<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>LSM Mitra Sehati Endus 12 Tempat Prostitusi di Bekasi</title><description>Sedikitnya ada tujuh hingga 12 titik, lokasi yang diduga sebagai tempat praktek bisnis esek-esek yang tersebar di Kota Bekasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/14/501/791315/lsm-mitra-sehati-endus-12-tempat-prostitusi-di-bekasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/04/14/501/791315/lsm-mitra-sehati-endus-12-tempat-prostitusi-di-bekasi"/><item><title>LSM Mitra Sehati Endus 12 Tempat Prostitusi di Bekasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/14/501/791315/lsm-mitra-sehati-endus-12-tempat-prostitusi-di-bekasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/04/14/501/791315/lsm-mitra-sehati-endus-12-tempat-prostitusi-di-bekasi</guid><pubDate>Minggu 14 April 2013 21:23 WIB</pubDate><dc:creator>Djamhari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/14/501/791315/xQF4MOIsBC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/14/501/791315/xQF4MOIsBC.jpg</image><title>Ilustrasi Okezone</title></images><description>BEKASI - Tempat praktek prostitusi semakin menjamur Kota Bekasi. Sedikitnya ada tujuh hingga 12 titik, lokasi yang diduga sebagai tempat praktek bisnis esek-esek yang tersebar di Kota Bekasi.Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Mitra Sehati Hazami, menduga bahwa kafe dan warung remang-remang hanyalah sebagai kedok untuk menjalankan bisnis prostitusi.&amp;ldquo;Memang mengakunya hanya menemani minum saja, namun tidak menutup kemungkinan juga dijadikan praktik prostitusi terselubung,&amp;rdquo; kata Hazami, Minggu (14/4/2013).Dari hasil survei yang dilakukan LSM Mitra Sehati diketahui rata-rata dari para Pekerja Seks Komersial (PSK) yang ada di Kota Bekasi ini, masih di bawah umur. Hazami menduga ada dua kemungkinan para gadis belia ini terjerumus.&amp;ldquo;Sang gadis menjadi korban trafficking dan memang sengaja menjadi pekerja seks komersial, karena terpengaruh gaya hidup mewah. Ada juga yang sengaja dibawa dari luar karena iming-iming pekerjaan. Tapi, sampai di Bekasi dijadikan pekerja seks. Selain itu karena tidak ada lapangan pekerjaan, sebab mereka ini masih berusia produktif,&amp;rdquo; jelasnya.Lebih jauh, sambung Hazami, untuk para pekerja seks komersial yang diduga karena terpengaruh gaya hidup mewah ini rata-rata masih pelajar. Mereka termotivasi untuk memperoleh sesuatu yang berharga dengan cara instan. &amp;ldquo; Banyak yang masih pelajar SMP-Mahasiswi,&amp;rdquo; tambahnya.Hazami menuturkan lokasi lain yang diduga dijadikan bisnis esek-esek berada di sejumlah Kecamatan Kota Bekasi. Diantaranya, Sepanjang jalan Achmad Yani, Bekasi Selatan, Jalan Ir H Juanda Bekasi Timur, yang terletak dari Stasiun Bekasi hingga lapangan serbaguna. Terminal Bekasi atau dikenal dengan gang &amp;lsquo;sempak&amp;rsquo;, hingga ke daerah Ruko Ampera. Tempat lainnya ada di sekitar Rawapanjang-Pekayon.Selain itu juga di sepanjang Jalan Bantar Gebang-Mustikasari dan Jalan KH Noer Ali. Tempat lain terbanyak berada di Jatikarya, Jatisampurna, di wilayah tersebut banyak dipenuhi kafe dan warung remang-remang.</description><content:encoded>BEKASI - Tempat praktek prostitusi semakin menjamur Kota Bekasi. Sedikitnya ada tujuh hingga 12 titik, lokasi yang diduga sebagai tempat praktek bisnis esek-esek yang tersebar di Kota Bekasi.Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Mitra Sehati Hazami, menduga bahwa kafe dan warung remang-remang hanyalah sebagai kedok untuk menjalankan bisnis prostitusi.&amp;ldquo;Memang mengakunya hanya menemani minum saja, namun tidak menutup kemungkinan juga dijadikan praktik prostitusi terselubung,&amp;rdquo; kata Hazami, Minggu (14/4/2013).Dari hasil survei yang dilakukan LSM Mitra Sehati diketahui rata-rata dari para Pekerja Seks Komersial (PSK) yang ada di Kota Bekasi ini, masih di bawah umur. Hazami menduga ada dua kemungkinan para gadis belia ini terjerumus.&amp;ldquo;Sang gadis menjadi korban trafficking dan memang sengaja menjadi pekerja seks komersial, karena terpengaruh gaya hidup mewah. Ada juga yang sengaja dibawa dari luar karena iming-iming pekerjaan. Tapi, sampai di Bekasi dijadikan pekerja seks. Selain itu karena tidak ada lapangan pekerjaan, sebab mereka ini masih berusia produktif,&amp;rdquo; jelasnya.Lebih jauh, sambung Hazami, untuk para pekerja seks komersial yang diduga karena terpengaruh gaya hidup mewah ini rata-rata masih pelajar. Mereka termotivasi untuk memperoleh sesuatu yang berharga dengan cara instan. &amp;ldquo; Banyak yang masih pelajar SMP-Mahasiswi,&amp;rdquo; tambahnya.Hazami menuturkan lokasi lain yang diduga dijadikan bisnis esek-esek berada di sejumlah Kecamatan Kota Bekasi. Diantaranya, Sepanjang jalan Achmad Yani, Bekasi Selatan, Jalan Ir H Juanda Bekasi Timur, yang terletak dari Stasiun Bekasi hingga lapangan serbaguna. Terminal Bekasi atau dikenal dengan gang &amp;lsquo;sempak&amp;rsquo;, hingga ke daerah Ruko Ampera. Tempat lainnya ada di sekitar Rawapanjang-Pekayon.Selain itu juga di sepanjang Jalan Bantar Gebang-Mustikasari dan Jalan KH Noer Ali. Tempat lain terbanyak berada di Jatikarya, Jatisampurna, di wilayah tersebut banyak dipenuhi kafe dan warung remang-remang.</content:encoded></item></channel></rss>
