<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Penyebab Briptu Ivhak Tembak Kepala RS Bhayangkara Makassar</title><description>Wakapolda Sulselbar, Brigadir Jenderal Syahrul  Mamma mengatakan, persitiwa penembakan Karumkit  Bhayangkara Mappauddang Makassar Komisaris Besar dr Purwadi oleh anggota  Polrestabes Makassar, Briptu Ivhak Kiranda (35), akibat kesalahpahaman</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/06/340/787494/ini-penyebab-briptu-ivhak-tembak-kepala-rs-bhayangkara-makassar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/04/06/340/787494/ini-penyebab-briptu-ivhak-tembak-kepala-rs-bhayangkara-makassar"/><item><title>Ini Penyebab Briptu Ivhak Tembak Kepala RS Bhayangkara Makassar</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/06/340/787494/ini-penyebab-briptu-ivhak-tembak-kepala-rs-bhayangkara-makassar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/04/06/340/787494/ini-penyebab-briptu-ivhak-tembak-kepala-rs-bhayangkara-makassar</guid><pubDate>Sabtu 06 April 2013 21:38 WIB</pubDate><dc:creator>Abdul Salam Malik</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/06/340/787494/MYeDW221hG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/06/340/787494/MYeDW221hG.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>MAKASSAR - Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulselbar, Brigadir Jenderal Syahrul Mamma mengatakan, persitiwa penembakan Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Mappauddang Makassar Komisaris Besar dr Purwadi oleh anggota Polrestabes Makassar, Briptu Ivhak Kiranda (35), akibat kesalahpahaman antara korban dengan tersangka.Kesalahpahaman terjadi akibat perluasan RS Bhayangkara yang membuat akses jalan di depan rumah tersangka semakin menyempit. Padahal, perluasan rumah sakit hanya sekitar setengah meter.&quot;Sempat terjadi perdebatan antara korban dengan pelaku, namun pelaku tidak puas dan pulang ke rumah mengambil senjata,&quot; kata Syahrul kepada wartawan di RS Bhayangkara, Sabtu (6/4/2013).Ia pun membenarkan jika pelaku saat ini telah ditahan di Polrestabes Makassar. Kasus ini ditangani Reskrim dan Propam. Meski demikian, Wakapolda enggan berspekulasi terkait masa depan tersangka di dunia kepolsian. &quot;Ini pidana umum jadi ditangani oleh Reskrim dan juga Propam,&quot; ujar Syahrul.Terkait kondisi korban, Syahrul mengaku, sudah membaik, tetapi masih menjalani perawatan intensif di RS Wahidin.Jenderal bintang satu ini didampingi Kepala Bidang Humas Polda Sulselbar Kombes Endi Sutendi pun langsung mengecek galian di depan rumah tersangka akibat perluasan rumah sakit. Ternyata lubang pondasi yang digali sekitar dua hari sebelumnya untuk perluasan sudah ditimbun oleh tersangka. &quot;Galiannya sudah ditimbun oleh tersangka, kan lihat sendiri tadi&quot; kata Endi.Endi mengaku, tersangka protes lantaran perluasan rumah sakit menjadikan akses jalan di depan rumahnya semakin sempit. Mantan Wakil Polresabes Makassar itu mengaku  tersangka tinggal di Asrama Bhayangkara karena istrinya, Jeni adalah PNS yang bertugas di RS Bhyangkara. &quot;Istrinya PNS di RS Bhayangkara,&quot; terangnya.Ulah penimbunan tersangka yang membuat Karumkit naik pitam dan marah besar. Informasi yang dihimpun menyebutkan, Karumkit dua hari sebelumnya mendatangi lokasi galian yang ditimbun dan mencari pelakunya. Bahkan, Karumkit pun mencari pelaku dan sempat mengancam akan mengubur pelaku penimbunan. Sayang, tersangka saat itu tidak berada di rumahnya.Tersangka menimbun galian di depan rumahnya setelah anak-nya yang masih berusia tiga tahun terjatuh dalam lubang galian itu. Mengetahui dirinya dicari, Briptu Rusli pun mendatangi Karumkit yang berujung penembakan. saat perdebatan, Karumkit sempat menyuruh tersangka agar meninggalkan rumah dinas Asrama Bhayangkara. Inilah yang diduga menyulut amarah tersangka.</description><content:encoded>MAKASSAR - Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulselbar, Brigadir Jenderal Syahrul Mamma mengatakan, persitiwa penembakan Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Mappauddang Makassar Komisaris Besar dr Purwadi oleh anggota Polrestabes Makassar, Briptu Ivhak Kiranda (35), akibat kesalahpahaman antara korban dengan tersangka.Kesalahpahaman terjadi akibat perluasan RS Bhayangkara yang membuat akses jalan di depan rumah tersangka semakin menyempit. Padahal, perluasan rumah sakit hanya sekitar setengah meter.&quot;Sempat terjadi perdebatan antara korban dengan pelaku, namun pelaku tidak puas dan pulang ke rumah mengambil senjata,&quot; kata Syahrul kepada wartawan di RS Bhayangkara, Sabtu (6/4/2013).Ia pun membenarkan jika pelaku saat ini telah ditahan di Polrestabes Makassar. Kasus ini ditangani Reskrim dan Propam. Meski demikian, Wakapolda enggan berspekulasi terkait masa depan tersangka di dunia kepolsian. &quot;Ini pidana umum jadi ditangani oleh Reskrim dan juga Propam,&quot; ujar Syahrul.Terkait kondisi korban, Syahrul mengaku, sudah membaik, tetapi masih menjalani perawatan intensif di RS Wahidin.Jenderal bintang satu ini didampingi Kepala Bidang Humas Polda Sulselbar Kombes Endi Sutendi pun langsung mengecek galian di depan rumah tersangka akibat perluasan rumah sakit. Ternyata lubang pondasi yang digali sekitar dua hari sebelumnya untuk perluasan sudah ditimbun oleh tersangka. &quot;Galiannya sudah ditimbun oleh tersangka, kan lihat sendiri tadi&quot; kata Endi.Endi mengaku, tersangka protes lantaran perluasan rumah sakit menjadikan akses jalan di depan rumahnya semakin sempit. Mantan Wakil Polresabes Makassar itu mengaku  tersangka tinggal di Asrama Bhayangkara karena istrinya, Jeni adalah PNS yang bertugas di RS Bhyangkara. &quot;Istrinya PNS di RS Bhayangkara,&quot; terangnya.Ulah penimbunan tersangka yang membuat Karumkit naik pitam dan marah besar. Informasi yang dihimpun menyebutkan, Karumkit dua hari sebelumnya mendatangi lokasi galian yang ditimbun dan mencari pelakunya. Bahkan, Karumkit pun mencari pelaku dan sempat mengancam akan mengubur pelaku penimbunan. Sayang, tersangka saat itu tidak berada di rumahnya.Tersangka menimbun galian di depan rumahnya setelah anak-nya yang masih berusia tiga tahun terjatuh dalam lubang galian itu. Mengetahui dirinya dicari, Briptu Rusli pun mendatangi Karumkit yang berujung penembakan. saat perdebatan, Karumkit sempat menyuruh tersangka agar meninggalkan rumah dinas Asrama Bhayangkara. Inilah yang diduga menyulut amarah tersangka.</content:encoded></item></channel></rss>
