<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tubuh Bugar, Dude Herlino Seimbangkan Kesibukan &amp; Olahraga</title><description>Olahraga rupanya tidak hanya menjadi suatu kewajiban yang harus dilakukan tiap  orang. Justru, Dude Herlino menjadikan olahraga sebagai hobinya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/03/29/486/782976/tubuh-bugar-dude-herlino-seimbangkan-kesibukan-olahraga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/03/29/486/782976/tubuh-bugar-dude-herlino-seimbangkan-kesibukan-olahraga"/><item><title>Tubuh Bugar, Dude Herlino Seimbangkan Kesibukan &amp; Olahraga</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/03/29/486/782976/tubuh-bugar-dude-herlino-seimbangkan-kesibukan-olahraga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/03/29/486/782976/tubuh-bugar-dude-herlino-seimbangkan-kesibukan-olahraga</guid><pubDate>Jum'at 29 Maret 2013 01:37 WIB</pubDate><dc:creator>K. Wahyu Utami</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/03/28/486/782976/O6TRPgiP4k.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dude Herlino (Foto: Utami/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/03/28/486/782976/O6TRPgiP4k.jpg</image><title>Dude Herlino (Foto: Utami/Okezone)</title></images><description>Dosen Departemen Sosiologi, Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Airlangga (Unair),  Ratna Azis Prasetyo mengatakan faktor-faktor pendorong maraknya judi online di Indonesia di antaranya akibat adanya tekanan kemiskinan, gaya hidup, sosial, dan situasi kultural.
&amp;nbsp;
Baca juga: 5 Kasus Judi Online Hebohkan Masyarakat
&amp;nbsp;
Menurut dia, faktor tekanan  kemiskinan dan gaya hidup dapat menjadikan seseorang ingin mendapatkan  sesuatu secara instan. Salah satu keinginan yang dimaksud adalah  memperoleh uang dengan lebih cepat.
&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Korbannya Pejabat hingga ASN, Ini 4 Fakta Judi Online
&amp;nbsp;
Selain kemiskinan, kondisi sosial juga menjadi faktor pendukung berkembangnya judi online. &amp;ldquo;Seseorang  yang berada dalam lingkungan atau pergaulan yang dekat dengan  kejahatan, potensi untuk mengembangkan perilaku kejahatan juga bisa  terjadi,&amp;rdquo; kata Ratna, seperti dikutip dari laman resmi Unair pada  Selasa, 11 Juni 2024.
&amp;nbsp;
Selengkapnya simak dalam Infografis.

#Judi online #pembunuhan #dampak judi online

&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><content:encoded>Dosen Departemen Sosiologi, Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Airlangga (Unair),  Ratna Azis Prasetyo mengatakan faktor-faktor pendorong maraknya judi online di Indonesia di antaranya akibat adanya tekanan kemiskinan, gaya hidup, sosial, dan situasi kultural.
&amp;nbsp;
Baca juga: 5 Kasus Judi Online Hebohkan Masyarakat
&amp;nbsp;
Menurut dia, faktor tekanan  kemiskinan dan gaya hidup dapat menjadikan seseorang ingin mendapatkan  sesuatu secara instan. Salah satu keinginan yang dimaksud adalah  memperoleh uang dengan lebih cepat.
&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Korbannya Pejabat hingga ASN, Ini 4 Fakta Judi Online
&amp;nbsp;
Selain kemiskinan, kondisi sosial juga menjadi faktor pendukung berkembangnya judi online. &amp;ldquo;Seseorang  yang berada dalam lingkungan atau pergaulan yang dekat dengan  kejahatan, potensi untuk mengembangkan perilaku kejahatan juga bisa  terjadi,&amp;rdquo; kata Ratna, seperti dikutip dari laman resmi Unair pada  Selasa, 11 Juni 2024.
&amp;nbsp;
Selengkapnya simak dalam Infografis.

#Judi online #pembunuhan #dampak judi online

&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
