<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPD Banten Usul Pramono Edhie Jadi Ketum Demokrat</title><description>Diantara nama-nama yang terkuak, nama ipar Susilo Bambang Yudhoyono  (SBY) Pramono Edhie Wibowo selalu menjadi yang pertama disebut oleh DPD  Partai Demokrat saat ditanya perihal figur kandidat ketua umum yang  baru.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/03/11/339/774148/dpd-banten-usul-pramono-edhie-jadi-ketum-demokrat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/03/11/339/774148/dpd-banten-usul-pramono-edhie-jadi-ketum-demokrat"/><item><title>DPD Banten Usul Pramono Edhie Jadi Ketum Demokrat</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/03/11/339/774148/dpd-banten-usul-pramono-edhie-jadi-ketum-demokrat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/03/11/339/774148/dpd-banten-usul-pramono-edhie-jadi-ketum-demokrat</guid><pubDate>Senin 11 Maret 2013 14:49 WIB</pubDate><dc:creator>Tegar Arief Fadly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/03/11/339/774148/I6USJCEEJz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pramono Edhie Wibowo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/03/11/339/774148/I6USJCEEJz.jpg</image><title>Pramono Edhie Wibowo (Foto: Okezone)</title></images><description>Ada beberapa faktor yang menyebabkan sejumlah pengusaha pusat perbelanjaan atau mal memilih untuk menjual aset.
&amp;nbsp;
Sejumlah mal diobral miring seperti Mal Cibinong Square di Bogor, Jawa Barat.
&amp;nbsp;
Meski saat ini pelonggaran telah dilakukan, namun karena dana cadangan sudah habis, maka yang terjadi adalah obral aset.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Baca Juga:
 
Mal yang Wajibkan Sertifikat Vaksin Covid-19
 
---------------------
 
4 Fakta Sewa Mal Toko di Mal Bebas Pajak
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan, kebijakan ketat akibat pandemi Covid-19 memberi dampak signifikan terhadap keuangan perusahaan.
&amp;nbsp;
Tidak ada pilihan lain, ketika dana cadangan dari aset tersebut mulai habis.
&amp;nbsp;
&quot;Pandemi yang berkepanjangan dengan berbagai pembatasan yang diberlakukan membuat banyak pusat perbelanjaan kehabisan dana cadangan untuk bertahan,&quot; kata Alphonsus saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Minggu (31/10/2021).
&amp;nbsp;
Kondisi keuangan yang berbeda dari setiap pengelola mal membuat kemampuan bertahan di tengah krisis juga sarat dengan perbedaan.
&amp;nbsp;
Alphonzus membaca bahwa tekanan yang berat justru dialami para pengelola pusat perbelanjaan yang telah terpuruk pada masa sebelum pandemi.
&amp;nbsp;
Sehingga, tantangan mereka jauh lebih besar saat ini. &quot;Kemampuan pusat perbelanjaan tidak sama satu dengan yang lain.
&amp;nbsp;
Demikian juga bagi pusat perbelanjaan yang sebelum pandemi memiliki kinerja kurang maksimal, maka akan mengalami tekanan yang lebih berat untuk bertahan selama pandemi,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Simak selengkapnya di Infografis.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
#Pusat Perbelanjaan #mal #Mall #APPBI
 
&amp;nbsp;</description><content:encoded>Ada beberapa faktor yang menyebabkan sejumlah pengusaha pusat perbelanjaan atau mal memilih untuk menjual aset.
&amp;nbsp;
Sejumlah mal diobral miring seperti Mal Cibinong Square di Bogor, Jawa Barat.
&amp;nbsp;
Meski saat ini pelonggaran telah dilakukan, namun karena dana cadangan sudah habis, maka yang terjadi adalah obral aset.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Baca Juga:
 
Mal yang Wajibkan Sertifikat Vaksin Covid-19
 
---------------------
 
4 Fakta Sewa Mal Toko di Mal Bebas Pajak
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan, kebijakan ketat akibat pandemi Covid-19 memberi dampak signifikan terhadap keuangan perusahaan.
&amp;nbsp;
Tidak ada pilihan lain, ketika dana cadangan dari aset tersebut mulai habis.
&amp;nbsp;
&quot;Pandemi yang berkepanjangan dengan berbagai pembatasan yang diberlakukan membuat banyak pusat perbelanjaan kehabisan dana cadangan untuk bertahan,&quot; kata Alphonsus saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Minggu (31/10/2021).
&amp;nbsp;
Kondisi keuangan yang berbeda dari setiap pengelola mal membuat kemampuan bertahan di tengah krisis juga sarat dengan perbedaan.
&amp;nbsp;
Alphonzus membaca bahwa tekanan yang berat justru dialami para pengelola pusat perbelanjaan yang telah terpuruk pada masa sebelum pandemi.
&amp;nbsp;
Sehingga, tantangan mereka jauh lebih besar saat ini. &quot;Kemampuan pusat perbelanjaan tidak sama satu dengan yang lain.
&amp;nbsp;
Demikian juga bagi pusat perbelanjaan yang sebelum pandemi memiliki kinerja kurang maksimal, maka akan mengalami tekanan yang lebih berat untuk bertahan selama pandemi,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Simak selengkapnya di Infografis.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
#Pusat Perbelanjaan #mal #Mall #APPBI
 
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
