quot; sambung politikus Partai Golkar itu.
&amp;nbsp;
Oleh sebab itu, yang harus dilakukan adalah menggelar dialog secara terbuka antara pemerintah pusat dengan para pemangku jabatan yang ada di Papua, untuk merumuskan strategi pengamanan lebih kondusif.
&amp;nbsp;
Termasuk juga membahas isu tentang keinginan sebagian masyarakat Papua untuk memerdekakan diri dari Indonesia. &quot;Harus duduk sama-sama antara pemangku kepentingan dan DPR. Kita kan sudah bentuk Panja Papua. Ini kan mitra yang strategis untuk merumuskan paradigma baru tadi itu,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
