<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>76 Imigran Rohingya Dievakuasi dari Pulau Aceh</title><description>Para imigran Rohingya itu terombang-ambing di laut selama 15 hari setelah perahu mereka diterjang badai.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/08/340/788118/76-imigran-rohingya-dievakuasi-dari-pulau-aceh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/04/08/340/788118/76-imigran-rohingya-dievakuasi-dari-pulau-aceh"/><item><title>76 Imigran Rohingya Dievakuasi dari Pulau Aceh</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/08/340/788118/76-imigran-rohingya-dievakuasi-dari-pulau-aceh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/04/08/340/788118/76-imigran-rohingya-dievakuasi-dari-pulau-aceh</guid><pubDate>Senin 08 April 2013 16:01 WIB</pubDate><dc:creator>Salman Mardira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/08/340/788118/DakwWngni3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengungsi Rohingya di penampungan (Ilustrasi, Dok: Rudi Hermansyah/Sindo TV)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/08/340/788118/DakwWngni3.jpg</image><title>Pengungsi Rohingya di penampungan (Ilustrasi, Dok: Rudi Hermansyah/Sindo TV)</title></images><description>BANDA ACEH - Sebanyak 76 imigran asal Rohingya, Myanmar, yang sempat terdampar di Pulau Aceh, dievakuasi ke penampungan sementara di Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar.&amp;nbsp;Mereka akan ditangani relawan International Organization for Migration (IOM) atau Badan PBB yang menangani pengungsi, UNHCR.Mereka dievakuasi dari Pulau Aceh menggunakan kapal motor milik nelayan ke Dermaga Lampulo, Banda Aceh, sebelum dibawa ke Krueng Raya melalui jalur darat.Dalam rombongan terdapat lima perempuan dan lima anak berusia antara delapan dan 10 tahun, sisanya laki-laki dewasa. Saat tiba di Banda Aceh, sejumlah warga ikut menyaksikan para imigran itu. Beberapa pria harus dipapah dari perahu karena sakit dan lanjut usia.Camat Pulau Aceh, Munzir, mengatakan, mereka ditemukan kemarin setelah perahu yang mereka tumpangi terombang-ambing di perairan Pulau Aceh. Mereka mengaku sudah 15 hari di laut dan kehabisan makanan. &amp;ldquo;Pada pukul 14.00 WIB warga melihat boat kayu tidak jauh dari daratan, kira-kira satu kilometer,&amp;rdquo; kata Munzir.Berdasarkan penuturan para imigran, lanjut Munzir, tujuan mereka bukan Aceh, melainkan Australia. Namun di tengah perjalanan mereka mengaku diterpa badai hingga terdampar.Begitu ditarik ke dataran, warga Desa Gugib dan Seurapong, Pulau Aceh, langsung memberi mereka makanan dan minuman.&amp;ldquo;Kebetulan kemarin ada Maulid di SMP Blang Seutungkop pada siang hari dan masyarakat di dua desa juga menyediakan makanan untuk malam hari,&amp;rdquo; tutur Munzir.Selanjutnya, para imigran itu ditampung di Mapolsek Pulau Aceh.Kapolres Aceh Besar, AKBP Djadjuli, mengatakan, sebanyak 76 warga Rohingya itu sementara ditampung di kamp penampungan Krueng Raya. &amp;ldquo;Sambil menunggu penanganan dari IOM atau UNHCR,&amp;rdquo; ujar Djadjuli.</description><content:encoded>BANDA ACEH - Sebanyak 76 imigran asal Rohingya, Myanmar, yang sempat terdampar di Pulau Aceh, dievakuasi ke penampungan sementara di Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar.&amp;nbsp;Mereka akan ditangani relawan International Organization for Migration (IOM) atau Badan PBB yang menangani pengungsi, UNHCR.Mereka dievakuasi dari Pulau Aceh menggunakan kapal motor milik nelayan ke Dermaga Lampulo, Banda Aceh, sebelum dibawa ke Krueng Raya melalui jalur darat.Dalam rombongan terdapat lima perempuan dan lima anak berusia antara delapan dan 10 tahun, sisanya laki-laki dewasa. Saat tiba di Banda Aceh, sejumlah warga ikut menyaksikan para imigran itu. Beberapa pria harus dipapah dari perahu karena sakit dan lanjut usia.Camat Pulau Aceh, Munzir, mengatakan, mereka ditemukan kemarin setelah perahu yang mereka tumpangi terombang-ambing di perairan Pulau Aceh. Mereka mengaku sudah 15 hari di laut dan kehabisan makanan. &amp;ldquo;Pada pukul 14.00 WIB warga melihat boat kayu tidak jauh dari daratan, kira-kira satu kilometer,&amp;rdquo; kata Munzir.Berdasarkan penuturan para imigran, lanjut Munzir, tujuan mereka bukan Aceh, melainkan Australia. Namun di tengah perjalanan mereka mengaku diterpa badai hingga terdampar.Begitu ditarik ke dataran, warga Desa Gugib dan Seurapong, Pulau Aceh, langsung memberi mereka makanan dan minuman.&amp;ldquo;Kebetulan kemarin ada Maulid di SMP Blang Seutungkop pada siang hari dan masyarakat di dua desa juga menyediakan makanan untuk malam hari,&amp;rdquo; tutur Munzir.Selanjutnya, para imigran itu ditampung di Mapolsek Pulau Aceh.Kapolres Aceh Besar, AKBP Djadjuli, mengatakan, sebanyak 76 warga Rohingya itu sementara ditampung di kamp penampungan Krueng Raya. &amp;ldquo;Sambil menunggu penanganan dari IOM atau UNHCR,&amp;rdquo; ujar Djadjuli.</content:encoded></item></channel></rss>
