<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Veteran Perang Balkan Bantai 13 Orang</title><description>Seorang mantan tentara Serbia dalam Perang Balkan melakukan aksi penembakan massal di desanya Selasa 9 April kemarin. Ljubisa Bogdanovic membunuh 13 korbannya dengan darah dingin.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/10/414/789062/veteran-perang-balkan-bantai-13-orang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/04/10/414/789062/veteran-perang-balkan-bantai-13-orang"/><item><title>Veteran Perang Balkan Bantai 13 Orang</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/10/414/789062/veteran-perang-balkan-bantai-13-orang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/04/10/414/789062/veteran-perang-balkan-bantai-13-orang</guid><pubDate>Rabu 10 April 2013 09:26 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Dwi Anggoro</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/10/414/789062/hMlt2trlWf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polisi Serbia di Tempat Kejadian (Foto: Yahoo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/10/414/789062/hMlt2trlWf.jpg</image><title>Polisi Serbia di Tempat Kejadian (Foto: Yahoo)</title></images><description>BEOGRAD &amp;ndash; Seorang mantan tentara Serbia dalam Perang Balkan melakukan aksi penembakan massal di desanya Selasa 9 April kemarin. Ljubisa Bogdanovic membunuh 13 korbannya dengan darah dingin.
&amp;nbsp;
Pihak kepolisian menerangkan, Bogdanovic pertama-tama membunuh anggota keluarganya. Pria berusia 60 tahun itu menembak ibunya, istrinya, putranya dan dua keponakannya. Dia lalu keluar rumah dan menembak tetangganya satu per satu.
&amp;nbsp;
Aksi Bogdanovic berhenti saat polisi datang ke tempat kejadian. Mantan tentara itu lalu bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri.
&amp;nbsp;
Warga desa tidak mengira bogdanovic dapat melakukan aksi keji tersebut. Selama ini pria itu dikenal sebagai orang yang baik.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Para tetangga sama sekali tidak curiga dan membukakan pintu untuknya. Tapi tiba-tiba dia menembaki mereka,&amp;rdquo; ujar seorang warga Radovan Radosavljevic.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dia adalah pria yang baik. Saya tidak mengerti kenapa dia melakukan itu,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;nbsp;
Perangai Bogdanovic disebut berubah sejak pulang dari Perang Balkan. Saat itu dia menyaksikan pertempuran darah saat tentara Serbia bertempur melawan Kroasia.
&amp;nbsp;
Warga Serbia memang banyak yang belum dapat melupakan memori Perang Balkan. Perdana Menteri Serbia Ivica Dacic menyatakan akan mengeluarkan kebijakan pengendalian senjata agar peristiwa yang serupa tidak terjadi lagi.</description><content:encoded>BEOGRAD &amp;ndash; Seorang mantan tentara Serbia dalam Perang Balkan melakukan aksi penembakan massal di desanya Selasa 9 April kemarin. Ljubisa Bogdanovic membunuh 13 korbannya dengan darah dingin.
&amp;nbsp;
Pihak kepolisian menerangkan, Bogdanovic pertama-tama membunuh anggota keluarganya. Pria berusia 60 tahun itu menembak ibunya, istrinya, putranya dan dua keponakannya. Dia lalu keluar rumah dan menembak tetangganya satu per satu.
&amp;nbsp;
Aksi Bogdanovic berhenti saat polisi datang ke tempat kejadian. Mantan tentara itu lalu bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri.
&amp;nbsp;
Warga desa tidak mengira bogdanovic dapat melakukan aksi keji tersebut. Selama ini pria itu dikenal sebagai orang yang baik.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Para tetangga sama sekali tidak curiga dan membukakan pintu untuknya. Tapi tiba-tiba dia menembaki mereka,&amp;rdquo; ujar seorang warga Radovan Radosavljevic.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dia adalah pria yang baik. Saya tidak mengerti kenapa dia melakukan itu,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;nbsp;
Perangai Bogdanovic disebut berubah sejak pulang dari Perang Balkan. Saat itu dia menyaksikan pertempuran darah saat tentara Serbia bertempur melawan Kroasia.
&amp;nbsp;
Warga Serbia memang banyak yang belum dapat melupakan memori Perang Balkan. Perdana Menteri Serbia Ivica Dacic menyatakan akan mengeluarkan kebijakan pengendalian senjata agar peristiwa yang serupa tidak terjadi lagi.</content:encoded></item></channel></rss>
