<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dihantam Ombak, Tiga dari 10 ABK Hilang di Laut</title><description>Nasib nahas dialami 10 Anak Buah Kapal (ABK) KM Digdoyo Perkasa.  Gelombang tinggi dan angin kencang terjadi pada Minggu, 7 April lalu  membuat kapal yang ditumpanginya terbalik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/08/340/788334/dihantam-ombak-tiga-dari-10-abk-hilang-di-laut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/04/08/340/788334/dihantam-ombak-tiga-dari-10-abk-hilang-di-laut"/><item><title>Dihantam Ombak, Tiga dari 10 ABK Hilang di Laut</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/08/340/788334/dihantam-ombak-tiga-dari-10-abk-hilang-di-laut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/04/08/340/788334/dihantam-ombak-tiga-dari-10-abk-hilang-di-laut</guid><pubDate>Senin 08 April 2013 20:01 WIB</pubDate><dc:creator>Dina Prihatini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/08/340/788334/6pskPTDfnl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi kapal tenggelam</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/08/340/788334/6pskPTDfnl.jpg</image><title>Ilustrasi kapal tenggelam</title></images><description>PONTIANAK- Nasib nahas dialami 10 Anak Buah Kapal (ABK) KM Digdoyo Perkasa. Gelombang tinggi dan angin kencang terjadi pada Minggu, 7 April lalu membuat kapal yang ditumpanginya terbalik.Senin (8/4/2013) siang, Tim SAR dan Pol Air Polda Kalimantan Barat baru menemukan tujuh ABK. Mereka yakni Alau (30), Rizal (22), Budi (33), Atek (29), Arem (33), Alim (35), dan ujang (35).Sementara itu, masih ada tiga ABK lainnya hingga kini masih belum ditemukan. Mereka masing-masing Acek (29), Aweng (30), dan Anto (33).&quot;Kapal Nelayan yang dikabarkan kehilangan kontak dan tenggelam akibat diterjang angin dan gelombang tinggi itu kita temukan di Buih Tiga muara jungkat,&quot; kata Dir Pol Air Polda Kalbar Kombes Pol Ramses Kamasuddin.Dia menjelaskan, ke tujuh ABK itu ditemukan terpisah dan dalam keadaan sehat. &quot;Sedangkan untuk ketiga ABK lain masih kita cari keberadaannya, mudah-mudahan segera ketemu,&quot;ungkapnya.Berdasarkan keterangan salah seorang ABK bernama Rizal, warga Jalan Parit Haji Husin II, Pontianak, menjelaskan, sebelum karam kapal tersebut bermuatan 1 ton ikan tenggiri dan cumi-cumi itu terlebih dahulu dihujam ombak besar sehingga burit kapal sebelah kanan pecah dan angin kencang membalikkan kapal.&quot;Serentak kami keluar demi menyelamatkan diri masing-masing. Ada yang pakai pelampung dan ada yang buat rakit demi bertahan di air,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>PONTIANAK- Nasib nahas dialami 10 Anak Buah Kapal (ABK) KM Digdoyo Perkasa. Gelombang tinggi dan angin kencang terjadi pada Minggu, 7 April lalu membuat kapal yang ditumpanginya terbalik.Senin (8/4/2013) siang, Tim SAR dan Pol Air Polda Kalimantan Barat baru menemukan tujuh ABK. Mereka yakni Alau (30), Rizal (22), Budi (33), Atek (29), Arem (33), Alim (35), dan ujang (35).Sementara itu, masih ada tiga ABK lainnya hingga kini masih belum ditemukan. Mereka masing-masing Acek (29), Aweng (30), dan Anto (33).&quot;Kapal Nelayan yang dikabarkan kehilangan kontak dan tenggelam akibat diterjang angin dan gelombang tinggi itu kita temukan di Buih Tiga muara jungkat,&quot; kata Dir Pol Air Polda Kalbar Kombes Pol Ramses Kamasuddin.Dia menjelaskan, ke tujuh ABK itu ditemukan terpisah dan dalam keadaan sehat. &quot;Sedangkan untuk ketiga ABK lain masih kita cari keberadaannya, mudah-mudahan segera ketemu,&quot;ungkapnya.Berdasarkan keterangan salah seorang ABK bernama Rizal, warga Jalan Parit Haji Husin II, Pontianak, menjelaskan, sebelum karam kapal tersebut bermuatan 1 ton ikan tenggiri dan cumi-cumi itu terlebih dahulu dihujam ombak besar sehingga burit kapal sebelah kanan pecah dan angin kencang membalikkan kapal.&quot;Serentak kami keluar demi menyelamatkan diri masing-masing. Ada yang pakai pelampung dan ada yang buat rakit demi bertahan di air,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
