<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sentralitas PDIP yang Tinggi Penyebab Rustri Tersingkir</title><description>Pengamat politik, Arya Budi, menilai, tersisihnya Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih dari pencalonan Gubernur Jawa tengah asal PDI Perjuangan disebabkan oleh karakter dan perilaku elit yang buruk.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/17/512/792885/sentralitas-pdip-yang-tinggi-penyebab-rustri-tersingkir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/04/17/512/792885/sentralitas-pdip-yang-tinggi-penyebab-rustri-tersingkir"/><item><title>Sentralitas PDIP yang Tinggi Penyebab Rustri Tersingkir</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/17/512/792885/sentralitas-pdip-yang-tinggi-penyebab-rustri-tersingkir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/04/17/512/792885/sentralitas-pdip-yang-tinggi-penyebab-rustri-tersingkir</guid><pubDate>Rabu 17 April 2013 12:18 WIB</pubDate><dc:creator>Fiddy Anggriawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/17/512/792885/eyQWn9Tr1O.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rustriningsih saat ditemui di kediamannya (Foto: Timotius/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/17/512/792885/eyQWn9Tr1O.jpg</image><title>Rustriningsih saat ditemui di kediamannya (Foto: Timotius/okezone)</title></images><description>JAKARTA- Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Rustriningsih harus tersisih dari bursa Gubernur Jawa Tengah untuk periode 2013-2018. Padahal, popularitasnya di kalangan masyarakat Jateng terbilang sukses, apalagi ketika menjabat Bupati Kebumen.Seperti diketahui, Rustri tersisih dari persaingan di internal PDI Perjuangan, yang mengusung Ganjar Pranowo. Pengamat politik, Arya Budi, menilai, tersisihnya Rustri disebabkan oleh karakter dan perilaku elit yang buruk.&quot;Tingkat sentralitas partai sangat tinggi. Itu yang membuat kasus Rustrining di Jawa Tengah bisa terjadi,&quot; ungkap Arya saat ditemui di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Rabu (17/4/2013).Menurut Arya, sejak reformasi 1999, partai politik tak melahirkan seorang figur, melainkan figurlah yang melahirkan partai politik.&quot;Kita lihat Gus Dur, Megawati, SBY, tidak dilahirkan partai, tetapi mereka adalah figur yang melahirkan partai,&quot; tegasnya.Arya menambahkan, kondisi tersebut semakin parah dalam konteks pilkada-pilkada di daerah. Para figur calon kepala daerah justru yang menyetir partai politiknya.&quot;Apa yang menjelaskan Foke bisa membuat koalisi raksasa? Foke punya kapasitas membeli partai, begitu juga dengan Bibit Waluyo. Kandidat seperti ini tidak sepenuhnya dikendalikan partai justru sebaliknya, figur mengendalikan partai,&quot; tuntasnya.</description><content:encoded>JAKARTA- Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Rustriningsih harus tersisih dari bursa Gubernur Jawa Tengah untuk periode 2013-2018. Padahal, popularitasnya di kalangan masyarakat Jateng terbilang sukses, apalagi ketika menjabat Bupati Kebumen.Seperti diketahui, Rustri tersisih dari persaingan di internal PDI Perjuangan, yang mengusung Ganjar Pranowo. Pengamat politik, Arya Budi, menilai, tersisihnya Rustri disebabkan oleh karakter dan perilaku elit yang buruk.&quot;Tingkat sentralitas partai sangat tinggi. Itu yang membuat kasus Rustrining di Jawa Tengah bisa terjadi,&quot; ungkap Arya saat ditemui di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Rabu (17/4/2013).Menurut Arya, sejak reformasi 1999, partai politik tak melahirkan seorang figur, melainkan figurlah yang melahirkan partai politik.&quot;Kita lihat Gus Dur, Megawati, SBY, tidak dilahirkan partai, tetapi mereka adalah figur yang melahirkan partai,&quot; tegasnya.Arya menambahkan, kondisi tersebut semakin parah dalam konteks pilkada-pilkada di daerah. Para figur calon kepala daerah justru yang menyetir partai politiknya.&quot;Apa yang menjelaskan Foke bisa membuat koalisi raksasa? Foke punya kapasitas membeli partai, begitu juga dengan Bibit Waluyo. Kandidat seperti ini tidak sepenuhnya dikendalikan partai justru sebaliknya, figur mengendalikan partai,&quot; tuntasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
