<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPR: SBY Jangan Buat Polemik Soal Kenaikan Harga BBM</title><description>Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diminta jangan membuat  polemik dengan rencananya untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak  (BBM). </description><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/16/337/792222/dpr-sby-jangan-buat-polemik-soal-kenaikan-harga-bbm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/04/16/337/792222/dpr-sby-jangan-buat-polemik-soal-kenaikan-harga-bbm"/><item><title>DPR: SBY Jangan Buat Polemik Soal Kenaikan Harga BBM</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/16/337/792222/dpr-sby-jangan-buat-polemik-soal-kenaikan-harga-bbm</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/04/16/337/792222/dpr-sby-jangan-buat-polemik-soal-kenaikan-harga-bbm</guid><pubDate>Selasa 16 April 2013 12:22 WIB</pubDate><dc:creator>Bagus Santosa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/16/337/792222/KK6IYvO4Go.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/16/337/792222/KK6IYvO4Go.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: okezone)</title></images><description>JAKARTA- Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diminta jangan membuat polemik dengan rencananya untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Wakil Ketua DPR, Pramono Anung, mengatakan sampai saat ini belum ada kejelasan dari pemerintah soal kenaikan BBM meskipun ada dua skenario alternatif. &quot;Tapi kita lihat ada persoalan, kalau memang ada dua priceing, dua harga, ini akan menimbulkan black market. Karena kita punya pengalaman, begitu ada perbedaan harga, orang kaya yang dulunya beli bensin di pom bensin nanti dia akan beli dipinggir jalan yang katakanlah harganya lebih murah daripada pom bensin. Ini tdk menyelesaikan masalah,&quot; ujarnya di Gedung DPR, Rabu (16/4/2013). Pramono kembali mengatakan apappun yang akan dilakukan pemerintah mengenai kenaikan harga BBM itu harus dikaji mendalam sebelum keputusan itu menjadi keputusan yang pasti. &quot;Jangan dipolemikan, karena BBM ini dari dulu masalah yang sensitif sekali,&quot; tegasnya. Tidak hanya itu saja, Pramono kembali menegaskan rencana kenaikan BBM ini jangan dijadikan instrumen kekuasaan untuk mencari simpatik publik untuk pemilu 2014. &quot;Jika itu dilakukan ini menjadi tidak adil dan akan terulang seperti pemilu lalu yaitu seperti pada tahun 2008-2009 dimana ada sebuah program yang katakanlah menguntungkan sebuah partai dari kekuasaan tertentu,&quot; tukasnya. </description><content:encoded>JAKARTA- Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diminta jangan membuat polemik dengan rencananya untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Wakil Ketua DPR, Pramono Anung, mengatakan sampai saat ini belum ada kejelasan dari pemerintah soal kenaikan BBM meskipun ada dua skenario alternatif. &quot;Tapi kita lihat ada persoalan, kalau memang ada dua priceing, dua harga, ini akan menimbulkan black market. Karena kita punya pengalaman, begitu ada perbedaan harga, orang kaya yang dulunya beli bensin di pom bensin nanti dia akan beli dipinggir jalan yang katakanlah harganya lebih murah daripada pom bensin. Ini tdk menyelesaikan masalah,&quot; ujarnya di Gedung DPR, Rabu (16/4/2013). Pramono kembali mengatakan apappun yang akan dilakukan pemerintah mengenai kenaikan harga BBM itu harus dikaji mendalam sebelum keputusan itu menjadi keputusan yang pasti. &quot;Jangan dipolemikan, karena BBM ini dari dulu masalah yang sensitif sekali,&quot; tegasnya. Tidak hanya itu saja, Pramono kembali menegaskan rencana kenaikan BBM ini jangan dijadikan instrumen kekuasaan untuk mencari simpatik publik untuk pemilu 2014. &quot;Jika itu dilakukan ini menjadi tidak adil dan akan terulang seperti pemilu lalu yaitu seperti pada tahun 2008-2009 dimana ada sebuah program yang katakanlah menguntungkan sebuah partai dari kekuasaan tertentu,&quot; tukasnya. </content:encoded></item></channel></rss>
