<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banyak Korban Bom yang Kehilangan Kakinya</title><description>Dokter di Rumah Sakit boston menceritakan pengalamannya merawat korban Bom boston. Dia mengatakan banyak korban datang dengan kaki yang hancur.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/16/414/792105/banyak-korban-bom-yang-kehilangan-kakinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/04/16/414/792105/banyak-korban-bom-yang-kehilangan-kakinya"/><item><title>Banyak Korban Bom yang Kehilangan Kakinya</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/16/414/792105/banyak-korban-bom-yang-kehilangan-kakinya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/04/16/414/792105/banyak-korban-bom-yang-kehilangan-kakinya</guid><pubDate>Selasa 16 April 2013 10:01 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Dwi Anggoro</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/16/414/792105/ti1DZ1du4D.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Korban Bom Boston (Foto: AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/16/414/792105/ti1DZ1du4D.jpg</image><title>Korban Bom Boston (Foto: AP)</title></images><description>BOSTON &amp;ndash; Dokter di Rumah Sakit boston menceritakan pengalamannya merawat korban Bom boston. Dia mengatakan banyak korban datang dengan kaki yang hancur.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya tidak pernah melihat kejadian seperti ini selama menjadi dokter. Saya merasa seperti berada di tengah-tengah perang,&amp;rdquo; ujar pimpinan ruang UGD Rumah Sakit Umum Massachusetts Dokter Alisdair Conn.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Banyak korban yang datang dengan kaki yang hancur. Kami terpakas amelakukan amputasi kepada mereka,&amp;rdquo; tambahnya.
&amp;nbsp;
Dokter itu menyakan rumah sakitnya merawat sekitar 29 korban serangan bom. Delapan diantaranya kini sedang berada dalam kondisi kritis.
&amp;nbsp;
Saat ini serangan bom itu telah memakan korban jiwa sebanyak tiga orang. Namun jumlah tersebut dapat terus bertambah.
&amp;nbsp;
Bom meledak di dekat garis finish sebuah lomba maraton yang digelar Senin 15 April waktu Boston. Banyak korban adalah peserta lomba dan penonton yang sedang berkumpul di lokasi kejadian.</description><content:encoded>BOSTON &amp;ndash; Dokter di Rumah Sakit boston menceritakan pengalamannya merawat korban Bom boston. Dia mengatakan banyak korban datang dengan kaki yang hancur.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya tidak pernah melihat kejadian seperti ini selama menjadi dokter. Saya merasa seperti berada di tengah-tengah perang,&amp;rdquo; ujar pimpinan ruang UGD Rumah Sakit Umum Massachusetts Dokter Alisdair Conn.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Banyak korban yang datang dengan kaki yang hancur. Kami terpakas amelakukan amputasi kepada mereka,&amp;rdquo; tambahnya.
&amp;nbsp;
Dokter itu menyakan rumah sakitnya merawat sekitar 29 korban serangan bom. Delapan diantaranya kini sedang berada dalam kondisi kritis.
&amp;nbsp;
Saat ini serangan bom itu telah memakan korban jiwa sebanyak tiga orang. Namun jumlah tersebut dapat terus bertambah.
&amp;nbsp;
Bom meledak di dekat garis finish sebuah lomba maraton yang digelar Senin 15 April waktu Boston. Banyak korban adalah peserta lomba dan penonton yang sedang berkumpul di lokasi kejadian.</content:encoded></item></channel></rss>
