<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korban Peluru Nyasar Polisi di Pekanbaru Masih Syok</title><description>Saat ini pihak Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau terus berusaha memulihkan kondisi Randi yang tertembak peluru nyasar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/16/340/791986/korban-peluru-nyasar-polisi-di-pekanbaru-masih-syok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/04/16/340/791986/korban-peluru-nyasar-polisi-di-pekanbaru-masih-syok"/><item><title>Korban Peluru Nyasar Polisi di Pekanbaru Masih Syok</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/16/340/791986/korban-peluru-nyasar-polisi-di-pekanbaru-masih-syok</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/04/16/340/791986/korban-peluru-nyasar-polisi-di-pekanbaru-masih-syok</guid><pubDate>Selasa 16 April 2013 01:03 WIB</pubDate><dc:creator>Banda Haruddin Tanjung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/15/340/791986/OCh5uDFMK2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bocah korban peluru nyasar di Pekanbaru (Foto: Banda/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/15/340/791986/OCh5uDFMK2.jpg</image><title>Bocah korban peluru nyasar di Pekanbaru (Foto: Banda/Okezone)</title></images><description>PEKANBARU - Saat ini pihak Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau terus berusaha memulihkan kondisi Randi yang tertembak peluru nyasar. Kondisi bocah berusia empat tahun itu hingga kini masih sangat syok.&quot;Korban peluru nyasar itu terlihat masih sangat trauma. Butuh penanganan yang serius,&quot; kata dokter yang menangani kasus ini, Ade Milda&amp;nbsp; kepada Okezone di RS Bhayangkara, Pekanbaru, Senin (15/3/2013).Ditanya mengenai kondisi terakhir Randi, Ade mengatakan bahwa korban mengalami luka tembak dibagian pundak kiri hingga menembus bagian depan.&quot;Dan pelurunya ternyata tembus, sehingga pelurunya tidak bersarang. Saat ini kordisi korban sudah mulai membaik,&quot; kata Ade yang juga dokter umum RS Bhayangkara itu.Namun, untuk mengetahui keadaan korban secara keseluruhan, pihak RS Bhayangkara akan melakukan konsultasi dengan dokter anak.&quot;Setelah ada hasil koordinasi dan didapat hasil observasinya, baru kita akan melakukan tindakan lebih lanjut kepada pasien,&quot; katanya lagi.Sementara itu di RS Bhayangkara Randi, korban peluru nyasar polisi hanya bisa menangis sepanjang hari. &quot;Jangan diganggu dulunya, dia masih trauma kalau banya orang,&quot; pinta Nitra paman korban saat di rumah sakit.Sementara itu, Polda Riau menyatakan akan menindak tegas pelaku peluru nyasar yakni Bripda F. &quot;Selain itu, kita juga akan bertanggung jawab atas biaya pengobatan korban,&quot; tukasnya.Randi sendiri tertembak saat berada di kebun karet bersama ayahnya di Desa Pinggir, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau. Saat itu pelaku Bripda F sedang mencari maling di lokasi itu. Namun tiba-tiba pelurunya nyasar dan mengenai korban.</description><content:encoded>PEKANBARU - Saat ini pihak Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau terus berusaha memulihkan kondisi Randi yang tertembak peluru nyasar. Kondisi bocah berusia empat tahun itu hingga kini masih sangat syok.&quot;Korban peluru nyasar itu terlihat masih sangat trauma. Butuh penanganan yang serius,&quot; kata dokter yang menangani kasus ini, Ade Milda&amp;nbsp; kepada Okezone di RS Bhayangkara, Pekanbaru, Senin (15/3/2013).Ditanya mengenai kondisi terakhir Randi, Ade mengatakan bahwa korban mengalami luka tembak dibagian pundak kiri hingga menembus bagian depan.&quot;Dan pelurunya ternyata tembus, sehingga pelurunya tidak bersarang. Saat ini kordisi korban sudah mulai membaik,&quot; kata Ade yang juga dokter umum RS Bhayangkara itu.Namun, untuk mengetahui keadaan korban secara keseluruhan, pihak RS Bhayangkara akan melakukan konsultasi dengan dokter anak.&quot;Setelah ada hasil koordinasi dan didapat hasil observasinya, baru kita akan melakukan tindakan lebih lanjut kepada pasien,&quot; katanya lagi.Sementara itu di RS Bhayangkara Randi, korban peluru nyasar polisi hanya bisa menangis sepanjang hari. &quot;Jangan diganggu dulunya, dia masih trauma kalau banya orang,&quot; pinta Nitra paman korban saat di rumah sakit.Sementara itu, Polda Riau menyatakan akan menindak tegas pelaku peluru nyasar yakni Bripda F. &quot;Selain itu, kita juga akan bertanggung jawab atas biaya pengobatan korban,&quot; tukasnya.Randi sendiri tertembak saat berada di kebun karet bersama ayahnya di Desa Pinggir, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau. Saat itu pelaku Bripda F sedang mencari maling di lokasi itu. Namun tiba-tiba pelurunya nyasar dan mengenai korban.</content:encoded></item></channel></rss>
