<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masyarakat Dukung Kopassus, Ini Kata Anton Medan</title><description>Dukungan terus mengalir dari masyarakat kepada 11 anggota Kopassus Grup  II Kandang Menjangan, Surakarta yang melakukan penyerangan terhadap  empat tahanan di LP Cebongan, Sleman, DIY,  Sabtu 23 Maret 2013.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/13/337/790851/masyarakat-dukung-kopassus-ini-kata-anton-medan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/04/13/337/790851/masyarakat-dukung-kopassus-ini-kata-anton-medan"/><item><title>Masyarakat Dukung Kopassus, Ini Kata Anton Medan</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/13/337/790851/masyarakat-dukung-kopassus-ini-kata-anton-medan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/04/13/337/790851/masyarakat-dukung-kopassus-ini-kata-anton-medan</guid><pubDate>Sabtu 13 April 2013 07:42 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/13/337/790851/Sw6FThVywM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi penembakan di Lp Cebongan (Foto: Feri U/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/13/337/790851/Sw6FThVywM.jpg</image><title>ilustrasi penembakan di Lp Cebongan (Foto: Feri U/okezone)</title></images><description>JAKARTA - Dukungan terus mengalir dari masyarakat kepada 11 anggota Kopassus Grup II Kandang Menjangan, Surakarta yang melakukan penyerangan terhadap empat tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan, Sleman, DIY, Sabtu 23 Maret 2013.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Menanggapi hal itu, Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Anton Medan, mengatakan aksi sejumlah masyarakat tersebut menandakan rasa ketidakpercayaan kepada polisi untuk memberantas premanisme di Indonesia.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ini menunjukan polisi tidak mempunyai kemampuan, makanya anggota Kopassus yang melakukan itu (penyerangan LP Cebongan), ini pilihan yang terakhir,&amp;rdquo;  kata Anton Medan kepada Okezone, Jumat (12/4/2013) malam.
&amp;nbsp;
Kendati demikian, Anton Medan menyesalkan adanya peristiwa penyerangan di dalam LP Cebongan tersebut.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Tapi, seharusnya itu semua diselesaikan dengan hukum, aparat jangan membuat masalah baru. Kita dukung sepenuhnya aparat untuk memberantas preman,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;
Anton, juga mengkritik kinerja Polri yang dinilai lambat dalam penanganan kasus tersebut. Bahkan,  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang langsung memerintahkan Panglima TNI untuk mengungkap kasus penyerangan itu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kalau saya jadi Kapolri, maka saya akan mundur. Karena Presiden SBY yang mengintruksikan untuk mengungkapnya dan itu secara langsung ,&amp;rdquo; pungkasnya.
&amp;nbsp;
Seperti diketahui, sejumlah masyarakat mendukung   11 anggota Kopassus. Malam tadi, keluarga anggota purnawirawan TNI yang tergabung dalam Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Baret Merah (FKPBM) itu juga menyalakan seribu lilin di lapangan RA Fadillah, Cijantung, Jakarta Timur.
&amp;nbsp;
Aksi tersebut sebagai bentuk keprihatinan atas tewasnya seorang anggota Kopassus, Serka Heru Santoso yang menjadi korban kebrutalan preman.</description><content:encoded>JAKARTA - Dukungan terus mengalir dari masyarakat kepada 11 anggota Kopassus Grup II Kandang Menjangan, Surakarta yang melakukan penyerangan terhadap empat tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan, Sleman, DIY, Sabtu 23 Maret 2013.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Menanggapi hal itu, Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Anton Medan, mengatakan aksi sejumlah masyarakat tersebut menandakan rasa ketidakpercayaan kepada polisi untuk memberantas premanisme di Indonesia.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ini menunjukan polisi tidak mempunyai kemampuan, makanya anggota Kopassus yang melakukan itu (penyerangan LP Cebongan), ini pilihan yang terakhir,&amp;rdquo;  kata Anton Medan kepada Okezone, Jumat (12/4/2013) malam.
&amp;nbsp;
Kendati demikian, Anton Medan menyesalkan adanya peristiwa penyerangan di dalam LP Cebongan tersebut.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Tapi, seharusnya itu semua diselesaikan dengan hukum, aparat jangan membuat masalah baru. Kita dukung sepenuhnya aparat untuk memberantas preman,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;
Anton, juga mengkritik kinerja Polri yang dinilai lambat dalam penanganan kasus tersebut. Bahkan,  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang langsung memerintahkan Panglima TNI untuk mengungkap kasus penyerangan itu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kalau saya jadi Kapolri, maka saya akan mundur. Karena Presiden SBY yang mengintruksikan untuk mengungkapnya dan itu secara langsung ,&amp;rdquo; pungkasnya.
&amp;nbsp;
Seperti diketahui, sejumlah masyarakat mendukung   11 anggota Kopassus. Malam tadi, keluarga anggota purnawirawan TNI yang tergabung dalam Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Baret Merah (FKPBM) itu juga menyalakan seribu lilin di lapangan RA Fadillah, Cijantung, Jakarta Timur.
&amp;nbsp;
Aksi tersebut sebagai bentuk keprihatinan atas tewasnya seorang anggota Kopassus, Serka Heru Santoso yang menjadi korban kebrutalan preman.</content:encoded></item></channel></rss>
