<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PKS Kutuk Video Pelecehan Salat oleh Siswi SMA</title><description>Dalam video yang berdurasi 5 menit 33 detik tersebut terlihat para  pelajar melakukan gerakan salat sambil mengucapkan beberapa bacaan  dalam salat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/18/337/793653/pks-kutuk-video-pelecehan-salat-oleh-siswi-sma</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/04/18/337/793653/pks-kutuk-video-pelecehan-salat-oleh-siswi-sma"/><item><title>PKS Kutuk Video Pelecehan Salat oleh Siswi SMA</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/18/337/793653/pks-kutuk-video-pelecehan-salat-oleh-siswi-sma</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/04/18/337/793653/pks-kutuk-video-pelecehan-salat-oleh-siswi-sma</guid><pubDate>Kamis 18 April 2013 14:01 WIB</pubDate><dc:creator>Fiddy Anggriawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/18/337/793653/L3iEqZAptm.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/18/337/793653/L3iEqZAptm.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Sebuah video yang mempertontonkan sekelompok pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) yang sedang mempermainkan salat, beredar di situs Youtube. Dalam video yang berdurasi 5 menit 33 detik tersebut terlihat para pelajar itu melakukan gerakan salat sambil mengucapkan beberapa bacaan dalam salat seperti &amp;ldquo;Allahu Akbar&amp;rdquo;. Namun, mereka melanjutkan gerakan salat dengan iringan salah satu lagu barat dan gerakan mereka mengikuti iringan lagu tersebut sambil berjoget-joget. &quot;Selama video tersebut, pelajar yang kaosnya bertuliskan SMA Negeri 2 Tolitoli ini terus melakukan gerakan-gerakan yang mempermainkan salat dengan iringan lagu dan joget,&quot; ungkap anggota Komisi X, Surahman Hidayat, melalui keterangan persnya, Kamis (18/4/2013). Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, mengutuk keras perbuatan melecehkan salah satu praktek ibadah di dalam agama Islam. &quot;Jika mereka beragama Islam bisa menjadi murtad (keluar dari agama Islam), dan jika mereka non-Islam, perbuatan ini termasuk agresi terhadap kesucian agama Islam,&quot; tegasnya. Suharman menambahkan, kejadian ini menjadi cambuk bagi dunia pendidikan nasional dan pendidikan agama yang harus meningkatkan baik dari segi kualitatif dan kuantitatif.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &quot;Prosentase jam pelajaran agama Islam yang diterapkan di sekolah-sekolah umum, sangat sedikit. Saat ini jumlah jam pelajaran pendidikan agama Islam di sekolah-sekolah masih sangat kurang. Rata-rata di sekolah SD hanya 3 jam pelajaran, sementara di SMP dan SMA/SMK hanya 2 jam pelajaran,&quot; paparnya. Selain itu, Surahman juga mendorong pendidikan di keluarga yang harus lebih diperhatikan. Pasalnya, kejadian ini menunjukan, pendidikan anak tidak bisa digantikan dengan pendidikan di sekolah. &quot;Perhatian para orang tua di rumah terhadap pendidikan anak-anaknya terutama pendidikan agama, dan budi pekerti menjadi hal yang sangat penting,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Sebuah video yang mempertontonkan sekelompok pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) yang sedang mempermainkan salat, beredar di situs Youtube. Dalam video yang berdurasi 5 menit 33 detik tersebut terlihat para pelajar itu melakukan gerakan salat sambil mengucapkan beberapa bacaan dalam salat seperti &amp;ldquo;Allahu Akbar&amp;rdquo;. Namun, mereka melanjutkan gerakan salat dengan iringan salah satu lagu barat dan gerakan mereka mengikuti iringan lagu tersebut sambil berjoget-joget. &quot;Selama video tersebut, pelajar yang kaosnya bertuliskan SMA Negeri 2 Tolitoli ini terus melakukan gerakan-gerakan yang mempermainkan salat dengan iringan lagu dan joget,&quot; ungkap anggota Komisi X, Surahman Hidayat, melalui keterangan persnya, Kamis (18/4/2013). Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, mengutuk keras perbuatan melecehkan salah satu praktek ibadah di dalam agama Islam. &quot;Jika mereka beragama Islam bisa menjadi murtad (keluar dari agama Islam), dan jika mereka non-Islam, perbuatan ini termasuk agresi terhadap kesucian agama Islam,&quot; tegasnya. Suharman menambahkan, kejadian ini menjadi cambuk bagi dunia pendidikan nasional dan pendidikan agama yang harus meningkatkan baik dari segi kualitatif dan kuantitatif.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &quot;Prosentase jam pelajaran agama Islam yang diterapkan di sekolah-sekolah umum, sangat sedikit. Saat ini jumlah jam pelajaran pendidikan agama Islam di sekolah-sekolah masih sangat kurang. Rata-rata di sekolah SD hanya 3 jam pelajaran, sementara di SMP dan SMA/SMK hanya 2 jam pelajaran,&quot; paparnya. Selain itu, Surahman juga mendorong pendidikan di keluarga yang harus lebih diperhatikan. Pasalnya, kejadian ini menunjukan, pendidikan anak tidak bisa digantikan dengan pendidikan di sekolah. &quot;Perhatian para orang tua di rumah terhadap pendidikan anak-anaknya terutama pendidikan agama, dan budi pekerti menjadi hal yang sangat penting,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
