<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dubes Norwegia Komentari Penembakan Anti-Islam di Negaranya</title><description>Duta Besar Norwegia untuk Indonesia Sig Traavik berkomentar mengenai tragedi penembakan yang dilakukan ekstrimis sayap kanan anti-Islam pada 2011 lalu. </description><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/16/414/792492/dubes-norwegia-komentari-penembakan-anti-islam-di-negaranya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/04/16/414/792492/dubes-norwegia-komentari-penembakan-anti-islam-di-negaranya"/><item><title>Dubes Norwegia Komentari Penembakan Anti-Islam di Negaranya</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/16/414/792492/dubes-norwegia-komentari-penembakan-anti-islam-di-negaranya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/04/16/414/792492/dubes-norwegia-komentari-penembakan-anti-islam-di-negaranya</guid><pubDate>Selasa 16 April 2013 17:06 WIB</pubDate><dc:creator>Aulia Akbar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/16/414/792492/H9VDqyNQBp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto : Pelaku teror Norwegia Anders Behring Breivik (AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/16/414/792492/H9VDqyNQBp.jpg</image><title>Foto : Pelaku teror Norwegia Anders Behring Breivik (AFP)</title></images><description>JAKARTA - Duta Besar Norwegia untuk Indonesia Sig Traavik berkomentar mengenai tragedi penembakan yang dilakukan Anders Behring Breivik, seorang warga ekstrimis kanan dan anti-Islam di Norwegia yang menembak mati 77 orang dan meledakan bom di Oslo. Traavik mengibaratkan Breivik sebagai seorang yang menentang multikulturalisme.&quot;Pada Juli 2011, Norwegia sedang berada dalam masa yang tenang. Namun tragedi teror itu muncul dan merusak kantor-kantor kementerian. Pelaku membunuh 77 orang di kamp musim panas,&quot; ujar Traavik yang memaparkan tragedi berdarah itu di kantor Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC), Jakarta, Selasa (16/4/2013).&quot;Seolah ada monster yang berkembang dalam kegelapan, dan dia membenci sinar yang terang. Pelaku itu membenci multikulturalisme di Norwegia. Dia berpendapat, Pemerintah Norwegia telah lalai dan membiarkan negaranya diduduki oleh warga Muslim,&quot; tegasnya.Traavik menjelaskan pula, ketika Breivik diadili terjadi perdebatan besar mengenai vonis hukuman pria anti-Islam itu. Namun Traavik mengatakan bahwa masyarakat Norwegia tidak menyetujui hukuman mati karena hukuman itu tidak menyelesaikan masalah.Dalam kuliah umum itu, Traavik juga menjelaskan bahwa motif militansi di Norwegia tidak selalu disebabkan karena kemiskinan. Banyak pemuda-pemuda di negara tersebut yang mudah terpengaruh gerakan militan karena pemikiran yang sempit. Gerakan radikal itu juga dipandang sebagai gerakan yang berpikir secara instan dan sederhana.</description><content:encoded>JAKARTA - Duta Besar Norwegia untuk Indonesia Sig Traavik berkomentar mengenai tragedi penembakan yang dilakukan Anders Behring Breivik, seorang warga ekstrimis kanan dan anti-Islam di Norwegia yang menembak mati 77 orang dan meledakan bom di Oslo. Traavik mengibaratkan Breivik sebagai seorang yang menentang multikulturalisme.&quot;Pada Juli 2011, Norwegia sedang berada dalam masa yang tenang. Namun tragedi teror itu muncul dan merusak kantor-kantor kementerian. Pelaku membunuh 77 orang di kamp musim panas,&quot; ujar Traavik yang memaparkan tragedi berdarah itu di kantor Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC), Jakarta, Selasa (16/4/2013).&quot;Seolah ada monster yang berkembang dalam kegelapan, dan dia membenci sinar yang terang. Pelaku itu membenci multikulturalisme di Norwegia. Dia berpendapat, Pemerintah Norwegia telah lalai dan membiarkan negaranya diduduki oleh warga Muslim,&quot; tegasnya.Traavik menjelaskan pula, ketika Breivik diadili terjadi perdebatan besar mengenai vonis hukuman pria anti-Islam itu. Namun Traavik mengatakan bahwa masyarakat Norwegia tidak menyetujui hukuman mati karena hukuman itu tidak menyelesaikan masalah.Dalam kuliah umum itu, Traavik juga menjelaskan bahwa motif militansi di Norwegia tidak selalu disebabkan karena kemiskinan. Banyak pemuda-pemuda di negara tersebut yang mudah terpengaruh gerakan militan karena pemikiran yang sempit. Gerakan radikal itu juga dipandang sebagai gerakan yang berpikir secara instan dan sederhana.</content:encoded></item></channel></rss>
