<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Tak Ada yang Bisa Mengancam SBY&quot;</title><description>Staf ahli kepresidenan Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparingga  mengatakan, isu kudeta dan aksi unjuk rasa secara serentak&amp;nbsp; tidak  membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)&amp;nbsp; takut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/03/24/339/780707/tak-ada-yang-bisa-mengancam-sby</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/03/24/339/780707/tak-ada-yang-bisa-mengancam-sby"/><item><title>&quot;Tak Ada yang Bisa Mengancam SBY&quot;</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/03/24/339/780707/tak-ada-yang-bisa-mengancam-sby</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/03/24/339/780707/tak-ada-yang-bisa-mengancam-sby</guid><pubDate>Minggu 24 Maret 2013 17:23 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/03/24/339/780707/YIeLOnIUYR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/03/24/339/780707/YIeLOnIUYR.jpg</image><title>Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>SELAMA ini banyak orang hobi makan gorengan karena memang rasanya yang gurih dan lezat bikin ketagihan. Namun sejatinya terlalu sering makan gorengan berbahaya bagi kesehatan tubuh.
&amp;nbsp;
Baca Juga: 7 Makanan Lezat Khas Indonesia Timur
&amp;nbsp;
1. Memperbesar risiko munculnya kanker
&amp;nbsp;
Terlalu banyak makan gorengan bisa meningkatkan risiko terkena kanker. Bahaya ini bisa muncul akibat zat akrilamida yang dapat terbentuk selama proses memasak dengan suhu tinggi, seperti menggoreng.
&amp;nbsp;
2. Risiko stroke dan serangan jantung
&amp;nbsp;
Asupan makanan yang digoreng sangat berkaitan dengan peningkatan risiko kejadian kardiovaskular utama. Dibandingkan dengan mereka yang makan gorengan paling sedikit setiap minggu, kelompok yang makan paling banyak memiliki risiko 28% lebih tinggi terkena stroke dan serangan jantung .
&amp;nbsp;
Baca Juga:&amp;nbsp;6 Makanan Ekstrem Khas Indonesia
&amp;nbsp;
3. Risiko penyakit kardiovaskular
&amp;nbsp;
Mereka yang sering makan gorengan dapat meningkatkan 22 persen risiko penyakit jantung koroner. Gorengan dapat membuat tubuh kehilangan cairan dan menyerap banyak lemak minyak.
&amp;nbsp;
4. Bisa gagal jantung
&amp;nbsp;
Orang yang sering mengonsumsi makanan digoreng memiliki risiko gagal jantung 37 persen lebih tinggi. Gagal jantung terjadi saat otot jantung tak dapat memompa darah yang dibutuhkan untuk membuat tubuh normal.
&amp;nbsp;
5. Terkena diabetes tipe 2
&amp;nbsp;
Orang yang makan gorengan 4-6 kali per minggu memiliki 39 persen peningkatan risiko terkena diabetes tipe 2. Bahkan yang makan gorengan lebih dari 7 kali seminggu memiliki 55 persen peningkatan risiko mengembangkan kondisi tersebut.
&amp;nbsp;
6. Bikin gendut
&amp;nbsp;
Kadar minyak berlemak dalam gorengan membuat penambahan berat badan yang signifikan. Penambahan berat badan membuat tubuh riskan terhadap penyakit yang dialami orang obesitas.










#gorengan
&amp;nbsp;
#Bahaya Gorengan
&amp;nbsp;
#Makan Gorengan
&amp;nbsp;
#Bahaya Sering Makan Gorengan

</description><content:encoded>SELAMA ini banyak orang hobi makan gorengan karena memang rasanya yang gurih dan lezat bikin ketagihan. Namun sejatinya terlalu sering makan gorengan berbahaya bagi kesehatan tubuh.
&amp;nbsp;
Baca Juga: 7 Makanan Lezat Khas Indonesia Timur
&amp;nbsp;
1. Memperbesar risiko munculnya kanker
&amp;nbsp;
Terlalu banyak makan gorengan bisa meningkatkan risiko terkena kanker. Bahaya ini bisa muncul akibat zat akrilamida yang dapat terbentuk selama proses memasak dengan suhu tinggi, seperti menggoreng.
&amp;nbsp;
2. Risiko stroke dan serangan jantung
&amp;nbsp;
Asupan makanan yang digoreng sangat berkaitan dengan peningkatan risiko kejadian kardiovaskular utama. Dibandingkan dengan mereka yang makan gorengan paling sedikit setiap minggu, kelompok yang makan paling banyak memiliki risiko 28% lebih tinggi terkena stroke dan serangan jantung .
&amp;nbsp;
Baca Juga:&amp;nbsp;6 Makanan Ekstrem Khas Indonesia
&amp;nbsp;
3. Risiko penyakit kardiovaskular
&amp;nbsp;
Mereka yang sering makan gorengan dapat meningkatkan 22 persen risiko penyakit jantung koroner. Gorengan dapat membuat tubuh kehilangan cairan dan menyerap banyak lemak minyak.
&amp;nbsp;
4. Bisa gagal jantung
&amp;nbsp;
Orang yang sering mengonsumsi makanan digoreng memiliki risiko gagal jantung 37 persen lebih tinggi. Gagal jantung terjadi saat otot jantung tak dapat memompa darah yang dibutuhkan untuk membuat tubuh normal.
&amp;nbsp;
5. Terkena diabetes tipe 2
&amp;nbsp;
Orang yang makan gorengan 4-6 kali per minggu memiliki 39 persen peningkatan risiko terkena diabetes tipe 2. Bahkan yang makan gorengan lebih dari 7 kali seminggu memiliki 55 persen peningkatan risiko mengembangkan kondisi tersebut.
&amp;nbsp;
6. Bikin gendut
&amp;nbsp;
Kadar minyak berlemak dalam gorengan membuat penambahan berat badan yang signifikan. Penambahan berat badan membuat tubuh riskan terhadap penyakit yang dialami orang obesitas.










#gorengan
&amp;nbsp;
#Bahaya Gorengan
&amp;nbsp;
#Makan Gorengan
&amp;nbsp;
#Bahaya Sering Makan Gorengan

</content:encoded></item></channel></rss>
